Rabu, 14 November 2018

Lima Jenazah Korban Longsor Wonosobo Ditemukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi bencana tanah longsor di dataran tinggi Dieng Desa Setieng, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah,  (18/12). Belasan rumah hanyut, seorang warga tewas, dua orang luka berat, sepuluh orang hilang. ANTARA/Anis Efizudin

    Lokasi bencana tanah longsor di dataran tinggi Dieng Desa Setieng, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, (18/12). Belasan rumah hanyut, seorang warga tewas, dua orang luka berat, sepuluh orang hilang. ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Wonosobo - Tim SAR Gabungan kembali menemukan lima mayat dan tujuh potongan tubuh korban bencana banjir lumpur di Desa Tieng Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dengan penemuan lima mayat itu berarti tinggal dua korban tersisa yang belum ditemukan.

    “Total ada sembilan korban ditemukan dalam tiga hari pencarian,” ujar Koordinator Tim SAR Lembaga Penanganan Bencana Muhamadiyah, Yudi Hadianto, Selasa 20 Desember 2011.

    Yudi mengatakan, Tim SAR masih mencari dua korban lagi yang diperkirakan terbawa arus Sungai Serayu. Dari lima korban, tiga di antaranya ditemukan di Waduk Mrica Banjarnegara yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Tieng.

    Tiga jenazah yang ditemukan diidentifikasi sebagai Jamiyah Muzaki, Beni Ishaq, dan Yuanti Ishaq. Sementara dua jenazah yang ditemukan di Wonokromo yang merupakan perbatasan Wonosobo-Banjarnegara diidentifikasi bernama Nurwahyu dan Utami.

    Sementara dua orang yang belum ditemukan tinggal Ny. Nafisah dan Ahmad Nasikun. "Kemungkinan besar potongan tubuh yag ditemukam milik Ny. Nasisah, saat ini masih ditangani bagian identifikasi Polda Jateng," ujar dia.

    Aris Sudaryanto, pegiat Tim SAR Banjarnegara, mengatakan fokus pencarian korban dilakukan di daerah aliran Sungai Serayu. “Melihat banyaknya korban yang terbawa arus hingga Serayu, fokus pencarian dilakukan di Serayu,” kata dia.

    Dia menambahkan, meski banjir terjadi di Sungai Ngesong dan Putih, keduanya bermuara di Sungai Serayu. Menurut dia, derasnya aliran sungai membuat korban bisa terseret arus hingga sangat jauh.

    Camat Kejajar, Faisal, mengatakan jenazah korban akan langsung dikembalikan ke keluarga korban untuk langsung dikebumikan. “Setelah selesai diidentifikasi, akan langsung diserahkan ke keluarga,” kata dia.

    Bencana banjir lumpur akibat longsor Gunung Pakuwojo di Desa Tieng terjadi pada Minggu sore, 18 Desember 2011. Puluhan rumah hancur diterjang banjir dan 11 orang menjadi korban, sembilan di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

    ARIS ANDRIANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?