Sabtu, 24 Februari 2018

Rumah Satgas PPP Yogya Dibakar

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 24 Juli 2003 09:58 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Rumah salah seorang satuan tugas (Satgas) PPP Yogyakarta dibakar orang tak dikenal, Selasa (19/2), sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelumnya, kantor DPD PDI Perjuangan dan PPP Yogya dilempari, dan satu anggota satgas PDIP tewas dilempari bom molotov. Ketua PPP Yogya Syukri Fadholi menilai kasus ini merupakan upaya untuk mengadu domba massa dua partai tersebut. Kasus-kasus tersebut terjadi secara berurutan. Awalnya, sekitar pukul 00.30 WIB, kantor DPD PDIP DIY di Jl. Tentara Rakyat Mataram dilempari molotov. Menurut sejumlah saksi, malam itu tampak sejumlah orang melintas dengan mengendarai sepeda motor. Saat melintas di depan kantor, salah satu dari mereka melemparkan sesuatu dan kemudian terdengar ledakan. Tak lama berselang, insiden serupa juga terjadi di rumah Soemanto, ayah Wakil Ketua DPD PDIP Tatang Setyawan. Rumah yang hanya berjarak sekitar 400 meter dari kantor DPD PDIP ini pun jadi sasaran lemparan mercon banting sehingga kaca pintu dan jendela rusak. Dua jam setelah dua kejadian itu, aksi perusakan juga terjadi di kantor DPC PPP Kota Yogya di Jl. Veteran. Setelah itu, sekitar pukul 05.00 WIB, satgas PDIP Nurgiyanto, 21 tahun, dilempari bom molotov. Warga Umbulharjo, tepatnya di Jl. Glagahsari Celeban, meninggal setelah dirawat di RSUP Dr. Sardjito. Saat polisi mengusut kematian Nurgiyanto, sekitar pukul 16.00 WIB, terjadi insiden susulan. Rumah Drajat, seorang Satgas PPP DIY, dibakar massa yang diidentifikasi sebagai massa PDIP. Aksi itu dilakukan usai acara pemakaman Nurgiyanto. Akibatnya, rumah seluas lebih kurang 80 m2 yang dijadikan kos-kosan putri itu pun ludes dimakan api. Syarif Hidayat, Satgas PPP DIY, menyatakan penyesalan atas terjadinya kasus-kasus itu. Ia mengatakan, sebenarnya kasus-kasus itu tidak berkaitan. "Kami tidak tahu-menahu ada perusakan kantor DPD maupun peristiwa tewasnya Satgas PDIP. Kok tiba-tiba justru kami yang jadi sasaran," kata Syarif. Syukri Fadholi menilai kejadian ini sebagai upaya provokasi untuk mengadudomba kedua partai tersebut. "PDIP dan PPP harus tetap solid. Ini hanya upaya provokasi dari pihak ketiga untuk memecah kedua kelompok sekaligus mengganggu ketertiban Yogya. Saya berharap baik massa PPP maun PDIP untuk tidak terpancing emosinya," kata Syukri. Polda Yogya belum mengambil kesimpulan atas kejadian-kejadian tersebut. "Kita belum berani mengatakan apakah kejadian ini berhubungan dengan PPP dan PDI-P. Kasus ini masih dalam penyelidikan kita," kata Kasat Serse Poltabes Yogyakarta Komisaris Polisi Suroto. (LN Idayanie-Tempo News Room)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Pentingnya Memilah Sampah Sesuai Jenisnya

    Pilahlah sampah sesuai jenisnya, sampah organik, anorganik, dan sampah lainnya.