Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

5 Fakta Kabar Duet Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta 2024

image-gnews
Bakal calon gubernur yang diusung PKB Anies Baswedan tiba di kantor DPW PKB Jakarta, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis, 13 Juni 2024. Kunjungan Anies ini tepat sehari setelah PKB Jakarta memutuskan untuk mengusungnya sebagai calon gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Bakal calon gubernur yang diusung PKB Anies Baswedan tiba di kantor DPW PKB Jakarta, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis, 13 Juni 2024. Kunjungan Anies ini tepat sehari setelah PKB Jakarta memutuskan untuk mengusungnya sebagai calon gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kabar terkait duet Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep di pemilihan gubernur atau Pilgub Jakarta 2024 makin menggema. Hal itu setelah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta mengumumkan dukungannya kepada Anies pada Rabu, 12 Juni 2024.

Dalam kesempatan itu, PKB DKI Jakarta menyatakan terbuka mendukung calon wakil gubernur yang dapat mendampingi Anies, termasuk salah satunya Kaesang. PKB juga membuka kesempatan untuk berkoalisi dengan partai lain. 

Kabar Duet Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta 2024

1. PDIP sebut sinyal negatif

Sekretaris DPD PDIP Jakarta Pantas Nainggolan merespons isu duet  Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta 2024. Ia mengatakan belum ada sikap resmi dari DPD PDIP atas gagasan itu. Namun, dia memberi sinyal negatif atas wacana Anies-Kaesang maju di Pilgub Jakarta. 

"Tidak usahlah mengulangi-mengulangi tragedi Pilpres di Jakarta," kata Pantas saat ditemui wartawan usai menghadiri Sekolah Hukum PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Juni 2024.

Lebih lanjut, politikus senior PDIP itu menegaskan bahwa keputusan soal siapa yang maju di Pilgub Jakarta merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. "Nanti kami tunggu proses dari DPP," ujarnya. 

Pantas menegaskan bahwa partainya kini masih berkomunikasi dengan semua partai lain. Selain itu, saat ditanya soal komunikasi PDIP dengan Anies Baswedan, Pantas enggan menjawab. "Tanya aja ke Pak Anies," tuturnya. 

2. Anies fokus bentuk koalisi

Bakal calon gubernur Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengatakan lebih memprioritaskan agenda pembentukan koalisi partai ketimbang memikirkan siapa figur yang bakal diusung menjadi bakal calon wakilnya nanti.

Anies mengatakan hal itu ketika ditanya ihwal peluang Kaesang Pangarep mendampinginya di Pilgub Jakarta 2024. "Sekarang ini kami memikirkan bagaimana agar PKB tidak sendirian. Tetapi, bisa bersama-sama dengan partai lain," kata Anies di DPW PKB Jakarta, Kamis, 13 Juni 2024.

Soal minat Kaesang untuk terjun ke Pilkada Jakarta, Anies menghormati setiap hak warga negara untuk memilih dan dipilih. Namun dia menekankan mengenai pemilihan calon pendampingnya semua harus dilalui dengan proses, salah satunya konsolidasi antarpartai.

"Jadi urutannya begitu dulu (bentuk koalisi), setelah itu selesai baru dibicarakan pasangan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

3. Kaesang lebih pilih Anies

Kaesang Pangarep, mengatakan jika dirinya dicalonkan di Pilgub Jakarta 2024, maka dia lebih condong memilih berpasangan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kalau misalnya melihat pengawasan ya, paling realistis dengan Pak Anies," ucapnya di Masjid Al Huda, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juni 2024.

Anies Baswedan dan Kaesang Pangarep. TEMPO

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selain Anies, Kaesang juga membuka peluang jika dirinya dipasangkan dengan Ridwal Kamil atau RK. Menurut dia, mantan Gubernur Jawa Barat itu memiliki kiprah yang cukup bagus di wilayahnya.

Kaesang menilai keduanya merupakan sosok yang baik dan hebat. Koalisi Indonesia Maju sendiri mengatakan RK menjadi salah satu opsi yang masuk dalam radar, bukan Anies. Namun, Kaesang menegaskan tidak masalah jika dipasangkan dengan siapa pun karena tetap menjamin komunikasi dengan semuanya.

4. Restu Jokowi

Berdasarkan catatan Tempo, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi melarang Kaesang untuk ikut serta dalam kontestasi pemilihan kepala daerah atau Pilkada Jakarta 2024.

