Dugaan Pemaksaan Jilbab Di SMA N 1 Banguntapan, Sultan HB X Bebastugaskan Kepala Sekolah dan 3 Guru

Kepala SMAN 1 Banguntapan Bantul Agung Istianto usai menghadiri pemanggilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY terkait dugaan pemaksaan jilbab pada seorang siswi di sekolah itu Senin 1 Agustus 2022. Tempo/Pribadi Wicaksono

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DI Yogyakarta hingga Kamis 4 Agustus masih terus memanggil keterangan guru-guru SMA Negeri 1 Banguntapan untuk menyelidiki dugaan pemaksaan jilbab itu. Setelah memanggil dua guru Bimbingan Konseling atau BK pada Rabu kemarin, hari ini ORI DIY memanggil satu dari tiga guru agama dan wali kelas siswi itu.

Kepala ORI DIY Budhi Masturi mengatakan dari pemeriksaan keterangan dari guru agama sekolah itu berinisial U, yang pertama kali melaporkan ke wali kelas bahwa di kelas itu ada siswi muslim tak berjilbab.

"Berdasarkan penjelasan guru agama itu tidak ada komunikasi verbal kepada yang bersangkutan kecuali saat membacakan absen, kemudian saat diabsen namanya sama seperti teman lainnya ditanya sudah bisa baca Al Quran atau belum dan yang bersangkutan menilai," kata dia.

Dari guru agama itu, ORI DIY juga menggali informasi secara keseluruhan karena sekolah ini punya program-program keagamaan yang lumayan banyak. 

Selain mata pelajaran agama, di sekolah itu juga ada kegiatan atau program tadarus, ada yang sentral yang dipandu oleh orang yang mengaji dari ruang wakil kepala sekolah dan masing-masing kelas ada speaker dan siswa mendengar dan mengikuti. Ada juga tadarus yang sifatnya target membaca satu minggu dua juz. 

Kemudian ORI coba mengklarifikasi kenapa sekolah negeri itu membuat program keagamaan seperti itu. 

"Rupanya mereka membuat program-program seperti itu untuk mengantisipasi proses penilaian akreditasi. Kami cek ke panduan akreditasi memang ada poin salah satu parameternya itu siswa menunjukkan perilaku religius dalam aktivitas di sekolah atau madrasah," kata Budhi.

Di standar itu sudah ada instrumen-instrumen akreditasi. 

"Walaupun agak berbeda sebenarnya instrumennya dari yang ada di sini dengan yang diterjemahkan sekolah itu," kata dia.

Kegiatan-kegiatan itu, menurut Budhi, menjadi materi yang dilaporkan pada saat akreditasi SMAN 1 Banguntapan Bantul. Termasuk diantaranya foto tadarusan dan foto orang salat untuk lampiran laporan dalam rangka penilaian akreditasi.

"Dari kasus ini kami sudah mulai mendapatkan benang merah kenapa (soal agama) di sekolah ini masif. Ya meskipun kalau kami baca parameter yang lebih rinci itu agak berbeda, jadi bisa jadi kasus ini karena kekeliruan membaca parameter akreditasi," kata dia.

Kasus pemaksaan penggunaan jilbab ternyata tak hanya terjadi di SMAN 1 Banguntapan Bantul, DI Yogyakarta. Kasus serupa terjadi juga di SMPN 46 DKI Jakarta. 






Protes Perempuan Wajib Pakai Jilbab di Iran Dimulai Sejak Revolusi 1979

13 jam lalu

Protes Perempuan Wajib Pakai Jilbab di Iran Dimulai Sejak Revolusi 1979

Semangat progresif untuk kebebasan dengan menentang kewajiban berjilbab di Iran, secara historis dianggap sudah dimulai pada 1979, masa awal revolusi yang membawa Iran menjadi Republik Islam.


Iran Kaji Ulang Aturan Wajib Jibab Setelah Dirundung Demo Berdarah

20 jam lalu

Iran Kaji Ulang Aturan Wajib Jibab Setelah Dirundung Demo Berdarah

Iran akan mengkaji ulang aturan wajib jilbab untuk wanita setelah demo yang tak kunjung selesai dalam dua bulan terakhir.


Saat Para Pejabat Yogyakarta Berlakon di Pentas Ketoprak, Ada Tujuan di Baliknya

1 hari lalu

Saat Para Pejabat Yogyakarta Berlakon di Pentas Ketoprak, Ada Tujuan di Baliknya

Hal yang dikejar dari pentas ketoprak itu adalah bagaimana para pejabat membangun kedekatan dengan publik yang dilayaninya setiap hari.


Sultan HB X Tak Masalah Akad Nikah Kaesang Pangarep - Erina Gudono di Pendopo Ambarrukmo, Ini Sejarah Bangunan Itu

3 hari lalu

Sultan HB X Tak Masalah Akad Nikah Kaesang Pangarep - Erina Gudono di Pendopo Ambarrukmo, Ini Sejarah Bangunan Itu

Bagaimana sejarah Pendopo Ambarukmo yang dipilih menjadi akad pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono itu?


Terpopuler Bisnis: Demo Besar-besaran Tolak UMP DKI 2023, Sri Mulyani Beberkan Belanja Infrastruktur 2023

4 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Demo Besar-besaran Tolak UMP DKI 2023, Sri Mulyani Beberkan Belanja Infrastruktur 2023

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 1 Desember 2022 antara lain tentang demo besar-besaran tolak UMP DKI 2023 dijadwalkan sepekan.


Ombudsman Temukan Partisipasi Tak Berjalan saat Penetapan Upah Minimum 2023

4 hari lalu

Ombudsman Temukan Partisipasi Tak Berjalan saat Penetapan Upah Minimum 2023

Ombudsman menemukan dugaan maladministrasi dalam proses pembentukan Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023.


Peringati 34 Tahun Sultan HB X Bertahta, Keraton Yogyakarta Ajak Ulas Tradisi Vegetasi Kasultanan

5 hari lalu

Peringati 34 Tahun Sultan HB X Bertahta, Keraton Yogyakarta Ajak Ulas Tradisi Vegetasi Kasultanan

Keraton Yogyakarta mengajak semua lapisan masyarakat ikut serta dalam call for paper bertema tradisi vegetasi kasultanan.


NFA Gandeng Ombudsman dan BPKP Kawal Program Strategis Pangan

6 hari lalu

NFA Gandeng Ombudsman dan BPKP Kawal Program Strategis Pangan

Perencanaan pangan nasional apabila tidak dikelola dengan baik akan memunculkan instabilitas pasokan yang berdampak pada inflasi.


Bapanas Minta Ombudsman dan BPKP Bantu Awasi Program Strategis Pangan

7 hari lalu

Bapanas Minta Ombudsman dan BPKP Bantu Awasi Program Strategis Pangan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Ombudsman RI dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengawasi program strategis pangan.


Sultan Hamengku Buwono X Soroti Tanah Kas Desa Dipakai Bangun Vila, Bukan Kembangkan Wisata

19 hari lalu

Sultan Hamengku Buwono X Soroti Tanah Kas Desa Dipakai Bangun Vila, Bukan Kembangkan Wisata

Sultan Hamengku Buwono X geram, tanah kas desa itu justru ada yang disewakan ke pihak luar desa, dengan memanipulasi tandatangannya.