Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

SK Trimurti Menteri Tenaga Kerja Pertama Indonesia, Ini Perjalanan Politiknya

SK Trimurti. Wikipedia
SK Trimurti. Wikipedia
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Soerasti Karma Trimoerti atau lebih dikenal dengan SK Trimurti merupakan seorang wartawan dengan tulisan yang tajam sebelum ia menjadi Menteri Tenaga Kerja pertama di negeri ini. Tulisannyalah yang membuat ia dicurigai pemerintah Belanda.

Dilansir melalui Jurnal S. K. Trimurti: Pejuang Perempuan Indonesia, baginya pers merupakan senjata ampuh untuk mengobarkan semangat kemerdekaan dari tekanan para penjajah. Walau surat kabarnya berulang kali gulung tikar, ia tetap berjuang.

Terlahir di keluarga dengan posisi perempuan yang sangat dibatasi, membuatnya menentang posisi ini dengan keras. Trimurti merupakan perwujudan kesadaran perempuan di ranah politik, tidak melulu di ranah domestik.

Perempuan kelahiran Boyolali, 11 Mei 1912 ini terhitung masih abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta. Ia merupakan lulusan dari Sekolah Ongko Loro atas kehendak ayahnya  dengan melanjutkan ke sekolah guru perempuan yang masa studinya selama 4 tahun. 

Pada masanya, perempuan dianggap tabu mengikuti aktivitas politik maupun organisasi yang kebanyakan dilakukan oleh laki-laki. Ia tidak setuju dengan ini setelah ia dewasa, karena baginya perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk memajukan dirinya. Sembari mengajar, ia aktif menajdi anggota Rukun Wanita yang sering mengikuti rapat-rapat yang diadakan oleh Budi Utomo cabang Banyumas.

Ia merupakan perempuan muda yang haus akan nilai dan semangat perjuangan. Ia terinspirasi dari pidato Soekarno yang mengatakan bangsa Indonesia harus mulai bergegas untuk menerapkan anti imperialisme dan anti kolonialisme. Yang akhirnya membuat tekadnya untuk melepas status guru dan bergabung dengan Partindo cabang Bandung, keputusan ini merupakan keputusan yang ditentang oleh keluarganya. Namun, dari sinilah dia belajar tentang politik dan perjuangan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

SK Trimurti adalah saksi diadakannya rapat BPUPKI dan desakan kaum muda untuk memproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus 1945. Juga ikut menyebarkan berita kemerdekaan ke daerah-daerah, ia juga menjadi anggota KNIP yang membantu pekerjaan presiden sebelum terbentuk DPR MPR. Suasana peralihan kekuasaan Indonesia saat itu tidak berjalan mulus dan mengalami sendiri  pertempuran antara prajurit Jepang dan rakyat Indonesia di Semarang.

SK Trimurti masih terus menulis di tengah perjuangannya. Ini yang mengilhami Aliansi Jurnalis Independen (AJI )mengabadikan namanya sebagai anugerah penghargaan dengan nama SK Trimurti Award untuk mengabadikan dan melestarikan semangat dan prinsip perjuangan SK Trimurti kepada aktivis perempuan dan jurnalis perempuan. Ia meninggal pada 20 Mei 2008.

Pilihan Editor: SK Trimurti Menteri Tenaga Kerja Pertama Indonesia 1947 - 1948, Begini Profilnya

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


AI Dalam Industri Jurnalistik, Praktisi Pers: Anggap sebagai Tools

12 hari lalu

Tempo mengulas ChatGPT dan pemanfaatannya di industri kreatif dalam rubrik Urban. Artikel jua adilengkapi dengan seluk-beluk ChatGPT dari sisi teknologi, serta contoh program komputer berbasis AI
AI Dalam Industri Jurnalistik, Praktisi Pers: Anggap sebagai Tools

Artificial intelligence atau AI dapat dimanfaatkan dalam segala bidang, termasuk jurnalistik. Ini hanya tools, paling penting media dan jurnalisnya.


Kebebasan Pers Terancam, Sekjen AJI: Pembatasan Berekspresi Mengorbankan Kepentingan Publik

12 hari lalu

Massa yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Forum Jurnalis Freelance melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Vonis ini dianggap ancaman bagi kebebasan pers dan kemunduran demokrasi di negara Myanmar. TEMPO/Muhammad Hidayat
Kebebasan Pers Terancam, Sekjen AJI: Pembatasan Berekspresi Mengorbankan Kepentingan Publik

Kebebasan berekspresi dan kebebasan pers merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Pembatasan keduanya bisa mengorbankan kepentingan publik.


