Pengacara: Tak Ada Niat Bharada E Lakukan Pembunuhan

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Ajudan Kadiv Propam Polri non aktif Irjen Pol Ferdy Sambo, Bharada E tiba di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta, Selasa 26 Juni 2022. Komnas HAM akan meminta keterangan kepada 7 ajudan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo yang diduga berada di lokasi saat Brigpol J ditembak oleh Bharada E hingga meninggal dunia. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Bharada E atau Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ronny Talapessy mengatakan kondisi kliennya sehat. Ronny mengatakan, agenda kliennya hari ini adalah pemeriksaan lanjutan oleh penyidik.

“Kondisinya sehat, buat publik, kondisinya sehat, mohon dukungan dari rekan-rekan publik, rekan wartawan untuk mengawal ini, dan untuk publik tidak usah khawatir Bharada RE sehat, ini akan melanjutkan lagi BAP tambahan,” ujarnya di Mabes Polri, Senin, 15 Agustus 2022.

Ronny mengungkapkan, dia telah mengajukan psikolog untuk Bharada E. Namun tujuannya enggan dijelaskan secara detail.

Lalu dia hanya membeberkan bahwa kliennya tidak ada niat untuk melakukan tindak kejahatan. Posisi Bharada E juga disebut layak mendapatkan haknya berupa pendampingan psikolog.

Sehingga Ronny berharap kliennya bisa bebas dalam masalah ini “Ini untuk materi penyidikan nanti ya, saya sampaikan nanti, sedikit saja ya saya sampaikan bahwa ada beberapa fakta yang terjadi bahwa tidak ada niat, tidak ada niat dari saudara kami, adik kami ini RE untuk melakukan tindak kejahatan, atau melakukan tindak pembunuhan,” kata dia.

Pada kesempatan yang berbeda, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK tadi siang telah resmi menerima permohonan justice collaborator dari Bharada E. Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan Richard memenuhi syarat sebagai JC dan tidak memiliki mens rea atau niat dalam pembunuhan rekannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

“Hari ini kami resmi menerima permohonan justice collaborator dan mencabut status perlindungan darurat Bharada E. Hari ini Richard ditetapkan sebagai terlindung LPSK,” kata Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo saat konferensi pers, 15 Agustus 2022, di Ciracas, Jakarta Timur.

Sebelumnya, kuasa hukum Bharada Richard yang saat itu diwakili Deolipa Yumara dan Muh Burhanuddin, menyampaikan permohonan justice collaborator pada 8 Agustus lalu. Kemudian pada 13 Agustus 2022, LPSK memberikan perlindungan darurat sebelum penetapan justice collaborator.

Awal mula kejadian ini menurut polisi adalah Bharada E menembak Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Waktu itu diumumkan bahwa keduanya baku tembak akibat Brigadir J melecehkan Putri Candrawathi, istri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo.

Namun penyidik tim khusus tidak menemukan adanya tembak menembak. Justru kronologi cerita yang disampaikan sebelumnya adalah rekayasa yang dilakukan Ferdy Sambo.

Baca juga: Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK dalam Dugaan Percobaan Suap di Kasus Brigadir J

FAIZ ZAKI | EKA YUDHA SAPUTRA






Video Penganiayaan Tyre Nichols oleh Polisi Memphis Dirilis

4 jam lalu

Video Penganiayaan Tyre Nichols oleh Polisi Memphis Dirilis

Polisi dikecam karena menggunakan kekuatan berlebihan dalam menghadapi orang-orang kulit hitam.


Ferdy Sambo hingga Richard Eliezer Sudah Bacakan Pleidoi, Apa Tahapan Selanjutnya?

5 jam lalu

Ferdy Sambo hingga Richard Eliezer Sudah Bacakan Pleidoi, Apa Tahapan Selanjutnya?

Beginilah tahapan persidangan kasus pidana di Pengadilan Negri. Ferdy Sambo, Putri Candrawathi hingga Richard Eliezer bacakan pleidoi, setelah itu?


Beda Frustrasi dan Putus Asa dalam Psikologi, Pledoi Ferdy Sambo yang Mana?

5 jam lalu

Beda Frustrasi dan Putus Asa dalam Psikologi, Pledoi Ferdy Sambo yang Mana?

Ferdy Sambo dalam pleidoinya sempat merasa frustrasi karena banyaknya tekanan dan olok-olok dari berbagai pihak. Apa beda frustasi dengan putus asa?


Jaksa Sebut Pengacara Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal berasal dari Tim yang Sama, Berupaya Kaburkan Peristiwa

7 jam lalu

Jaksa Sebut Pengacara Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal berasal dari Tim yang Sama, Berupaya Kaburkan Peristiwa

JPU menyinggung tim pengacara terdakwa, Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal berasal dari tim yang sama


Deretan Tuntutan Jaksa ke Anak Buah Ferdy Sambo, Paling Lama 3 Tahun

7 jam lalu

Deretan Tuntutan Jaksa ke Anak Buah Ferdy Sambo, Paling Lama 3 Tahun

Hendra Kurniawan dan lima terdakwa lainnya terseret kasus ini karena mengikuti skenario palsu pembunuhan Brigadir Yosua yang dibuat Ferdy Sambo.


Beberapa Fakta Mengenai Pembunuhan, Salah Satunya Pembunuh Tak Harus Psikopat

16 jam lalu

Beberapa Fakta Mengenai Pembunuhan, Salah Satunya Pembunuh Tak Harus Psikopat

Peneliti dari Amerika, Lawrence R. Samuel, melihat kembali kasus-kasus pembunuhan yang terjadi untuk menemukan alasan kenapa manusia membunuh.


Wowon Serial Killer Bisa Ubah Rasa Kopi Saset Jadi Asin, Pernah Uji Coba ke Tetangga

16 jam lalu

Wowon Serial Killer Bisa Ubah Rasa Kopi Saset Jadi Asin, Pernah Uji Coba ke Tetangga

Tetangga Wowon Serial Killer itu sempat menyesap kopi saset itu dan benar rasanya asin. Oleh anak tiri Wowon diminta memuntahkan segera. Kenapa?


Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi dan Tetap Hukum Ferdy Sambo Seumur Hidup

21 jam lalu

Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi dan Tetap Hukum Ferdy Sambo Seumur Hidup

Jaksa menilai pleidoi penasihat hukum Ferdy Sambo patut dikesampingkan karena tidak memiliki dasar yuridis yang kuat.


3 Poin Jawaban Jaksa atas Pleidoi Ricky Rizal

21 jam lalu

3 Poin Jawaban Jaksa atas Pleidoi Ricky Rizal

Ricky Rizal telah menjalani sidang dengan agenda mendengarkan replik dari jaksa penuntut umum atas pleiodoinya. Jaksa minta hakim abaikan pleidoi itu.


Irfan Widyanto Dituntut 1 Tahun Penjara karena Menyita CCTV Tanpa Prosedur yang Sah

21 jam lalu

Irfan Widyanto Dituntut 1 Tahun Penjara karena Menyita CCTV Tanpa Prosedur yang Sah

Hal yang memberatkan Irfan Widyanto antara lain ia merupakan perwira Polri yang seharusnya mempunyai pengetahuan yang lebih.