Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Baliho SBY Bertebaran di Masa Tenang, Demokrat: Bukan Ajakan Memilih

Editor

Amirullah

image-gnews
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama menantunya, Annisa Pohan bernyanyi usai acara pidato politik bertajuk
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama menantunya, Annisa Pohan bernyanyi usai acara pidato politik bertajuk "Indonesia Maju" di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa, 6 Februari 2024. Dalam pidatonya AHY menyampaikan visi misi Partai Demokrat mulai dari perekonomian, pendidikan, hingga kesejahteraan rakyat. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Baliho bergambar Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY tiba-tiba muncul di sejumlah titik di Jakarta pada masa tenang. Baliho itu bergambar wajah SBY melambaikan tangan kanannya di bawah tulisan "Masih Ingat Saya?". Gambar dan tulisan serupa sempat diunggah di akun media sosial X (dulu Twitter) Partai Demokrat. Namun kini, postingan tersebut telah dihapus.

Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan baliho itu merupakan inisiatif pribadi Presiden RI ke-6 itu. "Beliau menyapa rakyat yang pernah dipimpinnya," ujar Herzaky saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin, 12 Februari 2024.

Menurut Herzaky, SBY memasang baliho itu setelah melihat animo masyarakat atas kedatangannya di berbagai daerah. Dari perjumpaan-perjumpaan itu, Herzaky mengatakan SBY merasakan masih banyak rakyat yang merindukannya.

Ketika ditanya perihal waktu kemunculan baliho pada masa tenang, Herzaky membantah baliho itu merupakan bentuk kampanye. Menurut dia, tak ada ajakan memilih serta identitas partai dalam baliho itu. "Beliau mempunyai hak sebagai warga negara," kata Herzaky.

Herzaky mengklaim pemasangan baliho-baliho itu tak melibatkan Partai Demokrat. Menurut dia, SBY hanya menyampaikan informasi ingin memasang baliho itu. "Enggak (dari Partai Demokrat). Dia masang-masang sendiri," ujar Herzaky.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut Herzaky, inisiatif SBY justru bagus karena dinilai bisa membantu Komisi Pemilihan Umum atau KPU untuk mengajak berpartisipasi dalam Pemilu. "Yang enggak boleh kan ajakan memilih atau memasang logo partai," kata Herzaky.

Baliho-baliho itu, Herzaky mengatakan bersifat pribadi, bukan politis. Bila orang yang melihat baliho itu kemudian tergerak untuk memilih, dia mengatakan mengembalikan itu kepada masyarakat. Namun, dia menilai pemikiran itu tidak akan serta-merta muncul setelah masyarakat melihat baliho.

Pilihan Editor: Pemilu 2024: Ini Lokasi Nyoblos Anies-Muhaimin, Prabowo-Gibran, dan Ganjar-Mahfud

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tanggapan KPU soal Tudingan Sirekap Membuat Kegaduhan di Publik

11 menit lalu

Sirekap Penuh Kesalahan
Tanggapan KPU soal Tudingan Sirekap Membuat Kegaduhan di Publik

Sirekap, alat penghitungan suara sementara pemilihan umum atau Pemilu 2024, menuai banyak protes dari berbagai saksi partai politik.


Menuai Pro dan Kontra, Jokowi Beri Pangkat Jenderal Kehormatan ke Prabowo

26 menit lalu

Presiden Joko Widodo saat memberikan kenaikan pangkat secara istimewa  kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto disela-sela Rapat Pimpinan TNI-Polri Tahun 2024 di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu 28 Februari 2024. Menhan RI Prabowo Subianto merupakan seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir jenderal bintang tiga atau letnan jenderal. Prabowo keluar dari kedinasan setelah diberhentikan dengan hormat sebagaimana Keputusan Presiden (Keppres) Nomor: 62/ABRI/1998 yang diteken oleh Presiden Ke-3 RI B. J. Habibie pada 20 November 1998. TEMPO/Subekti.
Menuai Pro dan Kontra, Jokowi Beri Pangkat Jenderal Kehormatan ke Prabowo

Jokowi menyatakan bahwa pemberian gelar Jenderal Kehormatan kepada Prabowo Subianto adalah sebuah penghormatan. Menuai pro dan kontra.


Jokowi Sebut Riak Kecil di Pemilu Biasa, Politikus PDIP: Mengecilkan Protes Guru Besar dan Masyarakat Sipil

36 menit lalu

Chico Hakim. Instagram
Jokowi Sebut Riak Kecil di Pemilu Biasa, Politikus PDIP: Mengecilkan Protes Guru Besar dan Masyarakat Sipil

Chico Hakim, menyayangkan pernyataan Jokowi. mengerdilkan protes dan suara dari masyarakat sipil yang lantang menyuarakan dugaan kecurangan pemilu.


