Jumat, 16 November 2018

TNI Kirim 14 Panser Pindad Ke Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Tentara Nasional Indonesia mengirimkan 14 unit panser Angkutan Personil Ringan (APR) 1 varian 1 Kendaraan Taktis (Rantis) ke provinsi Nangroe Aceh Darussalam, hari ini, Senin (19/1). Panser lokal buatan PT Pindad ini akan diberangkatkan menggunakan KRI Teluk Sabang dan KRI Teluk Gilimanuk dari Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok pukul 14.00 WIB.Menurut Kepala Dinas Penerangan Umum TNI Kolonel DJ Nachrowi, pengiriman panser ke Aceh ini untuk mendukung optimalisasi operasi terpadu di NAD. Nantinya, kata dia, panser-panser tersebut akan menggantikan 28 unit tank Scorpion buatan Inggris yang akan ditarik dari Aceh.Namun, Nachrowi mengelak jika penarikan Scorpion dari provinsi Serambi Mekah itu terkait dengan adanya peringatan dari Inggris yang tidak menginginkan tank tersebut digunakan dalam operasi militer. Penarikan itu, kata Nachrowi, disebabkan karena Batalion Kavaleri (Yonkav) I/Kostrad Cijantung, satuan yang mengoperasikan Scorpion juga ditarik dari Aceh. "Masa tugas mereka sudah berakhir," ucapnya di Kolinlamil, Senin (19/1).Pada kesempatan itu, Nachrowi menjelaskan, 14 unit panser yang dikirim itu merupakan bagian dari total 40 panser yang akan dikirim ke Aceh. "Pengirimannya secara bertahap, karena masih ada panser yang belum selesai pembuatannya," ucapnya. Namun, ia tidak merinci, berapa jumlah panser yang belum selesai itu.Mengenai spesifikasi, ia menerangkan, panser tersebut memiliki daya angkut 13 prajurit, dengan rincian 1 regu taktis berjumlah 10 orang, 1 pengemudi, 1 pelayan radio, dan 1 penembak. Menurutnya, kecepatan jelajah panser itu mampu mencapi 100 km/jam. "Panser ini sangat lincah. Mampu bergerak di medan yang sulit, seperti rawa, serta dengan kemiringan sudut 60 derajat," katanya. Panser bermesin Isuzu itu, juga dilengkapi persenjataan. Empat unit panser dilengkapi persenjataan Automatic Granat Launcher (GPL) kaliber 40 mm, sedangkan 10 unit lainnya dilengkapi dengan senjata General Purpose Machine Gun (GPMG) kaliber 7,26 mm. Rencananya, kata Nachrowi, satuan yang akan mengoperasikan panser tersebut akan diatur oleh Panglima Komando Operasi Brigjen George Toisutta. Yandhrie Arvian - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.