Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

8 Poin Instruksi Pj Gubernur Papua Soal Peningkatan Wabah ASF, Pemerintah Setempat Tetapkan Status Darurat

image-gnews
Ridwan Rumasukun, Pj Gubernur Papua. Foto: Kominfo Papua/Wikipeda
Ridwan Rumasukun, Pj Gubernur Papua. Foto: Kominfo Papua/Wikipeda
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus wabah African Swine Fever (ASF) yang menyerang hewan ternak di Papua mengalami peningkatan tajam. Hal ini membuat Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan setempat menetapkan status darurat wabah ASF dan mengeluarkan beberapa imbauan. 

Dilansir dari Antara, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Papua Matheus P. Koibur mengungkapkan, angka kematian pada ternak babi telah meningkat sejak 6 Februari sampai 5 April 2024 di mana mencapai angka 156 ekor di kampung Noloka dan Ayapo Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. 

"Sebanyak 156 ekor ternak tersebut dengan gejala mengarah pada wabah ASF yang berpotensi semakin meluas sehingga guna mengantisipasi penyebarannya di wilayah Provinsi Papua maka diperlukan tindakan darurat bencana," kata Koibur di Jayapura, Kamis, 6 Juni 2024 sebagaimana dikutip dari Antaranews.

Koibur menyatakan bahwa status darurat ASF telah ditetapkan melalui surat keputusan Gubernur Papua Nomor: 188.4/143 Tahun 2024 tentang penetapan status keadaan darurat wabah penyakit African Swine Fever (ASF) di Provinsi Papua.

"Melalui surat keputusan tersebut maka kepada instansi teknis yang ada di Provinsi Papua agar gencar melakukan pencegahan dan pengendalian penularan serta penyebaran wabah AFS dengan beberapa langkah strategis," katanya.

Adapun surat Keputusan Status Keadaan Darurat Wabah Penyakit ASF itu berlaku selama 6(enam) bulan sejak tanggal ditetapkan pada 16 April 2024, dan akan dievaluasi kembali setalah adanya perubahan di lapangan melalui uji laboratorium sesuai ketentuan yang berlaku.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dilansir dari laman resmi papua.go.id, beberapa langkah yang diinstruksikan oleh Penjabat atau Pj Gubenur Papua M. Ridwan Rumasukun untuk melakukan pencegahan dan pengendalian penularan serta penyebaran wabah AFS antara lain: 

1. Melarang melalulintaskan ternak babi, produk dan olahanya dari dan ke Kabupaten Jayapura, serta dari daerah tertular ASF ke daerah yang masih bebas dari wabah AFS
2. Melakukan depopulasi atau pemusnahan terbatas di daerah wabah 
3. Melakukan suveilens kasus ASF di seluruh Papua
4. Meningkatkan Sosialisasi tentang bahaya ASF
5. Meningkatkan desinfeksi di peternakan babi
6. Melakukan pemetaan sentra-sentra peternakan babi
7. Melakukan himbuan pada pengelola peternakan babi apabila menggunakan pakan swill feeding harus dimasak dengan sempurna
8. Melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tempat pemotongan babi, rumah makan / restoran yang menyajikan bahan daging / olahan babi. 

Selain langkah-langkah tersebut, Koibur juga menghimbau kepada masyarakat khususnya peternak babi agar tidak panik termasuk bagi para konsumen. Ia mengingatkan, apabila  ada ternak babi yang sakit atau mati secara mendadak sebaiknya melapor pada petugas atau pun penyuluh dan dinas terkait agar segera dilakukan pemeriksaan. 

Untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran wabah ASF di Papua, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen menyelesaikan masalah ini dengan melakukan pemantauan dan pengamatan langsung di lapangan dan juga melibatkan multistakeholder, mengingat bahwa hingga saat ini wabah ASF juga belum ada penangkalnya. 

Pilihan Editor: Bedanya African Swine Fever dan Flu Babi, Ini Kata Kemenkes

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Pakar Sebut Imunisasi Tambahan untuk Cegah dan Kurangi Risiko KLB

31 hari lalu

Ilustrasi Imunisasi. TEMPO/Fully Syafi
Pakar Sebut Imunisasi Tambahan untuk Cegah dan Kurangi Risiko KLB

Imunisasi tambahan penting karena merupakan salah satu upaya mencegah dan mengurangi risiko wabah atau KLB.


Virus Flu Burung Strain Baru Renggut Korban Pertama, Ini Kronologi dan Usulan Pencegahannya

34 hari lalu

Pejabat kesehatan Korea Selatan mengubur ayam di peternakan unggas tempat virus flu burung H5N6 yang sangat patogen menyebar di Haenam, Korea Selatan, 17 November 2016. Yonhap/via REUTERS
Virus Flu Burung Strain Baru Renggut Korban Pertama, Ini Kronologi dan Usulan Pencegahannya

Flu burung adalah salah satu penyakit infeksi yang punya potensi menimbulkan wabah, dan bahkan bukan tidak mungkin menyebar antarnegara


Beragam Jenis Babi, Apa Saja Bedanya?

