Keluarga Ahli Waris Korban Kecelakaan Lion Air Belum Berencana Laporkan ACT

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Mantan Presiden ACT, Ahyudin usai diperiksa polisi terkait penyelewengan dana umat di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Juli 2022. Menurut Ahyudin pemeriksaan akan berlanjut pada Senin depan 11 Juli. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga korban kecelakaan pesawat Loin Air Boeing JT-610 belum berencana menempuh jalur hukum dalam perkara dugaan penyelewengan dana oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap atau ACT.

“Belum, belum, belum ada komunikasi lagi karena setelah masalah ini, kita sudah mulai beraktivitas normal. Jadi masing-masing punya aktivitas, sehingga tidak terlalu fokus dengan masalah ini,” kata Anton Sahadi, seorang perwakilan keluarga korban kepada Tempo, Senin, 11 Juli 2022.

Namun, ia berharap  keluarga ahli waris, terutama yang menunjuk dan mempercayakan ACT dalam mengelola dana CSR darI Boeing, ikut serta agar masalah ini cepat terselesaikan. “Karena tidak semua yang ikut ACT, saya berharap teman-teman berpartisipasi agar teman-teman Polri bisa cukup data dan dukungan, sehingga bisa menyelesaikannya,” ujarnya.

Selain itu, Anton meminta Jenderal Listyo Sigit benar-benar mengambil sikap. “Benar-benar tegas. Sapu aja habis-habis orang-orang yang berkedok agama. Ini momentum juga untuk membuktikan kredibilitas atau cara kerja, salam presisi. Kita sikat habis aja ini. Jangan sampai nanti, kepala orang ini dijual dengan kedok agama,” ujarnya.

Hari ini penyidik Bareskrim Polri memeriksa eks Presiden ACT Ahyudin. Dia diperiksa dalam perkara dugaan penyelewengan dana bantuan korban kecelakaan Lion Air Boeing JT-610.

Ahyudin tampak mendatangi Bareskrim Polri pada pagi tadi. Kuasa hukum Ahyudin,Teuku Pupun Zulkifli mengatakan kedatangannya bersama kliennya ke Bareskrim Polri masih dalam tahap pemeriksaan.

“Tapi ini masih tahap pemeriksaan, InsyaAllah habis ini kita akan selesaikan,” katanya kepada wartwan di Gedung Bareskrim Polri, Senin, 11 Juli 2022.

Teuku Pupun mengatakan pemeriksaan hari ini Masih seputar legalitas ACT. “Tapi kita liat perkembangan kedepan, kan masih ada beberapa tahapan,” ujarnya.

Soal penyelewengan dana korban kecelakaan Lion Air Boeing JT-610, kata Pupun, masih dugaan dan belum ada pembuktian.

“Itu, kan masih dugaan belum ada pembuktiannya, tentu akan dipemeriksaan. Ini akan kita jelasakan sejauh mana kapasitasnya, ini kan masih dugaan semua,” ujarnya.

Sebelumnya, Mabes Polri mengatakan Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendapat rekomendasi dari 68 ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air Boeing JT610 yang terjadi pada 18 Oktober 2018 untuk mengelola dana sosial atau CSR Rp 138 miliar.

“Kasus masih dalam tahap penyelidikan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada Tempo, Sabtu, 9 Juli 2022.

Nurul mengatakan pada kecelakaan pesawat Lion Air Boeing JT610, masing-masing ahli waris mendapat dana sosial/CSR US$ 144.500 atau setara Rp 2.066.350.000,- yang tidak dapat dikelola langsung, melainkan harus menggunakan lembaga/yayasan, dalam hal ini melalui ACT.

“Dan pada saat permintaan persetujuan kepada pihak Boeing dari para ahli waris korban, pihak ACT sudah membuatkan format berupa isi dan/atau tulisan pada email yang kemudian meminta format tersebut dikirimkan oleh ahli waris korban kepada pihak Boeing sebagai persetujuan pengelolaan dana sosial/CSR,” ujarnya.

Namun, ACT tidak memberitahukan realisasi jumlah dana sosial/CSR yang diterimanya dari pihak Boeing kepada ahli waris korban, termasuk nilai, serta progres pekerjaan yang dikelola oleh ACT.