DKPP Sebut Pemeriksaan Ketua dan Anggota KPU Dilanjutkan pada Sidang Berikutnya

1 jam lalu

Ilustrasi pemilu. REUTERS
DKPP Sebut Pemeriksaan Ketua dan Anggota KPU Dilanjutkan pada Sidang Berikutnya

DKPP mengatakan pemeriksaan Ketua KPU Hasyim Asy'ari dan enam anggotanya perihal dugaan kebocoran data DPT akan dilanjutkan pada sidang berikutnya


Wewenang MK Untuk Mengadili Sengketa Hasil Pemilu 2024, Simak Prosedurnya

1 jam lalu

Petugas PPK menghitung jumlah suara dari formulir C plano saat rekapitulasi suara Pemilu 2024 di kantor Kecamatan Sumur Bandung di Kota Bandung, Jawa Barat, 21 Februari 2024. Setelah rekapitulasi sempat dihentikan oleh KPU RI karena tak akuratnya penghitungan di situs web Sirekap milik KPU, saat ini proses rekapitulasi berlanjut dengan sistem penghitungan manual sesuai formulir C plano dari TPS-TPS. TEMPO/Prima Mulia
Wewenang MK Untuk Mengadili Sengketa Hasil Pemilu 2024, Simak Prosedurnya

Untuk membuktikan dugaan kecurangan hasil Pemilu 2024 maka dapat ditempuh lewat jalur Mahkamah Konstitusi. Bagaimana syarat dan prosesnya?


Besok Masa Reses DPR Berakhir, Mengenal Istilah Masa Reses

2 jam lalu

Sejumlah Anggota DPR RI saat mengikuti Rapat Paripurna ke-11 Masa Persidangan III tahun 2023-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Januari 2024. Rapat paripurna tersebut beragendakan pidato Ketua DPR RI pada pada Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2023 - 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Besok Masa Reses DPR Berakhir, Mengenal Istilah Masa Reses

Masa reses merupakan masa dimana para anggota Dewan bekerja di luar gedung DPR, menjumpai konstituen di daerah pemilihannya (Dapil) masing-masing.


Pakar Yakini Hanya PDIP yang Solid Ajukan Hak Angket DPR soal Kecurangan Pemilu 2024

2 jam lalu

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Jakarta, Ujang Komarudin. ANTARA/HO-Universitas Al-Azhar Jakarta/am.
Pakar Yakini Hanya PDIP yang Solid Ajukan Hak Angket DPR soal Kecurangan Pemilu 2024

Ujang menilai PDIP solid gulirkan hak angket karena kecewa dengan Presiden Jokowi ketika tidak taat mendukung Ganjar Pranowo-Mahfud Md.


Alasan Jokowi Beri Pangkat Jenderal TNI Kehormatan ke Prabowo Setelah Pemilu 2024

2 jam lalu

Presiden Joko Widodo saat memberikan kenaikan pangkat secara istimewa  kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto disela-sela Rapat Pimpinan TNI-Polri Tahun 2024 di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu 28 Februari 2024. Menhan RI Prabowo Subianto merupakan seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir jenderal bintang tiga atau letnan jenderal. Prabowo keluar dari kedinasan setelah diberhentikan dengan hormat sebagaimana Keputusan Presiden (Keppres) Nomor: 62/ABRI/1998 yang diteken oleh Presiden Ke-3 RI B. J. Habibie pada 20 November 1998. TEMPO/Subekti.
Alasan Jokowi Beri Pangkat Jenderal TNI Kehormatan ke Prabowo Setelah Pemilu 2024

Jokowi ungkapkan alasannya beri pangkat Jenderal TNI Kehormatan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto setelah Pemilu 2024.


Koalisi Sipil Kecam Jokowi Beri Prabowo Gelar Kehormatan Jenderal TNI

2 jam lalu

Presiden Jokowi memberi keterangan usai Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri pada Rabu 28 Februari 2024 di Gedung Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. TEMPO/Daniel A. Fajri
Koalisi Sipil Kecam Jokowi Beri Prabowo Gelar Kehormatan Jenderal TNI

Kelompok yang mencakup 20 organisasi ini menilai penganugerahan gelar bintang empat kepada Prabowo merupakan langkah keliru.


Pengamat Prediksi PPP Tak Akan Dukung Hak Angket DPR soal Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

3 jam lalu

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Jakarta, Ujang Komarudin. ANTARA/HO-Universitas Al-Azhar Jakarta/am.
Pengamat Prediksi PPP Tak Akan Dukung Hak Angket DPR soal Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

Ujang Komarudin, memprediksi PPP tidak akan mendukung koalisinya menggulirkan hak angket di DPR usut dugaan kecurangan pemilu 2024