Polri Belum Temukan Indikasi Fathur Rohman Melakukan Aksi Teror

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Polri belum menemukan indikasi keterlibatan Fathur Rohman, yang dicurigai sebagai salah satu mata rantai dalam jaringan Al Qaidah, melakukan aksi terorisme di Indonesia. Dua orang perwira menengah Polri yang dikirim ke Filipina Rabu lalu (23/1) sudah bertemu dengan Fathur, belum melihat ada indikasi kegiatan Fathur mengarah pada peristiwa yang terjadi di Indonesia, kecuali dia hanya pulang dan menikah. Dugaaan keterlibatan Fathur dalam beberapa peristiwa di Indonesia masih perlu dicek kebenarannya. Termasuk apakah ia terkait dengan peristiwa ledakan bom di rumah Duta Besar Filipina di Jakarta tahun 2000 lalu. “Belum sampai ke sana,” kata Kapolri Jenderal Pol. Da’i Bachtiar sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di gedung DPR, Jakarta, Senin (28/1). Namun demikian, Polri akan tetap mengupayakan proses penyelidikan terhadap Fathur Rohman Al Ghozi. “Kami sudah mengembangkan untuk dapat melakukan upaya penyelidikan di dalam negeri,” ujar Kapolri. Untuk melakukan penyelidikan di dalam negeri, harus ada indikasi keterkaitan Fathur Rohman dalam peristiwa di dalam negeri. Sedangkan mengenai keterlibatan Fathur dalam sejumlah peledakan di Filipina, menurut Da’i, merupakan urusan Kepolisian Filipina. Yang penting bagi Polri adalah menggali apakah Fathur juga terkait dengan peristiwa di Indonesia. Da’i menambahkan, di hadapan perwira polri yang dikirim ke Filipina beberapa waktu lalu, Fathur Rohman mengaku bersekolah di luar negeri, seperti di Lahore, Pakistan. Dari sana ia berpindah-pindah. Ia mempunyai banyak teman di Malaysia, Singapura dan Filipina. Namun, hingga kini belum tampak secara signifikan Fathur terkait dengan jaringan Al Qaidah pimpinan Usamah bin Ladin. Meski demikian, menurut Kapolri, belum tentu keterangan yang diberikan Fathur benar sepenuhnya. Polri akan terus mengecek apakah informasi Fathur juga dilakukannya di Indonesia. “Wajar saja bila ia memberikan informasi yang belum sepenuhnya benar,” kata Da’i. Da’i mengakui, Polri telah mengirimkan dua tim untuk mengatasi masalah terorisme ini. Tim pertama dua perwira menengah dikirim ke Filipina. Sedangkan tim kedua beranggotakan perwira dari Korserse dan seorang perwira intelejen dipimpin Irjen. Pol. Ahwil Luthan menuju Malaysia dan Singapura. “Pak Ahwil ditugasi untuk melakukan upaya koordinasi dengan Kepolisian Diraja Malaysia,” papar Da’i. Terutama koordinasi sehubungan dengan informasi adanya beberapa orang Indonesia yang ditangkap di Malaysia, misalnya Abu Jibril alias Iqbal, teman Abu Bakar Basyir. Koordinasi ini, kata Da’i, penting sekali karena Indonesia termasuk negara yang giat memberantas terorisme Internasional. “Ahwil akan segera pulang, sedangkan perwira dari Korserse dan Intel akan lebih lama untuk melakukan pendalaman,” ujar Da’i tanpa menyebutkan sampai kapan Ahwil berada di negeri Jiran itu. (Retno Sulistyowati-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.