Jumat, 14 Desember 2018

SBY Resmikan Lima Perguruan Tinggi di Papua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono mengunjungi Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua, Senin (22/11). ANTARA/ Alexander W Loen

    Presiden SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono mengunjungi Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua, Senin (22/11). ANTARA/ Alexander W Loen

    TEMPO Interaktif, JAYAPURA  - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan lima perguruan tinggi negeri dari gedung Auditorium Universitas Cendrawasih (Uncen) di Abepura, Jayapura, Papua, Senin 22 November 2010.

    Lima Perguruan Tinggi Negeri yang diresmikan Presiden SBY dari Jayapura itu yakni, Universitas Musamus Merauke, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Bangka Belitung, Politeknik Babel dan Politeknik Batam, dimana semua pimpinan perguruan tinggi itu ikut hadir di Uncen dan menyaksikannya.

    Peresmian kelima perguruan tinggi itu dilakukan usai memberikan kuliah umum bagi mahasiswa sekaligus membuka pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa se-nusantara ditempat itu.

    Peresmian lima perguruan Tinggi Negeri yang baru itu ditandai dengan penandatanganan secara langsung oleh Presiden SBY, lima buah prasasti yang disaksikan seluruh rombongan dan undangan serta para pimpinan BEM se-nusantara yang hadir.

    Satu hal yang cukup mengesankan adalah, lokasi seluruh perguruan tinggi yang baru diresmikan itu berada di wilayah perbatasan Negara.

    Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan, peresmian lima buah Perguruan tinggi Negeri yang baru ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan yang menjadi salah satu faktor utama kemajuan bangsa.

    "Sekaligus akan menjadi sarana peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi masyarakat didaerah perbatasan yang menjadi lokasi Perguruan Tinggi itu sendiri," ujarnya.

    Presiden SBY menjelaskan, pendidikan adalah modal dasar dari kemajuan dan perkembangan suatu bangsa kearah yang lebih baik. Dia mencontohkan Negara Korea Selatan yang pada lima tahun lalu masih tergolong sebagai Negara berkembang, tetapi saat ini sudah berstatus sebagai negara maju.

    "Itu semua karena kemajuan pendidikan disana. Berhasil menciptakan SDM berkualitas dan andal serta mampu bersaing dan membangun negaranya," jelas SBY.

    Sementara Menteri Pendidikan Nasional, Mochammad Nuh mengatakan, semua perguruan tinggi yang baru diresmikan itu, harus mengingat kalau Uncen yang menjadi tempat peresmiannya, sehingga kedepannya harus selalu ada saling koordinasi dan kerja sama antar perguruan tinggi dimaksud.

    Turut mendampingi presiden dalam kuliah umum itu, antara lain Ibu Ani Yudhoyono, Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi, Menkeu Agus Martowardojo, Mentan Suswono, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendiknas Muhamad Nuh, Seskab Dipo Alam, Panglima TNI Agus Suhartono dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

    WDA | ANT 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.