Saksi Kunci Kasus Dugaan Suap Hakim Torang Diperiksa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Muhammad Azhari, saksi kunci yang turut hadir dalam pertemuan antara hakim Torang Tampubolon dengan Wawan Iriawan bersama kliennya, Jumat (24/1), diperiksa di Satuan Serse Tindak Pidana Korupsi Polda Metro Jaya. Pemeriksaan dilakukan hingga menjelang shalat Jumat. Dalam pemeriksaan, Azhari didampingi kuasa hukumnya Omay Kusmayadi. Selain dia, Wawan Iriawan juga terlihat ikut mendampingi . Usai diperiksa, Azhari menyatakan, pemeriksaan dilakukan seputar pertemuan di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta pada 24 Oktober lalu. Ketika itu, ia hendak bertemu dengan Wawan Iriawan sebagai kuasa hukumnya dalam kasus dia di Padang. Saat itu, saya melihat Pak Wawan bertemu dengan hakim itu, yang saya tahu namanya hakim Torang belakangan," kata dia. Saat itu, Azhari memang telah berjanji untuk bertemu Wawan di hotel itu, sekitar pukul 17.00 WIB. Setibanya di sana, ia melihat pertemuan antara hakim Torang, Wawan Iriawan, dan Taufik Suryadharma, Direktur PT Satya Teguh Persada (STP) yang tengah bersengketa dengan PT Asri Kencana Gemilang (AKG) milik Yohanes Sukotjo. Saya hanya mendengar pembicaraan itu, yakni hakim itu bersedia membantu asal tahu sama tahu. Ya, namanya berperkara, orang sudah tahu ada dananya, ungkapnya, menirukan permintaan Torang. Lalu, ia mendengar Torang meminta dana 10 persen dari nilai perkara bila ingin dimenangkan. Azhari mengaku tidak mendengar angka Rp 3 miliar, seperti yang disebutkan. Seperti ditulis sebelumnya, kasus dugaan suap yang menimpa hakim Torang Tampubolon ini mencuat setelah Wawan Iriawan melaporkan hakim ini ke Polda Metro Jaya karena dugaan pemerasan. Sekadar diketahui, pihak STP memenangkan penjualan aset kredit milik pihak AKG yang dilakukan dalam proses pelelangan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Ketika itu Taufik Suryadharma membeli aset kredit senilai Rp 100,5 milyar. Tapi, Yohanes Sukotjo tidak terima dengan proses pelelangan itu, dan menggugat pihak STP, BPPN, dan Bank Mandiri ke pengadilan negeri Jakarta Selatan, yang diketuai hakim Torang Tampubolon. Dalam putusan sela, Torang memenangkan perusahaan Yohanes Suktojo itu. Setelah putusan itu, Torang, Wawan, dan Taufik Suryadharma melakukan pertemuan dua kali di hotel, yaitu di hotel Grand Melia Kuningan, dan hotel Mulia Senayan, pada 10 Desember lalu. Dalam dua kali pertemuan itu, Torang bersedia memenangkan perkara Taufik asal disediakan dana. Menurut Azhari, ia mendengar Wawan Iriawan menanyakan materi perkaranya. Saat itu, Wawan mengungkapkan keyakinannya akan menang dalam perkara itu karena ia beli aset kredit dari pemerintah. Keyakinan Wawan itu dibalas Torang dengan upaya pemerasan seperti yang dituduhkan. Sebagai saksi yang mendengar pembicaraa itu, Azhari mengaku pernah dihubungi seseorang yang mengaku kenal dekat dengan Torang Tampubolon. Tapi tidak saya tanggapi karena saya tidak mau terlibat, ujar dia. Ia pun sempat mengiyakan saat dihubungi orang dekat Torang, dan dijanjikan sejumlah uang agar tidak bersedia bersaksi dalam pemeriksaan polisi. Dalam kasus gugatan itu, akhirnya Torang Tampubolon memangkan PT AKG, dan mengharuskan PT STP menanggung renteng biaya kekalahan sebesar Rp 43 milyar rupiah. (Istiqomatul Hayati-Tempo News Room).

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.