Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Anak Terlanjur Minum Obat Sirup yang Dilarang, RSCM Imbau Lakukan Ini

Reporter

image-gnews
Ilustrasi ginjal. Shutterstock
Ilustrasi ginjal. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Lies Dina Liastuti memberikan imbauan bagi anak yang terlanjur minum obat sirup yang dilarang. Obat sirup diduga mengandung bahan cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang disinyalir penyebab gangguan ginjal akut progresif atipikal.

Lies menjelaskan, ada dua kondisi anak bila terlanjur minum obat sirup yang dilarang. Pertama, kondisi anak yang menunjukkan gejala dan yang kedua kondisi anak yang tidak menunjukkan gejala.

"Menurut kami observasi saja dulu, karena sudah terlanjur minum," kata Lies di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Oktober 2022.

Lies mengimbau untuk observasi bila anak menunjukkan gejala yang tidak baik seperti tidak bisa mengeluarkan urine/kencing, lemas, dan kesadaran menurun atau lebih banyak tidur. Bila terdeteksi hal tersebut, kata Lies, segera bawa anak ke dokter.

Untuk anak yang terlanjur minum obat sirup tapi tidak menunjukkan gejala tersebut, Lies mengimbau agar anak itu diberikan asupan cairan yang cukup dengan harapan dapat dikeluarkan melalui urine.

"Banyak minum aja, sekaligus untuk menurunkan panasnya dan semua gejalanya dia. Karena dia batuk pilek, supaya ingusnya juga encer. Banyak minum itu dengan harapan supaya nanti keluar lewat urine", ujarnya. Sikap orang tua yang jeli, sigap, dan tidak panik sangat dianjurkan oleh Dirut RSCM itu.

Lima obat sirup ditarik peredarannya

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merilis nama 5 sirup yang ditarik peredarannya. Kelimanya ditarik karena dinilai memiliki kandungan cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas aman.

BPOM menduga cemaran Etilen Glikol dan Dietilen Glikol tersebut berasal dari empat bahan tambahan yang digunakan dalam 5 obat sirup itu. Empat bahan tambahan itu yakni propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin/gliserol.

Keempat bahan tersebut, menurut BPOM sebenarnya bukan merupakan bahan yang berbahaya atau pun dilarang penggunaannya dalam pembuatan obat sirup.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

5 obat sirup yang ditarik BPOM diantaranya: 

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml.

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml.

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

GADIS OKTAVIANI

Baca: Gagal Ginjal Akut pada Anak Diduga karena Obat, SKI Minta Pemerintah Revitalisasi Apotek Hidup

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Senyawa Bromat Lebih Berbahaya dari BPA? Ini Kata Dokter

23 jam lalu

Ilustrasi minum air putih. Pexels/Yaroslav Shuraev
Senyawa Bromat Lebih Berbahaya dari BPA? Ini Kata Dokter

Dokter gizi dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengatakan bahwa senyawa bromat yang ada dalam air minum dalam kemasan


Siap-siap Harga MinyaKita Naik Rp 15.500 Setelah Idul Adha, Semula Diadakan Untuk Akses Minyak Goreng Terjangkau

23 jam lalu

Pedagang menata minyak goreng bersubsidi Minyakita di Pasar Induk Rau kota Serang, Banten, Ahad, 12 Februari 2023.  Pedagang membatasi warga maksimal hanya bisa membeli 2 liter perorang dengan harga Rp15 ribu perliter atau diatas HET yang ditetapkan pemerintah Rp14 ribu perliter akibat terjadi kelangkaan. ANTARA/Asep Fathulrahman
Siap-siap Harga MinyaKita Naik Rp 15.500 Setelah Idul Adha, Semula Diadakan Untuk Akses Minyak Goreng Terjangkau

Mendag Zulkifli Hasan sebut, kenaikan harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita akan terjadi setelah Idul Adha 2024. Ini asal usul diadakannya MinyaKita.


Profil Dokter Padmosantjojo, Ahli Bedah Saraf yang Berhasil Memisahkan Kembar Siam

10 hari lalu

Ilustrasi bayi berkepala dua/kembar siam. ANTARA
Profil Dokter Padmosantjojo, Ahli Bedah Saraf yang Berhasil Memisahkan Kembar Siam

Padmosantjojo adalah dokter bedah saraf yang pertama kali berhasil pisahkan kembar siam di Indonesia.


