Kasus Pencabulan Santriwati di Jombang, IPW Dukung Polda Jatim

Reporter

Editor

Febriyan

Ilustrasi pencabulan. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendukung penindakan yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) dalam dugaan kasus pencabulan santriwati di Pondok Pesantren Sadiqiyah, Jombang, Jawa Timur. IPW mendukung Polda Jatim untuk terus mengejar pelaku yang melarikan diri tersebut. Pelaku berinisial MSA disebut sebagai anak seorang kiai di sana. 

Dalam keterangan tertulisnya, Sugeng mendapatkan informasi bahwa Polda Jatim sempat mencoba melakukan penangkapan terhadap MSA. Akan tetapi tersangka tersebut melarikan diri dibantu sejumlah pihak.

Polisi, menurut Sugeng, lantas menangkap tiga orang yang diduga membantu MSA melarikan diri. Sugeng pun mendukung langkah Polda Jatim untuk mempidanakan ketiganya.

"Kalau ketiga orang yang tertangkap ini, terbukti membantu lolosnya tersangka, maka patut dikenakan pasal 216 KUHP, yatiu menghalang halangi penyidikan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Juli 2022.

Sugeng menuturkan upaya penangkapan tersebut terekam dalam video yang viral di media sosial. "Di jembatan Ploso Jombang dipenuhi polisi. Penjagaan tersebut merupakan upaya kepolisian untuk melakukan penangkapan terhadap MSA," ujarnya.

Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang ada, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara pihak kepolisian dan salah satu rombongan yang diduga didalamnya terdapat tersangka. Dilaporkan, tiga orang diamankan pihak kepolisian dan langsung dibawa ke Polda Jatim untuk dimintai keterangannya, sementara tersangka MSA lolos dari penangkapan.

Dengan kegagalan ini, kata Sugeng, IPW menyatakan mendukung Polda Jatim menegakkan hukum terhadap Tersangka MSA dam  harus diusung tagar #polisijangankalah guna menangkap tersangka pencabulan santriwati yang ditetapkan sejak 2019.

"Hal ini, untuk mengingatkan aparat penegak hukum tidak perlu takut dan gentar menghadapi tantangan dalam tugasnya karena rakyat pencinta keadilan berada dibelakang Polisi," ujarnya.

Oleh karena itu, Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Polda Jawa Timur dibawah  pimpinan Kapolda Irjen Pol. Nico Afinta dalam menegakkan hukum kasus dugaan pencabulan tersebut dan memproses pihak-pihak yang menghalang-halangi tindakan hukum yang dilakukan kepolisian.

Polda Jawa Timur harus tegas mengerahkan segala daya dan upaya dengan kekuatan personilnya untuk membekuk tersangka yang telah jelas-jelas mengangkangi hukum. Lolosnya penangkapan tersangka MSA menjadi pembelajaran berharga.

Kasus pencabulan santriwati itu bermula pada 2019. Perbuatan itu terjadi ketika si santriwati melakukan wawancara untuk bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh MSA. 

Korban telah melaporkan kasus ini ke Polres Jombang yang kemudian menetapkan MSA sebagai tersangka. Akan tetapi Polres Jombang kesulitan untuk menangkap MSA yang terus mendapatkan perlindungan dari berbagai  pihak. Kasus ini pun diambil alih oleh Polda Jatim.

Hingga saat ini, Polda Jawa Timur juga masih belum dapat menangkap MSA. Dia terus melarikan diri sehingga kasus pencabulan santriwati ini tak dapat diselesaikan. 






Bekas Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar Dicokok Polisi saat Berolahraga

1 hari lalu

Bekas Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar Dicokok Polisi saat Berolahraga

Samanhudi Anwar diduga terlibat perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso.


Ogah Berdamai dengan Ferry Irawan, Ini Alasan Venna Melinda

2 hari lalu

Ogah Berdamai dengan Ferry Irawan, Ini Alasan Venna Melinda

Venna Melinda mengatakan enggan berdamai dengan Ferry Irawan dalam kasus KDRT lantaran suaminya tersebut tidak mau mengakui perbuatannya.


Venna Melinda Cerita soal Curhatan Mantan Istri Ferry Irawan

2 hari lalu

Venna Melinda Cerita soal Curhatan Mantan Istri Ferry Irawan

Venna Melinda mengaku pernah diingatkan Anggia Novita soal Ferry Irawan sejak setahun yang lalu, namun tak menggubris karena terlanjur cinta.


Jalani Pemeriksaan Tambahan, Venna Melinda Tutup Pintu Damai dengan Ferry Irawan

2 hari lalu

Jalani Pemeriksaan Tambahan, Venna Melinda Tutup Pintu Damai dengan Ferry Irawan

Venna Melinda memenuhi panggilan penyidik Polda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan tambahan kasus KDRT.


Kisah Emha Ainun Nadjib Dirikan Jemaah Maiyah dan Kiai Kanjeng, Ini Konsep Cak Nun

6 hari lalu

Kisah Emha Ainun Nadjib Dirikan Jemaah Maiyah dan Kiai Kanjeng, Ini Konsep Cak Nun

Begini profil jemaah Maiyah yang diinisiasi Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun. Begitu pula Kiai Kanjeng. Simak konsep dan proses pendiriannya.


4 Kekecewaan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Dalam Proses Hukum Kasus Ini

12 hari lalu

4 Kekecewaan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Dalam Proses Hukum Kasus Ini

Sebagian besar Keluarga korban dan para penyintas Tragedi Kanjuruhan tak hadir dalam sidang perdana kasus tersebut pada Senin kemarin.


Kasus KDRT Venna Melinda, Penyidik Polda Jawa Timur Tahan Ferry Irawan

12 hari lalu

Kasus KDRT Venna Melinda, Penyidik Polda Jawa Timur Tahan Ferry Irawan

Penyidik Subdirektorat Remaja, Anak dan Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur menahan selebritas Ferry Irawan, Senin malam ini.


Babak Baru Dugaan Kasus KDRT Venna Melinda

16 hari lalu

Babak Baru Dugaan Kasus KDRT Venna Melinda

Sejak Venna Melinda melaporkan Ferry Irawan ke Polda Jawa Timur Minggu lalu, banyak fakta hingga pengakuan dari berbagai pihak yang kian terungkap.


Tiga dari 5 Perampok Rumah Dinas Wali Kota Blitar Diringkus Polisi

16 hari lalu

Tiga dari 5 Perampok Rumah Dinas Wali Kota Blitar Diringkus Polisi

Direskrimum Polda Jatim Totok Suharyanto menuturkan tiga perampok rumah dinas Wali Kota blitar yang berhasil diringkus berinisial NT, AJ dan AS/ASN.


Kasus KDRT Venna Melinda, Polisi Tetapkan Ferry Irawan Tersangka

17 hari lalu

Kasus KDRT Venna Melinda, Polisi Tetapkan Ferry Irawan Tersangka

Ferry Irawan terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.