35 hari lalu

Ilustrasi babi. freepik.com
Beragam Jenis Babi, Apa Saja Bedanya?

Ada berbagai jenis babi di seluruh dunia. Setiap jenis memiliki kekhasan, termasuk warna, ukuran, perilaku, dan kualitas dagingnya


Virus ASF Babi Terdeteksi di Lembata, Apa Itu African Swine Fever?

35 hari lalu

Virus ASF flu babi Afrika. Foto : The Pirbright Institute
Virus ASF Babi Terdeteksi di Lembata, Apa Itu African Swine Fever?

Pemerintah Kabupaten Lembata, NTT melarang hilir mudik ternak babi antarkecamatan dan desa untuk mencegah penyebaran virus ASF atau African swin fever


Virus ASF Menyerang Ternak Babi, Status Darurat hingga Mencegah Penyebaran

35 hari lalu

Virus ASF flu babi Afrika. Foto : The Pirbright Institute
Virus ASF Menyerang Ternak Babi, Status Darurat hingga Mencegah Penyebaran

Ternak babi yang terserang virus flu babi Afrika atau virus ASF terdeteksi di Papua


Ditemukan Dua Kasus di Lembata, Babi Virus ASF Dapat Menimbulkan Kerugian Ekonomi

36 hari lalu

Kandang peternakan babi yang tidak memiliki izin di Mlese, Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 26 Januari 2023. Satpol PP Kabupaten Klaten menutup peternakan babi tersebut karena tidak memilik surat izin usaha peternakan serta berada di tengah pemukiman warga. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Ditemukan Dua Kasus di Lembata, Babi Virus ASF Dapat Menimbulkan Kerugian Ekonomi

Pemkab Lembata melarang lalu lintas ternak babi antar-kecamatan dan desa untuk mencegah penyebaran virus African Swine Fever (ASF)


Haramkan Ternak Diberi Pakan Campuran Darah Babi, MUI: Tidak Dapat Disertifikasi Halal

42 hari lalu

Peternak memberi pakan ternak sapi di Jakarta, Selasa 27 Februari 2024. Sebanyak tujuh rumah warga di sekitar peternakan sapi tersebut memanfaatkan limbah kotoran ternak untuk dijadikan energi biogas dalam kehidupan sehari-hari.  ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso
Haramkan Ternak Diberi Pakan Campuran Darah Babi, MUI: Tidak Dapat Disertifikasi Halal

MUI telah mengeluarkan fatwa melarang pakan ternak dari campuran darah babi.


Pria Penerima Ginjal Babi Pertama di Dunia Akhirnya Meninggal

13 Mei 2024

Ginjal babi hasil rekayasa genetika tampak sehat selama operasi transplantasi di NYU Langone di New York. Prosedur yang dilakukan di NYU Langone Health di New York City melibatkan penggunaan babi yang gennya telah diubah sehingga jaringannya tidak lagi mengandung molekul yang diketahui memicu penolakan segera. Joe Carrotta for NYU Langone Health/Handout via REUTERS
Pria Penerima Ginjal Babi Pertama di Dunia Akhirnya Meninggal

Seorang pria penerima transplantasi ginjal babi pertama di dunia meninggal setelah dua bulan operasi pencangkokan. Apa sebabnya?


Persetujuan Baru Soal Penularan Wabah Melalui Udara dan Dampaknya Pasca-Pandemi COVID-19

26 April 2024

Seorang pria yang mengenakan masker berjalan melewati ilustrasi virus di luar pusat sains regional di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Oldham, Inggris, 3 Agustus 2020. [REUTERS/Phil Noble]
Persetujuan Baru Soal Penularan Wabah Melalui Udara dan Dampaknya Pasca-Pandemi COVID-19

Langkah ini untuk menghindari kebingungan penularan wabah yang terjadi di awal pandemi COVID-19, yang menyebabkan korban jiwa yang cukup signifikan.


Monash University Gelar World Health Summit, Demam Berdarah Hingga Penelitian Soal Obat Jadi Bahasan

10 April 2024

Associate Professor Henry Surendra sebelumnya membahas kesenjangan pandemi dan kematian akibat Covid-19 di Indonesia/Monash University
Monash University Gelar World Health Summit, Demam Berdarah Hingga Penelitian Soal Obat Jadi Bahasan

World Health Summit akan pertama kali digelar di Monash University. Ada beberapa tema yang akan dibahas oleh peneliti, salah satunya, demam berdarah