Ratusan Rumah Sakit Belum Penuhi Standar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruang tindakan bedah di bagian UGD RS Santosa, Bandung, Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    Ruang tindakan bedah di bagian UGD RS Santosa, Bandung, Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO Interaktif, Bandung - Jumlah rumah sakit di seluruh Indonesia terus bertambah. Namun hingga kini, baru 40 persen dari sekitar 1.500 rumah sakit yang terakreditasi oleh pemerintah. Sisanya terganjal kendala berbagai perizinan.

    Ketua DPR RI Marzuki Ali di Bandung mengatakan, selama 10 tahun terakhir ini perkembangan jumlah rumah sakit cukup signifikan. Tapi kesadaran untuk menilai kualitas pelayanan tumbuh tidak paralel. "Lebih dari 1.300 rumah sakit, baru separuhnya yang terakreditasi," kata Marzuki saat syukuran di Rumah Sakit Santosa yang bulan lalu meraih akreditasi internasional dari Joint Commission International, di Bandung, Sabtu (18/12).

    Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di acara yang sama mengakui masih banyaknya rumah sakit yang belum memenuhi standar, baik swasta maupun rumah sakit daerah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kini jumlah rumah sakit lebih dari 1.500 unit. Namun yang terakreditasi baru 40,3 persen.

    "Kendala utama, izin belum semua terpenuhi dari Dinas (Kesehatan) kabupaten dan kota," ujarnya. Menurut Endang, pemerintah masih harus bekerja keras agar setiap rumah sakit memenuhi kewajiban mengurus izin dan standarisasi agar pelayanan ke masyarakat semakin meningkat.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.