Gus Dur: Saya Punya Bukti Ada Anggota PDIP Terima Komisi Divestasi Indosat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid menyatakan bahwa ia memiliki bukti bahwa ada anggota Fraksi PDI Perjuangan menerima komisi dalam divestasi Indosat. Semua lengkap, jam berapa diserahkan komisinya, tanggalnya, di mana, siapa yang menerima dan siapa yang memberi, ujar pria yang akrab dipanggil Gus Dur itu usai acara Halal Bihalal Pusat Studi Australia Universitas Indonesia di Libra Ballroom, Hitlton, Senin (6/1) malam. Menurut Gus Dur, anggota FPDIP itu menerima komisi sebesar 9,1 persen dalam divestasi Indosat yang dimenangkan oleh Singapura Technologies Telemedia (STT). Namun ia menolak bahwa ia menuduh. Oleh karena itu, mantan Ketua Umum PB NU itu meminta adanya penyelidikan terlebih dahulu. Itu harus diperiksa dulu. Apa individu atau PDIP sebagai organisasi, ujar Gus Dur. Jika memang PDIP sebagai organisasi yang menerima komisi itu, lanjut dia, maka PDIP harus didiskualifikasi dan tidak boleh ikut Pemilu. Ketika didesak lebih lanjut, Gus Dur enggan memberikan bukti yang ia punya. Pokoknya semua bukti itu lengkap. Tapi saya tidak mau keluarkan sekarang, katanya dengan santai. Menurutnya, semua bukti dan informasi itu ia dapatkan dari sebuah lembaga swadaya masyarakat luar negeri. Lebih lanjut ia enggan berkomentar tentang hal ini. Sementara itu, ketika ditanya apakah dirinya bersedia dicalonkan kembali menjadi Presiden, Gus Dur menjawab, Asal diperintah oleh Kyai saya bersedia. Menurut dia, PKB saat ini sangat solid, dan dirinya menargetkan 58 persen suara pada pemilu yang akan datang. (Wahyu Mulyono-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.