Sanksi Demosi untuk Bharada Sadam karena Langgar Kebebasan Pers, AJI: Harusnya Sanksi Pidana

Tangkapan layar Komisi Etik Profesi Polri saat melakukan sidang etik terhadap Bharada Sadam, ajudan Irjen Pol. Ferdy Sambo dalam pelanggaran etik kategori sedang di Mabes Polri, Jakarta, Senin (12-9-2022). ANTARA/Laily Rahmawaty

TEMPO.CO, Jakarta - Bhayangkara Dua atau Bharada Sadam, eks sopir dan ajudan Ferdy Sambo telah dihukum etik berupa sanksi demosi selama satu tahun. Hukuman itu dijatuhkan dalam sidang Komisi Kode Etik Polri yang digelar pada Selasa, 12 September 2022.

Komisaris Besar Rahmat Pamudji yang membacakan putusan mengatakan Bharada Sadam terbukti melakukan pelanggaran etik yaitu melakukan intimidasi terhadap dua jurnalis yang sedang meliput di rumah Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Telah mengintimidasi dan menghapus foto dan video wartawan detikcom dan CNN yang sedang melakukan peliputan di rumah Kadiv Propam Polri atas nama Irjen Ferdy Sambo," kata Rahmat. Sadam disebut telah melakukan pelanggaran dalam menjamin kebebasan pers.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, bahwa Polri telah melaksanakan tugasnya dengan menggelar sidang etik terhadap Bharada Sadam.

 "Sudah diputuskan pada sidang kode etik. Siapapun yang terbukti bersalah akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku, itu merupakan komitmen Polri," kata Dedi saat dihubungi via pesan singkat, Selasa, 13 September 2022.

AJI Minta Pelaku Dihukum Pidana

Aliansi Jurnalis Independen atau AJI meminta polisi juga menerapkan hukuman pidana bagi pelaku yang menghalang-halangi tugas jurnalis. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Pers.

Ketua AJI Sasmito Madrim mengatakan putusan terhadap Bharada Sadam seharusnya ditindaklanjuti dengan sanksi pidana. Seperti disebutkan dalam Pasal 18 UU Pers tentang penghalangan kemerdekaan pers, pelaku seharusnya mendapat hukuman pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

"Posisi AJI mengecam ketika ada kekerasan terhadap jurnalis," kata Sasmito saat dihubungi Selasa, 13 September 2022. Sanksi pidana diberlakukan agar tidak menjadi preseden buruk ke depannya. Apalagi, kata dia, polisi merupakan aktor domonian kekerasan kepada jurnalis.

"Soal etika kepolisian, silakan dibahas di tubuh Polri. Tapi menurut UU Pers, penghalang - halangan jurnalis itu bisa masuk ranah pidana. Harusnya ini yang diproses supaya tidak jadi impunitas pelaku kekerasan terhadap jurnalis," katanya.

Sebelumnya diberitakan bahwa jurnalis CNNIndonesia.com dan 20Detik diintimidasi oleh tiga pria saat meliput kasus penembakan Brigadir J, Kamis siang, 14 Juli 2022. Titik intimidasi itu tak jauh dari rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang menjadi lokasi penembakan di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Ponsel kedua wartawan itu dirampas. Rekaman hasil wawancara, foto dan video pun dihapus. Keduanya juga dilarang meliput terlalu jauh dari area rumah Sambo.

Baca juga: Hakim Tak Perintahkan Terdakwa Kasus Nurhadi Ditahan, Dewan Pers: Jadi Atensi

 Mutia Yuantisya

 

 

 

 

 






Saksi Sebut Arif Rachman Arifin Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Rekayasa BAP

24 menit lalu

Saksi Sebut Arif Rachman Arifin Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Rekayasa BAP

Terdakwa kasus obstruction of justice, Arif Rachman Arifin pernah memerintahkan penyidik Polres Jakarta Selatan untuk merekayasa berita acara pemeriksaan (BAP).


Bolak-balik Ferdy Sambo Disebut Menangis, Termasuk Saat Memeluk Fadil Imran Kapolda Metro Jaya

29 menit lalu

Bolak-balik Ferdy Sambo Disebut Menangis, Termasuk Saat Memeluk Fadil Imran Kapolda Metro Jaya

Saksi di pengadilan sebut beberapa kali Ferdy Sambo menangis terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Termasuk saat Fadil Imran kapolda Metro Jaya.


Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

3 jam lalu

Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

LPSK memberikan tanggapan mengenai pernyataan penasihat hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis yang menyebut Bharada E memberikan kesaksian bohong di persidangan.


Ferdy Sambo Harap Instansi Lain Tangani Kasus Ismail Bolong, Pengamat: Masuk Akal

5 jam lalu

Ferdy Sambo Harap Instansi Lain Tangani Kasus Ismail Bolong, Pengamat: Masuk Akal

Bambang setuju dengan pernyataan Ferdy Sambo agar kasus dugaan gratifikasi tambang ilegal diungkap Ismail Bolong segera ditindaklanjuti instansi lain


Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bantah Kesaksian Richard Eliezer soal Perempuan Menangis

7 jam lalu

Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bantah Kesaksian Richard Eliezer soal Perempuan Menangis

Ferdy Sambo disebut Richard lebih sering tinggal di rumah Bangka daripada di rumah Saguling yang ditempati Putri Candrawathi.


CCTV Perlihatkan ART Ferdy Sambo Keluar-Masuk Rumah saat Eksekusi Brigadir J

8 jam lalu

CCTV Perlihatkan ART Ferdy Sambo Keluar-Masuk Rumah saat Eksekusi Brigadir J

Hakim mengatakan semestinya rekaman CCTV itu diputar jaksa saat pemeriksaan ART Ferdy Sambo yang bernama Kodir.


Bantah Eliezer, Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bilang Kliennya Harmonis dengan Putri Candrawathi

13 jam lalu

Bantah Eliezer, Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bilang Kliennya Harmonis dengan Putri Candrawathi

Richard Eliezer alias Bharada E sebelumnya mengaku memergoki perempuan keluar dari rumah Ferdy Sambo sambil menangis.


Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bantah Cerita Richard Eliezer Soal Perempuan Nangis di Rumah Bangka

18 jam lalu

Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bantah Cerita Richard Eliezer Soal Perempuan Nangis di Rumah Bangka

Kuasa Hukum Ferdy Sambo menyebut Richard Eliezer mengarang cerita soal perempuan menangis di rumah Jalan Bangka.


DVR CCTV di Sekitar Rumah Dinas Ferdy Sambo Disebut Dimatikan Secara Tidak Normal

20 jam lalu

DVR CCTV di Sekitar Rumah Dinas Ferdy Sambo Disebut Dimatikan Secara Tidak Normal

Personel puslabfor Polri menyatakan menemukan jejak digital dalam DVR CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo.


5 Kesaksian Blak-blakan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

20 jam lalu

5 Kesaksian Blak-blakan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

Bharada E blak-blakan memberikan kesaksian di sidang terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf kemarin. Mulai dari Putri Candrawathi hingga Ferdy Sambo.