Kejaksaan Agung Akan Ajukan Ekstradisi Keluarga Hendra Rahardja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kejaksaan Agung akan segera mengajukan permohonan ekstradisi untuk anak Hendra Rahardja, Eko Eddy Putranto dan istrinya, Sherny Kojongian. Itu kalau memang benar keduanya ada di Australia, kata Andi Sjarifuddin, pelaksana harian Juru Bicara Kejaksaan Agung kepada pers di ruang wartawan Kejaksaan Agung, Senin (3/2). Eko dan Sherny, sama-sama dijatuhi vonis penjara 20 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena terlibat kasus korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara lebih dari Rp 1, 95 triliun. Informasi keberadaan keluarga Hendra di Australia sendiri disampaikan Menteri Kehakiman Yusril Ihza Mahendra berdasarkan keterangan Duta Besar Australia. Kami sendiri sampai sekarang, masih belum tahu dimana mereka, kata Sjarifuddin lagi. Ia tak menutup kemungkinan, Kejaksaan Agung berkoordinasi lebih lanjut dengan Kedutaan Besar Australia untuk menggali informasi lebih jauh perihal keberadaan Eko dan Sherny. Sampai hari ini, Kejaksaan Agung juga mengaku belum memperoleh data pasti tentang jumlah harta kekayaan bekas pemilik Bank BHS Hendra Rahardja, di luar negeri. Apalagi, asetnya pasti tidak atas nama dia sendiri, kata Sjarifuddin. Sepekan terakhir ini, Kejaksaan Agung memang sedang berkonsentrasi melacak harta milik Hendra Rahardja, terpidana utama kasus korupsi dana BLBI yang sempat menjadi salah satu taipan terkaya di tanah air. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghukum Hendra dengan pidana penjara seumur hidup melalui persidangan in absentia. Belakangan, vonis itu diperkuat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Tapi, sebelum vonis sempat dieksekusi, Hendra keburu meninggal di Australia, Minggu (26/1) silam akibat kanker ginjal dan lever.(Wahyu DhyatmikaTempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.