Jumat, 23 Februari 2018

Fungsionaris Golkar ke Kejaksaan untuk Beri Dukungan Moril Kepada Akbar

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 22 Juli 2003 13:11 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kehadiran sejumlah anggota Partai Golkar di Kejaksan Agung, Selasa (5/2), hanya memberikan dukungan moril kepada mantan Mensesneg Akbar Tandjung. “Saya ke sini hanya memberi dukungan moril dan menunjukkan solidaritas. Pak Akbar kan Ketua Umum, tidak ada salahnya kalau kita memberi dukungan,” kata Ade Komaruddin, salah satu fungsionaris Partai Golkar yang ditemui wartawan ketika akan meninggalkan gedung Bundar, Kejaksaan Agung. Tampak juga sejumlah fungsionaris Golkar lain seperti Agung Laksono, Ferry Mursidan Baldan, Akil Mukhtar dan TP. Siburian. Kedatangan mereka, berkaitan dengan pemeriksaaan terhadap Akbar Tandjung dalam kasus dugaan penyelewengan dana nonbujeter Bulog sebesar Rp 40 miliar. Akbar diperiksa sebagai tersangka bersama Dadang Sukandar (Ketua Yayasan Raudhatul Jannah) dan Winfried Simatupang (kontraktor penyalur sembako). Ketiganya diperiksa secara terpisah di lantai dua gedung Bundar Kejasaan Agung. Pengakuan yang sama disampaikan Ketua Departemen Hukum Partai Golkar, TB Siburian, sesaat sebelum meninggalkan Gedung Bundar. “Memberi dukungan moril saja,” tegas Siburian ketika ditanya wartawan mengenai kedatangannya. Golkar sendiri, kata Siburian, telah membentuk tim penasehat bagi Akbar Tandjung untuk memberi masukan berkait dengan kasus yang dihadapinya. Tim itu tidak ada kaitan dengan tim penasehat hukum Akbar. “Kami menganalisa dampak politis dan yuridis, baik ke dalam maupun ke luar termasuk pengaruhnya terhadap Pemilu nanti,” kata Siburian. Ia tidak bersedia memberi tanggapan atas hasil analisa sementara yang dilakukan oleh tim penasehat yang dipimpinnya itu. Penjelasan itu, kata dia, sudah menyangkut teknis dan hanya bisa diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Gokar. Sebelumnya, Muchyar Yara, salah satu anggota Partai Golkar, juga telihat di Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Namun Muchyar membantah kedatangannya berkaitan dengan pemeriksaan Akbar Tandjung. “Kalau Pak Akbar kan sudah ada yang mendampingi. Saya kesini untuk urusan perut. Saya membantu menyelesaikan urusan klien saya,” kata Muchyar yang juga berprofesi sebagai pengacara sambil berlalu memasuki lift. (Suseno-Tempo News Room)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.