Kisah Dokter Padmosantjojo Berhasil Operasi Pemisahan Kembar Siam Pertama di Indonesia

11 hari lalu

Ilustrasi bayi berkepala dua/kembar siam. ANTARA
Kisah Dokter Padmosantjojo Berhasil Operasi Pemisahan Kembar Siam Pertama di Indonesia

Kembar siam pertama di Indonesia yang berhasil dipisahkan ialah Yuliana dan Yuliani, keduanya dipisahkan berkat operasi yang dipimpin dokter Padmosantjojo pada 1987.


Terkini Bisnis: RSCM Masih Pakai Sistem Kelas 1,2, 3 BPJS Kesehatan hingga Transaksi Judi Online Capai Rp100 Triliun

23 hari lalu

Terkini Bisnis: RSCM Masih Pakai Sistem Kelas 1,2, 3 BPJS Kesehatan hingga Transaksi Judi Online Capai Rp100 Triliun

RSCM menyatakan belum menerapkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan.


Pasien Khawatir Kebijakan KRIS dalam BPJS Kesehatan, Pertanyakan Standar Layanan dan Bisa Kehilangan Privasi

23 hari lalu

Petugas medis menyiapkan fasilitas baru untuk pasien anak yang terinfeksi virus corona (COVID-19) di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis 30 April 2020. Kapasitas ruangan untuk penanganan pasien corona RS tersebut bertambah dari sebelumnya dilakukan di tiga lantai Gedung Kiara (lantai 1, 2, dan 6) menjadi empat lantai dengan tambahan di lantai 4. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Pasien Khawatir Kebijakan KRIS dalam BPJS Kesehatan, Pertanyakan Standar Layanan dan Bisa Kehilangan Privasi

Sejumlah pasien di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta mengkahwatirkan perubahan layanan BPJS Kesehatan bakal mengubah sejumlah layanan yang ada


RSCM Belum Terapkan KRIS BPJS Kesehatan, Dirut Sebut Pengumuman Resmi Bulan Depan

23 hari lalu

Terdapat 12 fasilitas ruang rawat inap yang ditentukan setelah kelas BPJS Kesehatan dihapuskan dan diganti dengan KRIS. Berikut informasinya. Foto: Canva
RSCM Belum Terapkan KRIS BPJS Kesehatan, Dirut Sebut Pengumuman Resmi Bulan Depan

Dirut RSCM Supriyanto memastikan bahwa sistem KRIS BPJS Kesehatan belum diberlakukan.


10 Tahun Ainun Habibie Berpulang, Belahan Jiwa BJ Habibie Dokter Lulusan UI

25 hari lalu

Asri Ainun Habibie ketika mendampingi sang suami, BJ Habibie. TEMPO/Bernard Chaniago
10 Tahun Ainun Habibie Berpulang, Belahan Jiwa BJ Habibie Dokter Lulusan UI

Ainun Habibie meninggal 10 tahun lalu. Tapi kisah cinta dokter lulusan UI bersama BJ Habibie itu telah melegenda.


BPOM Pastikan Vaksin AstraZeneca Sudah Tidak Beredar di Indonesia

31 hari lalu

Vaksin AstraZeneca menjadi satu di antara vaksin yang digunakan banyak negara termasuk Indonesia dalam melawan pandemi virus corona. Sarah Gilbert juga melepas hak paten dalam proses produksi vaksin tersebut, sehingga harga vaksin bisa lebih murah. Sarah dan sejumlah ilmuwan yang terlibat dalam pembuatan vaksin telah dianugrahi gelar kebangsawanan oleh Ratu Elizabeth II tahun ini. REUTERS
BPOM Pastikan Vaksin AstraZeneca Sudah Tidak Beredar di Indonesia

Koordinator Humas Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) Eka Rosmalasari angkat bicara soal penarikan vaksin AstraZeneca secara global.


Jangan Sembarang Pakai Skincare Etiket Biru, BPOM Sebut Alasannya

41 hari lalu

Ilustrasi produk perawatan kulit. Freepik.com
Jangan Sembarang Pakai Skincare Etiket Biru, BPOM Sebut Alasannya

Masyarakat diminta untuk tertib dalam menggunakan skincare sesuai peruntukannya, terutama yang beretiket biru, cek sebabnya.