Survei Indikator: Elektabilitas AHY dan Puan Maharani Konsisten Menguat

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato kebangsaan dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat, 16 September 2022. Dalam pidato kebangsaan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut sedang intens dengan 2 partai terkait rencana koalisi dan strategi Partai Demokrat dalam pemenangan pemilu 2024, serta membahas isu-isu nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Nama Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dan Puan Maharani konsisten menguat dalam dua bulan terakhir dalam pilihan elektoral masyarakat sebagai calon presiden atau Capres 2024. Hal tersebut terungkap dalam survei Indikator Politik Indonesia yang digelar baru-baru ini.

Dalam simulasi 19 nama semi terbuka, Ketua Umum Partai Demokrat AHY berada di peringkat 5 dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di peringkat 7. Elektabilitas AHY terus naik dari Juni (2,1 persen), Agustus (2,9 persen), dan September (4,4 persen). Begitu pun dengan Puan.

"Puan Maharani juga naik menjadi 1,9 persen (September)," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam paparan rilis, Ahad, 2 Oktober 2022. Pada Juni dan Agustus, elektabilitas Puan baru di angka 0,7 persen dan 1,3 persen.

Satu nama lain yang masih mengalami kenaikan elektabilitas adalah Menteri Pariwisata Sandiaga Uno. Dari Juni (2,4 persen), Agustus (1,9 persen), dan September (3 persen).

Sementara itu, nama-nama lain cenderung fluktuatif turun naik. Di posisi tiga besar misalnya, ada elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang turun naik. Dari Juni dengan 29 persen, Agustus (24,5), dan September (29 persen).

Sementara elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengalami penurunan. Prabowo dari Juni (20,3), Agustus (21,3), dan September (19,6). Sementara Anies dari Juni (18,5), Agustus (19,3), dan September (17,4).

Adapun nama-nama lain juga mengalami penurunan elektabilitas. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dari Juni (10,3), Agustus (10,4), anjlok menjadi September (8,7). Demikian juga dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Airlangga bahkan tidak masuk dalam 10 besar.

Adapun rincian 10 besar dari simulasi 19 nama yaitu sebagai berikut:

1. Ganjar: 29 persen
2. Prabowo: 19,6
3. Anies: 17,4
4. Ridwan: 8,7
5. AHY: 4,1 persen
6. Sandiaga: 3 persen
7. Puan: 1,9 persen
8. Khofifah Indar Parawansa: 1,8 persen
9. Erick Thohir: 1 persen
10. Mahfud Md: 0,9 persen

Selain itu, survei Indikator Politik Indonesia juga mencatat elektabilitas PDIP masih jadi yang tertinggi setelah kenaikan harga BBM. Ini karena approval rating terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi mulai pulih.

"PDIP paling diuntungkan kalau approval presiden mengalami recover," kata Burhanuddin dalam paparan rilis, Minggu, 2 Oktober 2022.

Rincian lengkapnya yaitu sebagai berikut:

1. PDIP: 26 persen
2. Gerindra: 11,9 persen
3. Golkar: 9,8 persen
4. Demokrat: 8,3 persen
5. PKS: 7,1 persen
6. PKB: 6 persen
7. NasDem: 4,4 persen
8. Perindo: 3,9 persen
9. PPP: 2,3 persen
10. PAN: 1,1 persen

Survei digelar oleh Indikator pada 13-20 September 2022 dengan jumlah responden sebanyak 1.220 orang. Penarikan sampel menggunakan multistage random sampling. Survei ini memliki margin of error sekitar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: Survei Capres 2024 CSIS: Anies Unggul Head to Head terhadap Ganjar






Anies Baswedan Tidak Diundang ke Reuni 212 di Masjid At-Tin

5 jam lalu

Anies Baswedan Tidak Diundang ke Reuni 212 di Masjid At-Tin

Ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan beberapa kali menghadiri kegiatan Reuni 212 di Monas.


Puan Ajak Lulusan UBK Ikut Bangun Bangsa

5 jam lalu

Puan Ajak Lulusan UBK Ikut Bangun Bangsa

Lulusan UBK didorong mempersiapkan diri menghadapi persaingan, menghadapi risiko usaha, serta meningkatkan kualitas diri.


Profil AKBP Veronica Yulis, Istri Yudo Margono Polwan Berpangkat AKBP Tugas di Baharkam Mabes Polri

7 jam lalu

Profil AKBP Veronica Yulis, Istri Yudo Margono Polwan Berpangkat AKBP Tugas di Baharkam Mabes Polri

Istri calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Veronica Yulis anggota polwan berpangkat AKBP bertugas di Baharkam Mabes Polri. Ini profilnya.


Jokowi Singgung Capres Rambut Putih, PPP: Itulah Hebatnya, Terus Jadi Trendsetter

7 jam lalu

Jokowi Singgung Capres Rambut Putih, PPP: Itulah Hebatnya, Terus Jadi Trendsetter

Kendati demikian, Arsul mengatakan pernyataan Jokowi yang kerap trending, termasuk capres berambut putih, tidak bisa dimaknai sepenggal-sepenggal.


Apa Itu Brevet Hiu Kencana? Disematkan Yudo Margono kepada Puan Maharani Sebelum Umumkan Calon Panglima TNI

12 jam lalu

Apa Itu Brevet Hiu Kencana? Disematkan Yudo Margono kepada Puan Maharani Sebelum Umumkan Calon Panglima TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono berikan Brevet Hiu Kencana kepada Puan Maharani dan KSAD Dudung Abdurachman. Apa istimewanya brevet ini?


Profil dan Karier Politik Prananda Prabowo yang Menjadi Kepala Pusat Analisa PDIP

13 jam lalu

Profil dan Karier Politik Prananda Prabowo yang Menjadi Kepala Pusat Analisa PDIP

Prananda Prabowo ditunjuk sebagai Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP. Siapakah dia dan bagaimana karier politiknya?


NasDem Ungkap Hambatan Safari Anies Baswedan: Izin Dicabut Tanpa Alasan Jelas

13 jam lalu

NasDem Ungkap Hambatan Safari Anies Baswedan: Izin Dicabut Tanpa Alasan Jelas

Ali menerangkan ada hambatan yang dihadapi kala partainya bersama Anies Baswedan hendak bersafari, salah satunya ke Aceh.


Temui Pimpinan Politik Australia, AHY Bicara Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik

13 jam lalu

Temui Pimpinan Politik Australia, AHY Bicara Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik

AHY menyampaikan sejumlah isu pokok di berbagai forum tersebut. Di antaranya, menyoroti multilateralisme yang bermasalah.


Pengusaha Diminta Bayar Karyawan sesuai UMP, Jakbar: Sila Warga Mengadu

13 jam lalu

Pengusaha Diminta Bayar Karyawan sesuai UMP, Jakbar: Sila Warga Mengadu

Jakarta Barat mengingatkan seluruh pengusaha di wilayah tersebut untuk menggaji karyawan sesuai batas Upah Minimum Provinsi (UMP).


Warga Kampung Susun Bayam Ingin Seperti Kampung Susun Akuarium: Masuk Dulu, Tarif Belakangan

14 jam lalu

Warga Kampung Susun Bayam Ingin Seperti Kampung Susun Akuarium: Masuk Dulu, Tarif Belakangan

Warga Kampung Susun Bayam minta mereka diperbolehkan menempati hunian. Warga tenang peroleh kepastian baru bahas tarif dan adminnistrasi.