Puan Maharani dan AHY Dinilai Bisa Wujudkan Islah Politik PDIP dan Demokrat

Reporter

Editor

Amirullah

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan jajarannya menemui Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sekaligus Ketua Bidang Politik dan Keamanan PDI Perjuangan, Puan Maharani, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020. Foto: Istimewa.

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Institute of Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai rencana pertemuan elite PDIP dengan Partai Demokrat merupakan langkah progresif untuk menghadirkan pendidikan politik yang sehat dan mengokohkan tradisi demokrasi yang matang.

Menurut Umam, Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pemimpin muda sepatutnya bisa mewujudkan islah politik antara kedua partai.

"Pertemuan Puan dan AHY nantinya harus bisa menyudahi tradisi politik dendam. Sebagai pemimpin muda, Puan dan AHY tentunya memiliki cara pandang yang lebih terbuka dan egaliter. Puan dan AHY harus bisa menjadi agen perubahan di lingkaran masing-masing yang bisa mentralisir anasir-anasir konfliktual, guna menghentikan polarisasi dan perpecahan," ujar Umam lewat keterangannya, Kamis, 14 Juli 2022.

Peluang koalisi PDIP dengan Partai Demokrat di Pilpres 2024 juga dinilai relatif lebih terbuka. Sebab, ujar Umam, tidak ada hambatan ideologis di antara kedua partai. Keduanya sama-sama nasionalis dan juga dekat dengan elemen Islam moderat.

Bersatunya PDIP dan Partai Demokrat, menurut Umam, hanya butuh itikad baik dari para elit kedua belah pihak untuk memperbaiki komunikasi akibat dinamika politik masa lalu. "Sudah waktunya untuk saling memaafkan. Saya berkeyakinan, di tangan pemimpin muda seperti Puan dan AHY, langkah islah politik antara PDIP dan Partai Demokrat bisa terwujud," ujar Umam.

Rencana pertemuan PDIP dengan Partai Demokrat sebelumnya disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto. Menurut pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu, partainya akan membuka pintu komunikasi dengan semua partai menuju Pilpres 2024.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang ditugaskan menjajaki peluang koalisi menuju Pilpres 2024 disebut akan membangun komunikasi dengan seluruh ketua umum partai. "Perintah Ibu (Megawati) kepada Mbak Puan, temui ketua-ketua partai, bersilaturahmi dengan ketua-ketua partai. Kalau ketua partai tentu ke semua berarti. Perintah ibu (Megawati) tidak ada perkecualian, ya sampeyan bisa baca sendiri," ujarnya, dua hari lalu.

Atas dasar hal tersebut, ujar dia, Puan terbuka berkomunikasi dengan seluruh ketua umum partai.
"Ibu tidak mengatakan ini nomor satu, ini nomor dua, tidak begitu. Bisa saja zig-zag ketemu. Oh misalnya mau sama-sama yang muda dulu, ketemu Mas AHY, bisa. Oh kira-kira ketemu yang ideologinya agak berjauhan, misalnya mau ketemu Syaikhu dulu, ya, monggo," tuturnya.

SBY Berupaya Memulihkan Hubungan 






Demokrat Mulai Panaskan Mesin Politik, AHY Lantik Pengurus Partai di NTT

3 jam lalu

Demokrat Mulai Panaskan Mesin Politik, AHY Lantik Pengurus Partai di NTT

AHY akan melantik pengurus Partai Demokrat di NTT pada hari ini. Bagian pemanasan menjelang Pemilu 2024?


Puan dan Pimpinan Parlemen Qatar Bahas Peningkatan Kerja Sama

9 jam lalu

Puan dan Pimpinan Parlemen Qatar Bahas Peningkatan Kerja Sama

Pembahasan antara lain tentang kerja sama ekonomi, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan PMI di Qatar.


Diduetkan dengan Ganjar Pranowo, Erick Thohir: Saya Bukan Orang Partai

9 jam lalu

Diduetkan dengan Ganjar Pranowo, Erick Thohir: Saya Bukan Orang Partai

Erick Thohir merespon isu soal dirinya akan disandingkan dengan Ganjar Pranowo oleh Partai Amanat Nasional dalam Pilpres 2024.


Enggan Beberkan Janji Manis, Anies Baswedan Beberkan 4 Metode Kerjanya

10 jam lalu

Enggan Beberkan Janji Manis, Anies Baswedan Beberkan 4 Metode Kerjanya

Bakal calon presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan tak ingin beberkan janji manis saat safari politik di Pekanbaru, Riau, Senin 5 Desember 2022. Anies saat ngobrol santai dengan sejumlah wartawan dan mahasiswa menyebutkan ia memegang teguh empat metode bekerja yang dipakainya dalam segala persoalan.


Elektabilitas Prabowo Subianto Menurun, Ini Penjelasan Gerindra

11 jam lalu

Elektabilitas Prabowo Subianto Menurun, Ini Penjelasan Gerindra

Gerindra menyatakan Prabowo Subianto masih belum berkampanye seperti capres lainnya karena masih sibuk sebagai Menteri Pertahanan.


Puan: Piala Dunia 2022 Bawa Pesan Persaudaraan

11 jam lalu

Puan: Piala Dunia 2022 Bawa Pesan Persaudaraan

Persaudaraan dan solidaritas diharapkan dapat meningkatkan kerja sama internasional.


Ganjar Pranowo Disarankan Turunkan Sekoci Politik Agar Pencapresan Semakin Mudah

13 jam lalu

Ganjar Pranowo Disarankan Turunkan Sekoci Politik Agar Pencapresan Semakin Mudah

Ganjar Pranowo dinilai harus mulai menurunkan sekoci politiknya dan tak menunggu restu dari PDIP jika ingin maju pada Pilpres 2024.


Pengamat Sebut Tindakan Anies Baswedan Soal Ini yang Lunturkan Stempel Intoleran

17 jam lalu

Pengamat Sebut Tindakan Anies Baswedan Soal Ini yang Lunturkan Stempel Intoleran

Dalam survei Voxpol Center Research and Consulting terungkap pemilih Anies Baswedan berasal dari semua agama dengan prosentase yang merata


Menggganjal Bakal Capres di Pilpres 2024

17 jam lalu

Menggganjal Bakal Capres di Pilpres 2024

Dua bakal capres potensial dalam pilpres 2024, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, menghadapi batu sandungan.


Peneliti Voxpol Nilai Stempel Intoleran Tak Relevan Lagi untuk Anies Baswedan, Ini Sebabnya

18 jam lalu

Peneliti Voxpol Nilai Stempel Intoleran Tak Relevan Lagi untuk Anies Baswedan, Ini Sebabnya

Pangi menyebut Anies Baswedan sudah mulai berhasil dalam soal mementahkan stigma kalau beliau didukung kelompok intoleran.