Cak Imin Sebut Yenny Wahid Gagal Urus Partai, Kader Gus Dur Bilang Begini

Reporter

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (tengah) berpose bersama warga saat Konser Kebangsaan di Alun-alun Kota Tangerang, Banten, Minggu, 12 Juni 2022. Konser Kebangsaan yang digelar Tim Kampanye Nasional (TKN) Gus Muhaimin tersebut untuk menghibur dan mendorong masyarakat agar tetap melakukan pola hidup sehat. ANTARA FOTO/Fauzan

TEMPO.CO, Jakarta - Imron Rosyadi Hamid, salah satu kader Gus Dur menanggapi cuitan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyebut Yenny Wahid gagal mengurus partai. Imron menyebut Cak Imin juga hanya memanfaatkan nama besar Gus Dur.

“Selama ini PKB Muhaimin Iskandar tetap mengeksploitasi nama ataupun gambar Gus Dur, meskipun Gus Dur adalah paman yang dia lawan secara hukum di pengadilan,” ujar Imron yang juga dekat dengan Yenny ini dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 Juni 2022.

Imron menganggap Cak Imin tidak memahami pernyataan Yenny Wahid yang menyatakan diri PKB Gus Dur. Selain itu, ada data yang dimanipulasi oleh Cak Imin soal perolehan suara selama pemilu.

Saat Pemilu 2009, PKB mengalami penurunan suara signifikan dan hanya dapat 4,95 persen. Imron menganggap klaim Cak Imin yang menyebut posisi Yenny Wahid tidak berpengaruh adalah tidak berdasar.

“Suara PKB saat ini (9,69 persen suara sah nasional) tidak melebihi prosentase perolehan PKB saat mengikuti Pemilu pertama 1999 (12,62 persen suara sah nasional),” tuturnya.

Imron menilai, perbandingan perolehan 13,57 juta suara pada 2019 dengan 13,2 juta suara pada 1999 menjadi tidak relevan. Selain itu dia menganggap manipulatif, karena variabel kenaikan jumlah penduduk Indonesia seolah-olah tidak diperhitungkan.

Dia juga menjelaskan alasan kegagalan Yenny Wahid dalam mengurus partai yang tidak hanya karena soal teknis verifikasi.

“Tetapi juga ada upaya penggagalan dari beberapa pihak. Saya yakin Cak Imin tidak akan mampu buat partai karena PKB saat ini berhasil didirikan Tahun 1998 dengan menggunakan jaringan NU di bawah kepemimpinan Gus Dur,” katanya.

Pernyataan Yenny Wahid, kata Imron, sebagai upaya menjelaskan kepada masyarakat soal posisi keluarga Gus Dur dalam Pemilu 2024. Dia mengatakan bahwa keluarga Presiden Ke-4 Indonesia tersebut tidak berada dalam barisan kepemimpinan Cak Imin.

Sebelumnya, Yenny menyatakan dirinya bagian dari PKB Gus Dur, bukan PKB Cak Imin. Dia juga mengimbau agar politikus yang elektabilitasnya rendah agar tidak memaksakan diri maju pada Pilpres 2024.

Cak Imin membalas pernyataan Yenny melalui akun Twitter pribadinya @cakimiNow yang menyebut Yenny orang yang gagal mengurus partai. Dia pun mengimbau agar Yenny tidak ikut campur mengatur PKB.

Yenny Wahid juga membalas lagi melalui akun Twitter pribadinya @yennywahid dan mengimbau Cak Imin tidak perlu tersinggung. Cak Imin juga disebut sebagai sosok yang hanya bisa mengambil partai milik orang lain.

Baca: Cak Imin Sindir Yenny Wahid Karena Gagal Urus Partai

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






KPK Periksa Anggota DPR Aryanto Munawar Kasus Suap Rektor Unila

2 jam lalu

KPK Periksa Anggota DPR Aryanto Munawar Kasus Suap Rektor Unila

KPK memeriksa Anggota DPR asal Lampung dan Bupati Lampung Barat dalam kasus suap Rektor Unila Karomani.


Bicara Soal Islam dan Negara, Cak Imin: Bukan Hanya Inspirasi tapi Power di Politik

1 hari lalu

Bicara Soal Islam dan Negara, Cak Imin: Bukan Hanya Inspirasi tapi Power di Politik

Cak Imin mengatakan Islam punya peran dan kekuatan konkrit dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara.


Elektabilitas Prabowo Subianto Menurun, Ini Penjelasan Gerindra

3 hari lalu

Elektabilitas Prabowo Subianto Menurun, Ini Penjelasan Gerindra

Gerindra menyatakan Prabowo Subianto masih belum berkampanye seperti capres lainnya karena masih sibuk sebagai Menteri Pertahanan.


Ganjar Pranowo Disarankan Turunkan Sekoci Politik Agar Pencapresan Semakin Mudah

3 hari lalu

Ganjar Pranowo Disarankan Turunkan Sekoci Politik Agar Pencapresan Semakin Mudah

Ganjar Pranowo dinilai harus mulai menurunkan sekoci politiknya dan tak menunggu restu dari PDIP jika ingin maju pada Pilpres 2024.


KPK Bilang Penyelidikan Kasus Kardus Durian Masih Berlanjut

9 hari lalu

KPK Bilang Penyelidikan Kasus Kardus Durian Masih Berlanjut

KPK mengaku masih kesulitan untuk menaikkan kasus tersebut ke tahap penyidikan. Dua orang saksi kunci kasus tersebut telah meninggal.


Politikus PKB Bilang Koalisi dengan Gerindra Berlanjut Jika Piagam Kerja Sama Dipatuhi

15 hari lalu

Politikus PKB Bilang Koalisi dengan Gerindra Berlanjut Jika Piagam Kerja Sama Dipatuhi

Situasi akan berbeda jika salah satu pihak atau dua belah pihak sudah tidak mematuhi poin kerja sama dalam Piagam Kerja Sama Politik PKB - Gerindra.


Gerindra Sebut Pengumuman Capres-Cawapres Koalisi KIR Diperkirakan Akhir atau Awal Tahun

17 hari lalu

Gerindra Sebut Pengumuman Capres-Cawapres Koalisi KIR Diperkirakan Akhir atau Awal Tahun

Menurut Sekjen Gerindra Muzani, penentuan calon presiden dan calon wakil presiden koalisi KIR berada di tangan Prabowo dan Cak Imin.


Muhaimin Iskandar Sebut Sistem Pemilu Rusak karena Politik Uang di Pilkada

17 hari lalu

Muhaimin Iskandar Sebut Sistem Pemilu Rusak karena Politik Uang di Pilkada

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyebut money politics dalam Pilkada membuat mekanisme Pemilu rusak.


Ketua DPRD DKI hingga Politikus PDIP, PAN, & PKB Kunker ke London saat Pembahasan RAPBD

17 hari lalu

Ketua DPRD DKI hingga Politikus PDIP, PAN, & PKB Kunker ke London saat Pembahasan RAPBD

Sejumlah anggota DPRD DKI melakukan kunjungan kerja atau kunker ke London, Inggris. Ketua Fraksi PKB-PPP menyatakan kunker untuk membahas bus listrik.


Alasan Muhaimin Iskandar Setuju Masa Jabatan Kepala Desa 9 Tahun

19 hari lalu

Alasan Muhaimin Iskandar Setuju Masa Jabatan Kepala Desa 9 Tahun

Muhaimin Iskandar setuju masa jabatan kepala desa selama 9 tahun dalam satu periode atau 18 tahun untuk dua periode. Begini alasannya.