Zulhas mengatakan bahwa ia sempat bertanya kepada Jokowi usai rapat, bagaimana jika Kaesang maju ke pemilihan gubernur atau Pilgub Jakarta 2024. Kata Zulhas, Jokowi tak berharap jika Kaesang maju menjadi pemimpin Jakarta.

“Waduh, jangan Pak Zul,' kira-kira begitu,” ujar Zulhas menirukan jawaban Jokowi di Kantor DPP PAN, Jakarta, Senin, 3 Juni 2024, seperti dikutip dari Tempo.

Hal tersebut kemudian direspon oleh Kaesang, ia menyebut bahwa Jokowi melarangnya untuk ikut serta dalam kontestasi Pilkada DKI alias Pilgub Jakarta merupakan versi cerita dari Zulhas.

“Itu kan versi cerita pak Zulhas kan, sudah denger versi cerita saya belum?” tanya balik Kaesang saat ditemui di Kantor DPP PSI, Jakarta, Jumat, 7 Juni 2024.

Namun, ia tak ingin menceritakan  lebih lanjut. Menurutnya hal itu rahasia. Ia pun meminta masyarakat bersabar menanti info selanjutnya. “Kan sudah saya sampaikan, kejutannya nanti di bulan Agustus,” ujarnya.meminta 

5. Putusan MA jadi jalan lempang untuk Kaesang

Peluang Kaesang maju di Pilkada 2024 terbuka setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan yang diajukan Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana terhadap pasal 4 ayat 1 huruf d PKPU nomor 9 tahun 2020 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Dan/Atau Wali Kota Dan Wakil Wali Kota. Pasal ini berkaitan dengan syarat usia kepala daerah.

Lewat putusannya Bernomor No.23 P/HUM/2024, MA telah memberi pemaknaan baru terhadap Pasal 4 ayat (1) huruf d PKPU No.9 Tahun 2020 tersebut.

Menurut MA, syarat usia bagi calon Gubernur dan Wakil Gubernur paling rendah 30 tahun dan 25 tahun untuk calon Bupati dan Wakil Bupati atau calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota terhitung sejak pelantikan pasangan calon terpilih. Sebelumnya, ketentuan itu mengatur syarat usia terhitung sejak penetapan pasangan calon.

Saat ini, Kaesang yang lahir 25 Desember pada 29 tahun lalu itu dipastikan tidak bisa maju dalam pilkada 2024 dengan aturan sebelum putusan MA karena penetapan calon pilkada pada 22 September 2024. 

KAKAK INDRA PURNAMA | SAVERO ARISTIA WIENANTO | AISYAH AMIRA WAKANG | SAPTO YUNUS
Pilihan editor: Pakar dan Hasil Survei Sebut Ridwan Kamil Lebih Berpeluang di Pilgub Jabar

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Nasdem Siap Jika Anies Baswedan Lawan Ahok di Pilgub Jakarta

1 jam lalu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tertawa bersama dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) usai hadiri acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat
Nasdem Siap Jika Anies Baswedan Lawan Ahok di Pilgub Jakarta

Nasdem belum meresmikan dukungan kepada Anies Baswedan di Pilgub Jakarta.


Dapat Instruksi dari Golkar sebagai Calon Gubernur Jakarta, Jusuf Hamka Bilang Begini

4 jam lalu

Pengusaha Jusuf Hamka memberikan keterangan usai bertemu Pakar Hukum Tata Negara Mahfud Md di Kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 13 Juli 2024. Tempo/Adil Al Hasan
Dapat Instruksi dari Golkar sebagai Calon Gubernur Jakarta, Jusuf Hamka Bilang Begini

Jusuf Hamka berharap dukungan Golkar bisa membawanya menjadi orang nomor satu di Jakarta.


