FGD BS Center, Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Keberadaan Bank Tanah

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam Focus Group Discussion kerjasama MPR RI dengan Brain Society Center (BS Center) tentang Kebijakan Bank Tanah, di Komplek MPR/DPR/DPD RI, di Jakarta, Kamis (1/12/22).

INFO NASIONAL -- Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo dalam acara Focus Group Discussion yang digelar Brain Society Center (BS Center) dan MPR RI menilai di tengah masih peliknya persoalan mengenai pengelolaan tanah, kehadiran Bank Tanah yang dibentuk Presiden Joko Widodo patut didukung. Pembentukan Bank Tanah tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah, dan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2021 tentang Struktur dan Penyelenggaraan Bank Tanah.
Pasal 33 Konstitusi menegaskan bahwa 'Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara, dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat'. Meniscayakan bahwa sumber daya agraria harus diatur secara ketat oleh negara, dengan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Kebijakan pengelolaan sumber daya agraria harus menempatkan kepentingan rakyat sebagai panglimanya.
"Ketetapan MPR RI Nomor 9/ MPR/ 2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam, secara tegas juga mengamanatkan untuk segera menindaklanjuti pelaksanaan pembaruan agraria, serta mencabut, mengubah dan/atau mengganti undang-undang dan peraturan pelaksanaan yang tidak sejalan dengan semangat pembaruan agraria. Semakin dikuatkan dalam Ketetapan MPR Nomor 1/MPR/2003, yang merekomendasikan dilakukannya langkah-langkah proporsional dan adil dalam penanganan konflik-konflik agraria, mulai dari persoalan hukum sampai dengan implementasinya di lapangan," ujar Bamsoet dalam Focus Group Discussion kerjasama MPR RI dengan Brain Society Center (BS Center) tentang Kebijakan Bank Tanah, di Komplek MPR/DPR/DPD RI, di Jakarta, Kamis (1/12/22).
Turut hadir antara lain Dirjen Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang Embun Sari, Guru Besar Hukum Agraria Universitas Gadjah Mada Maria SW. Sumardjono, Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor Endriatmo Sutarto, Ketua Dewan Pakar Brain Society Center (BSC) Didin S. Damanhuri dan Sekretaris Jenderal BSC Dhifla Wiyani.
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, pengelolaan tanah akan selalu menghadirkan potensi persoalan. Karena kebutuhan lahan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, dan berbanding terbalik dengan ketersediaan sumber daya tanah yang semakin menyusut. Sebagai gambaran, pada kurun waktu 2010 hingga 2020, angka pertumbuhan penduduk Indonesia rata-rata mencapai 1,25 persen. Merujuk data Kementerian Dalam Negeri, saat ini jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 275 juta jiwa. Proyeksi PBB, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2030 akan mencapai 295 juta jiwa. Sedangkan pada tahun 2035, BPS memperkirakan jumlah penduduk Indonesia menembus angka 305,7 juta jiwa.
"Di sisi lain, sumber daya tanah akan tetap konstan, sehingga kemampuan daya dukung untuk menopang kebutuhan manusia akan terus menyusut. Baik ketersediaan lahan untuk pemenuhan kebutuhan papan, ketersediaan lahan produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan, maupun ketersediaan lahan industri untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Sehingga keberadaan Bank Tanah diperlukan sebagai instrumen pemerintah untuk menjamin ketersediaan tanah bagi kepentingan umum, sosial, pembangunan nasional, pemerataan ekonomi, konsolidasi lahan, serta reforma agraria," jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, kehadiran Bank Tanah pun masih menimbulkan pro kontra. Pada umumnya, polemik agraria dengan hadirnya Bank Tanah ini dapat dinarasikan pada tiga persoalan. 
Pertama, tumpang tindihnya regulasi yang ada. Kedua, belum adanya peraturan teknis yang lebih detail untuk penerapan operasionalnya di daerah. Ini penting, mengingat setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing dalam pengaturan tanahnya, terutama tanah adat. Ketiga, pembentukan Bank Tanah juga belum tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat, sehingga menimbulkan asumsi dan persepsi yang beragam.
"Untuk menjawab ketiga persoalan tersebut, titik tekannya yakni dengan mengedepankan prinsip bahwa kehadiran Bank Tanah harus menjadi bagian dari solusi untuk menjawab berbagai persoalan agraria. Perlu ada sinergi dan keseimbangan dalam pengelolaan agraria, baik sebagai penopang kebutuhan dasar rakyat, sebagai sumber perekonomian rakyat, maupun sebagai aset investasi pembangunan yang potensial," pungkas Bamsoet. (*)





Mitra Usaha GoTo Unjuk Gigi di Davos, Kenalkan Kopi Khas Nusantara

12 jam lalu

Mitra Usaha GoTo Unjuk Gigi di Davos, Kenalkan Kopi Khas Nusantara

Momentum ini sekaligus sebagai aksi nyata GoTo untuk mendukung agenda pemerintah Indonesia di tingkat global


bank bjb Apresiasi Agen Laku Pandai

12 jam lalu

bank bjb Apresiasi Agen Laku Pandai

Program promosi Racing Payment Agen bjb BiSA! berlangsung dari 1 Januari 2023 sampai dengan 31 Januari 2023.


Review Semester II 2022, bjb Tumbuh Positif

13 jam lalu

Review Semester II 2022, bjb Tumbuh Positif

bank bjb tercatat terus tumbuh secara positif meskipun situasi ekonomi masih berada dalam masa transisi pemulihan pasca pandemi Covid-19.


bank bjb Tawarkan SBR012 Dalam Dua Tenor

14 jam lalu

bank bjb Tawarkan SBR012 Dalam Dua Tenor

Penerbitan SBN Ritel ini memberikan masyarakat kesempatan yang sama untuk ikut serta membiayai APBN


Daihatsu Indonesia Master 2023, Timnas Bulu Tangkis Indonesia Lanjutkan Perjuangan di Semifinal

20 jam lalu

Daihatsu Indonesia Master 2023, Timnas Bulu Tangkis Indonesia Lanjutkan Perjuangan di Semifinal

BNI berkomitmen terus mendukung pengembangan dan pembinaan cabang bulu tangkis


Anakan Hiu Dilepasliarkan di Raja Ampat

1 hari lalu

Anakan Hiu Dilepasliarkan di Raja Ampat

BKKPN Kupang mendukung segala bentuk pelestarian dan pelindungan yang ada di Raja Ampat.


BNI Raih Predikat Bank dengan Layanan Paling Memuaskan

1 hari lalu

BNI Raih Predikat Bank dengan Layanan Paling Memuaskan

BNI akan terus memaksimalkan layanan dengan dukungan infrastruktur informasi dan teknologi yang andal.


5 Rekomendasi Hotel Terbaik untuk Staycation di Sumatera Barat

1 hari lalu

5 Rekomendasi Hotel Terbaik untuk Staycation di Sumatera Barat

Deretan Hotel di Kota Padang dan Bukittinggi ini dekat dengan tempat wisata.


Peluncuran BNI Lotte Card agar Belanja Menyenangkan

1 hari lalu

Peluncuran BNI Lotte Card agar Belanja Menyenangkan

Belanja yang menyenangkan karena banyak tawaran menarik mendapat pengakuan selebritas Christian Sugiono.


BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Wajah Baru Pelayanan di Tangerang

2 hari lalu

BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Wajah Baru Pelayanan di Tangerang

Housewarming ini mempermudah pelayanan dengan digitalisasi.