“Diduga pihak ACT tidak merealisasikan/menggunakan seluruh dana sosial/CSR yang diperoleh dari pihak Boeing, melainkan sebagian dana sosial/CSR tersebut dimanfaatkan untuk pembayaran gaji ketua, pengurus, pembina, serta staff,” ujarnya.

Baca juga: Eks Presiden ACT Ahyudin Datangi Bareskrim, Kuasa Hukum: Masih Tahap Pemeriksaan

MUTIA YUANTISYA






Kasus Robot Trading Net89, Bareskrim Polri Terbitkan Red Notice Untuk 2 Tersangka

8 jam lalu

Kasus Robot Trading Net89, Bareskrim Polri Terbitkan Red Notice Untuk 2 Tersangka

Dua orang tersangka penipuan robot trading Net89 diduga berada di luar negeri. Bareskrim Polri menerbitkan red notice terhadap mereka.


Tragedi Kanjuruhan, TGA Laporkan Bareskrim ke Ombudsman

11 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, TGA Laporkan Bareskrim ke Ombudsman

TGA melapokan Bareskrim ke Ombudsman Republik Indonesia karena diduga melakukan maladministrasi dalam laporan mereka soal Tragedi Kanjuruhan.


Baim Wong Laporkan Kasus Penipuan Rp 140 Juta ke Bareskrim Polri

11 jam lalu

Baim Wong Laporkan Kasus Penipuan Rp 140 Juta ke Bareskrim Polri

Baim Wong mengungkapkan bahwa penipuan tersebut terjadi saat sebuah kegiatan bagi-bagi hadiah atau giveaway mengatasnamakan dirinya.


Kasus Ismail Bolong, ISESS Minta Polri Fokus pada Surat LHP Kadiv Propam

13 jam lalu

Kasus Ismail Bolong, ISESS Minta Polri Fokus pada Surat LHP Kadiv Propam

ISESS meminta Polri fokus pada surat laporan hasil penyelidikan (LHP) yang dikeluarkan oleh Propam dalam mengungkap kasus Ismail Bolong


IPW Sebut Polri Belum Serius Ungkap Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong

17 jam lalu

IPW Sebut Polri Belum Serius Ungkap Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong

IPW mempertanyakan keseriusan Polri untuk mengungkap kasus dugaan tambang ilegal yang diungkap Ismail Bolong


Lion Air Minta Maaf Setelah Pesawatnya Gagal Lepas Landas di Jambi

19 jam lalu

Lion Air Minta Maaf Setelah Pesawatnya Gagal Lepas Landas di Jambi

Sebanyak 152 penumpang mengalami keterlambatan jadwal akibat pesawat Lion Air rute Jambi-Jakarta gagal lepas landas.


Berikut Daftar Maskapai yang Pindah Terminal di Bandara Soetta Mulai 7 Desember

1 hari lalu

Berikut Daftar Maskapai yang Pindah Terminal di Bandara Soetta Mulai 7 Desember

AP II menyeimbangkan kapasitas terminal atau rebalancing capacity di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.


Bareskrim Tentukan Nasib Ismail Bolong di Kasus Tambang Ilegal Kaltim Hari Ini

3 hari lalu

Bareskrim Tentukan Nasib Ismail Bolong di Kasus Tambang Ilegal Kaltim Hari Ini

Bareskrim Polri rencananya bakal menentukan nasib Ismail Bolong dalam kasus dugaan tambang ilegal di Kalimantan Timur pada hari ini


Kasus Dugaan Gratifikasi Beking Tambang Ilegal Ismail Bolong Naik ke Penyidikan

4 hari lalu

Kasus Dugaan Gratifikasi Beking Tambang Ilegal Ismail Bolong Naik ke Penyidikan

Bareskrim mengungkap jika kasus dugaan gratifikasi tambang ilegal yang pernah diungkap Ismail Bolong kini telah naik ke tahap penyidikan.


Keluarga Korban Kasus Gagal Ginjal Akut Ajukan Gugatan Class Action Terhadap Pemerintah dan Perusahaan Farmasi

5 hari lalu

Keluarga Korban Kasus Gagal Ginjal Akut Ajukan Gugatan Class Action Terhadap Pemerintah dan Perusahaan Farmasi

Keluarga korban gagal ginjal akut mengajukan gugatan class actino terhadap pemerintah dan 7 perusahaan farmasi.