Soal Kepastian Jusuf Hamka Diusung di Pilkada Jakarta, Golkar Sebut Tunggu Sebulan ke Depan

6 jam lalu

Perolehan suara Golkar di dapil Lampung I sebanyak 249.053 hanya bisa dikonversi menjadi satu kursi. Dengan demikian, Lodewijk yang berada di urutan kedua kemungkinan tidak lolos kembali ke DPR. Instagram
Soal Kepastian Jusuf Hamka Diusung di Pilkada Jakarta, Golkar Sebut Tunggu Sebulan ke Depan

Lodewijk mengatakan kepastian Jusuf Hamka diusung sebagai gubernur ataupun wakil gubernur Jakarta ditentukan dalam kurun waktu satu bulan ke depan


Golkar Sebut Surat Instruksi Jusuf Hamka Sebagai Cagub Usai Pertemuan dengan Kaesang

7 jam lalu

Pengusaha Jusuf Hamka memberikan keterangan usai bertemu Pakar Hukum Tata Negara Mahfud Md di Kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 13 Juli 2024. Tempo/Adil Al Hasan
Golkar Sebut Surat Instruksi Jusuf Hamka Sebagai Cagub Usai Pertemuan dengan Kaesang

Lodewijk mengatakan Golkar memberi instruksi Jusuf Hamka dari sebagai cawagub menjadi cagub dibuat setelah pertemuan dengan Kaesang


Jubir PDIP Sebut Gibran akan Bantu Kaesang Maju di Pilkada Jakarta usai Mengundurkan Diri dari Solo

19 jam lalu

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kelima kiri) berjabat tangan dengan anggota DPRD usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Rabu, 17 Juli 2024. Dalam rapat tersebut DPRD Kota Solo memutuskan dan mengusulkan pengunduran diri Gibran Rakabuming Raka sebagai Wali Kota Solo serta mengusulkan Wakil Wali Kota Teguh Prakosa untuk menggantikan Gibran sebagai Wali Kota. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Jubir PDIP Sebut Gibran akan Bantu Kaesang Maju di Pilkada Jakarta usai Mengundurkan Diri dari Solo

PDIP menilai Gibran akak membantu Kaesang maju di Jakarta setelah tak lagi menjabat sebagai Wali Kota Solo.


Golkar Beri Surat Instruksi untuk Jusuf Hamka Jadi Calon Gubernur Jakarta

20 jam lalu

Pengusaha Jusuf Hamka memberikan keterangan usai bertemu Pakar Hukum Tata Negara Mahfud Md di Kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 13 Juli 2024. Tempo/Adil Al Hasan
Golkar Beri Surat Instruksi untuk Jusuf Hamka Jadi Calon Gubernur Jakarta

Golkar akan terus memantau hasil survei elektabilitas Jusuf Hamka untuk beberapa hari ke depan.


PKB Tunggu Peta Koalisi Pilgub Jakarta Sebelum Serahkan SK ke Anies

1 hari lalu

Anies Baswedan di Kawasan Jakarta Selatan siang ini, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/Septi Nadya
PKB Tunggu Peta Koalisi Pilgub Jakarta Sebelum Serahkan SK ke Anies

PKB menilai Anies Baswedan sulit dikalahkan jika maju Pilgub Jakarta.


Cak Imin Yakin Tak Ada Lagi Isu Politik Identitas Meski Anies Berpotensi Melawan Ahok di Pilgub Jakarta

1 hari lalu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat bertemu dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta, Senin 26 Agustus 2019. TEMPO /Taufiq Siddiq
Cak Imin Yakin Tak Ada Lagi Isu Politik Identitas Meski Anies Berpotensi Melawan Ahok di Pilgub Jakarta

Cak Imin meyakini tidak akan muncul lagi isu politik identitas di Pilkada Jakarta meskipun ada potensi Anies akan kembali bersaing dengan Ahok.


Anies Pilkada Jakarta 2024: Lawan Tandingan hingga Pertimbangan Pendamping

1 hari lalu

Anies Baswedan di Kawasan Jakarta Selatan siang ini, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/Septi Nadya
Anies Pilkada Jakarta 2024: Lawan Tandingan hingga Pertimbangan Pendamping

Tokoh yang bakal mendampingi Anies maju dalam Pilkada masih terus dipertimbangkan, termasuk peluang kandidat lawan untuk persaingan.


Elektabilitas Ahok Masih Tinggi di Jakarta, Said Abdullah PDIP Bilang Bisa Kalahkan Anies Baswedan

1 hari lalu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat mengobrol saat usai acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat
Elektabilitas Ahok Masih Tinggi di Jakarta, Said Abdullah PDIP Bilang Bisa Kalahkan Anies Baswedan

Elektabilitas Ahok yang berada di peringkat kedua dalam survei Litbang Kompas.