Laporan Yayasan Tifa: Kekerasan terhadap Jurnalis di Level Mengkhawatirkan

16 hari lalu

Kelompok Jurnalis menunjukkan poster saat melakukan aksi terkait kekerasan terhadap Jurnalis di Taman Aspirasi, Jakarta, Kamis, 26 September 2019. Aksi tersebut dilakukan untuk meminta pertanggung jawaban kepada pelaku kekerasan dan perampasan alat kerja wartawan yang dilakukan oleh oknum Kepolisian. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Laporan Yayasan Tifa: Kekerasan terhadap Jurnalis di Level Mengkhawatirkan

Jumlah kasus kekerasan terhadap jurnalis per tahun masih di atas 40 kasus.


Kekerasan terhadap Jurnalis Meningkat, Berikut Adalah Ancaman Pelanggar Kebebasan Pers

17 hari lalu

Jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya berunjuk rasa di Surabaya, Jumat, 25 Januari 2019. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo alias Jokowi mencabut kembali remisi untuk I Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali bernama AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. ANTARA/Didik Suhartono
Kekerasan terhadap Jurnalis Meningkat, Berikut Adalah Ancaman Pelanggar Kebebasan Pers

AJI mencatat bahwa terdapat 67 kasus kekerasan terhadap jurnalis pada akhir tahun 2022. Data ini menunjukkan bahwa terdapat kenaikan dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 43 kasus.


Yayasan TIFA Ungkap Kurangnya Kebebasan Bagi Jurnalis di Indonesia

19 hari lalu

Forum Konsultasi Nasional Ragam Pemangku  Kepentingan di Jakarta, 17 Mei 2023
Yayasan TIFA Ungkap Kurangnya Kebebasan Bagi Jurnalis di Indonesia

Temuan ini dipaparkan dalam acara Mitigasi Keselamatan Jurnalis di Indonesia: Forum Konsultasi Nasional Ragam Pemangku Kepentingan.


Dampak Sanksi, Wartawan Rusia Pilih Mengundurkan Diri dari PEN Amerika

19 hari lalu

Ilustrasi wartawan televisi. shutterstock.com
Dampak Sanksi, Wartawan Rusia Pilih Mengundurkan Diri dari PEN Amerika

Masha Gessen mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden dewan PEN Amerika setelah dua penulis Rusia tidak diundang ke World Voices Festival


Diancam dan Diintimidasi, Nasib Wartawan dalam Konflik Sudan

20 hari lalu

Para jurnalis mengobrol di dalam Sindikat Jurnalis Sudan di Khartoum, Sudan 14 Februari 2023. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah
Diancam dan Diintimidasi, Nasib Wartawan dalam Konflik Sudan

Para pekerja media mengatakan mereka diintimidasi oleh kedua belah pihak bertikai dalam konflik Sudan karena melaporkan pelanggaran HAM.


Kekerasan Terhadap Wartawan Dibahas di Forum Nasional Mitigasi Keselamatan Jurnalis

20 hari lalu

Forum Konsultasi Nasional Ragam Pemangku  Kepentingan di Jakarta, 17 Mei 2023
Kekerasan Terhadap Wartawan Dibahas di Forum Nasional Mitigasi Keselamatan Jurnalis

Yayasan TIFA dalam Program Jurnalisme Aman merangkum sejumlah temuan masih adanya kekerasan yang dialami jurnalis. Temuan bertajuk Laporan Assessment Regional Meeting: Penanganan Kekerasan terhadap Jurnalis di Tiga Wilayah Indonesia, menyebut masih kurangnya kebebasan jurnalis di Tanah Air.


Israel Tak Bertanggung Jawab atas Tewasnya 20 Wartawan dalam 2 Dekade

25 hari lalu

Ilustrasi wartawan televisi. shutterstock.com
Israel Tak Bertanggung Jawab atas Tewasnya 20 Wartawan dalam 2 Dekade

Laporan CPJ mengungkap Israel tidak bertanggung jawab atas tewasnya 20 wartawan dalam 2 dekade terakhir.


Prancis Buka Penyelidikan Kejahatan Perang atas Kematian Jurnalis AFP di Ukraina

26 hari lalu

Wartawan AFP Arman Soldin, yang tewas akibat serangan roket. Bulent Kilic/AFP/Handout via REUTERS
Prancis Buka Penyelidikan Kejahatan Perang atas Kematian Jurnalis AFP di Ukraina

Pengadilan Prancis meluncurkan penyelidikan kejahatan perang atas kematian reporter AFP Arman Soldin yang terbunuh di Ukraina