Ferdy Sambo Cs Diserahkan ke Jaksa pada Pekan Depan, Polri: Kalau Berkasnya Sudah Lengkap

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan keterangan usai Sidang Kode Etik Polri atas pengajuan banding Irjen Ferdy Sambo di gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta. Senin, 19 September 2022. Sidang yang dipimpin Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto tersebut, menyatakan menolak pengajuan banding dan Irjen Ferdy Sambo diberhentikan secara tidak hormat dari kepolisian. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Polri akan serahkan tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Cs ke Jaksa Penuntut Umum pada pekan depan. Syaratnya, berkas kasus ini sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Agung.

“Apabila minggu ini telah dinyatakan P21, maka minggu depan akan dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada JPU untuk proses kesiapan persidangan lebih lanjut,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo di gedung Divisi Humas Mabes Polri, Selasa, 27 September 2022.

Berkas kasus pembunuhan Brigadir J atas nama lima tersangka yaitu Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi sebelumnya telah diserahkan kembali polisi ke Kejaksaan Agung.

Pihak jaksa penuntut umum kemudian melakukan penelitian apakah berkas bisa dinyatakan lengkap atau perlu dikembalikan lagi ke penyidik. Menurut Kepala Pusat Penerangan hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana, perkembangan penelitian berkas Ferdy Sambo Cs itu akan diumumkan besok, Rabu, 28 September 2022.

"Akan diinfokan Rabu," ujar Ketut saat dihubungi, 27 September 2022.

Dalam keterangan sebelumnya, Ketut menuturkan, untuk berkas perkara yang akan dinyatakan P21 merupakan berkas menyoal pembunuhan berencana terhadap Nofriyansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo serta berkas perintangan kebenaran atau obstruction of justice. "Seluruhnya (berkas kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice)," kata Ketut.

Sementara itu, saat ini penyidik masih mengevaluasi kesehatan psikis dan fisik Putri Candrawathi. Setelah mendapat surat rekomendasi dari dokter yang menyatakan sehat, penyidik akan mengambil langkah lebih lanjut setelah berkas perkara dinyatakan P21.

“Saya tidak berani berandai-andai dulu apakah PC akn ditahan. Nanti ya tunggu P21. Begitu dapat P21, nanti teman-teman Kejaksaan, sesuai izin penyidik, akan menyampaikan progresnya,” ujar Dedi.

Baca juga: Akademisi dan Amnesty International Minta Kejaksaan Gelar Penyelidikan Lanjutan Kasus Brigadir J

EKA YUDHA SAPUTRA | HAMDAN CHOLIFUDIN ISMAIL






Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Ismail Bolong, Ini Kata Wakil Ketua KPK

10 jam lalu

Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Ismail Bolong, Ini Kata Wakil Ketua KPK

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyatakan belum menerima laporan soal adanya aduan aliran dana Ismail Bolong ke sejumlah perwira Polri.


Kejagung Belum Terima SPDP Ismail Bolong

13 jam lalu

Kejagung Belum Terima SPDP Ismail Bolong

Kejaksaan Agung menyatakan penyidik Bareskrim Polri belum menyerahkan SPDP kasus Ismail Bolong.


Ferdy Sambo Batal Bersaksi di Sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria

15 jam lalu

Ferdy Sambo Batal Bersaksi di Sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria

Ferdy Sambo tak jadi bersaksi dalam sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria karena pemeriksaan saksi fakta belum kelar.


Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu soal Etik, Begini Respons PN Jaksel

18 jam lalu

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu soal Etik, Begini Respons PN Jaksel

Djuyamto menjelaskan pelaporan tim kuasa hukum Kuat Ma'ruf tersebut tidak akan mengganggu jalannya persidangan.


Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu ke KY: Kerap Keluarkan Pernyataan Tendensius

19 jam lalu

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu ke KY: Kerap Keluarkan Pernyataan Tendensius

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf melaporkan Ketua Majelis Hakim, Wahyu Iman Santoso, kepada Komisi Yudisial.


Kuat Ma'ruf Laporkan Majelis Hakim PN Jaksel, KY Tegaskan Tak Akan Ganggu Persidangan

19 jam lalu

Kuat Ma'ruf Laporkan Majelis Hakim PN Jaksel, KY Tegaskan Tak Akan Ganggu Persidangan

Kuasa hukum Kuat Ma'ruf menilai Ketua Majelis Hakim Wahyu kerap kali melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tendensius.


Sidang Ferdy Sambo Kemarin, Hakim Sebut Cerita Mau Main Bulutangkis Tak Masuk Akal

21 jam lalu

Sidang Ferdy Sambo Kemarin, Hakim Sebut Cerita Mau Main Bulutangkis Tak Masuk Akal

Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso memperingatkan bahwa Ferdy Sambo masih diperiksa sebagai saksi, dan belum terdakwa.


Bantah Kronologi Eksekusi versi Ferdy Sambo, Bharada E: Beliau Susun Rencana dan Ikut Nembak

1 hari lalu

Bantah Kronologi Eksekusi versi Ferdy Sambo, Bharada E: Beliau Susun Rencana dan Ikut Nembak

Richard Eliezer atau Bharada E mengatakan Ferdy Sambo tidak pernah meminta dirinya menghajar Brigadir J tapi menembak


Ferdy Sambo Keberatan Dicap Berbohong dari Hasil Tes Poligraf

1 hari lalu

Ferdy Sambo Keberatan Dicap Berbohong dari Hasil Tes Poligraf

Ferdy Sambo menyatakan hasil tes Poligraf tak bisa digunakan untuk pembuktian dalam persidangan.


Hakim Nilai Cerita Ferdy Sambo Tidak Masuk Akal Jika Disandingkan Bukti yang Ada

1 hari lalu

Hakim Nilai Cerita Ferdy Sambo Tidak Masuk Akal Jika Disandingkan Bukti yang Ada

Hakim menilai cerita Ferdy Sambo tidak masuk akal karena bertentangan dengan bukti dan keterangan saksi lainnya.