Istri dan Anak Nurhadi Mangkir dari Pemeriksaan Kasus Pencucian Uang

Reporter

Ilustrasi KPK. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Istri dan anak mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang. Istri Nurhadi, Tin Zuraida dan anaknya Rizqi Aulia Rahmi tidak hadir tanpa keterangan.

“Kedua saksi tersebut tidak hadir tanpa keterangan,” kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri, Selasa, 26 April 2022.

Ali mengatakan penyidik akan segera menjadwalkan ulang pemanggilan mereka. Dia mengingatkan agar keduanya kooperatif memenuhi panggilan tersebut.

Penetapan Nurhadi menjadi tersangka pencucian uang merupakan pengembangan dari kasus suap dan gratifikasi. KPK menengarai Nurhadi melakukan pencucian uang dengan menyamarkan aset-asetnya yang berasal dari korupsi.

Pengadilan telah memutus Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono bersalah menerima suap dan gratifikasi untuk mengurus perkara di pengadilan. Hakim memvonis Nurhadi dan Rezky hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Hakim menyatakan Nurhadi menerima suap sebanyak Rp 35,7 miliar dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto. Uang diberikan untuk mengurus perkara hukum yang melibatkan perusahaan Hiendra di pengadilan. Selain itu, Nurhadi dan Rezky juga terbukti menerima gratifikasi Rp 13,7 miliar dari sejumlah pihak yang berperkara di pengadilan.

Baca: Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin






Soal Kasus Lukas Enembe, Mahfud MD: Jika Tak Ada Penyalahgunaan, Saya Jamin Dia Tidak Diapa-apakan

5 jam lalu

Soal Kasus Lukas Enembe, Mahfud MD: Jika Tak Ada Penyalahgunaan, Saya Jamin Dia Tidak Diapa-apakan

Mahfud MD menjamin pemeriksaan Lukas Enembe sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, termasuk memberikan perlindungan hukum kepadanya jika tak salah


KPK Tuntut Bupati Langkat Nonaktif Terbit Perangin Angin 9 Tahun Penjara

8 jam lalu

KPK Tuntut Bupati Langkat Nonaktif Terbit Perangin Angin 9 Tahun Penjara

Jaksa KPK juga menuntut hak politik Bupati Langkat nonaktif Terbit Perangin Angin dicabut selama lima tahun setelah menjalani pidana.


Kapolri Siapkan 1.800 Personel di Papua untuk Bantu KPK Tangkap Lukas Enembe

9 jam lalu

Kapolri Siapkan 1.800 Personel di Papua untuk Bantu KPK Tangkap Lukas Enembe

Kapolri mengatakan penyiapan personel untuk membantu KPK menangkap Lukas Enembe itu adalah upaya Polri mendukung pemberantasan korupsi.


KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Tujuh Saksi dalam Kasus Suap Rektor Unila

10 jam lalu

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Tujuh Saksi dalam Kasus Suap Rektor Unila

KPK jadwalkan ulang pemeriksaan tujuh saksi dalam kasus suap Rektor Unila. Mereka tidak hadir dalam pemeriksaan hari kamis kemarin


KPK Dalami Arahan Rektor Unila Nonaktif Soal Seleksi Tertutup Mahasiswa Baru

11 jam lalu

KPK Dalami Arahan Rektor Unila Nonaktif Soal Seleksi Tertutup Mahasiswa Baru

KPK memeriksa empat orang saksi dalam kasus suap dan gratifikasi yang menyeret Rektor Unila Karomani.


Apa Itu Restorative Justice dan Ketentuan Penerapannya?

12 jam lalu

Apa Itu Restorative Justice dan Ketentuan Penerapannya?

Pengertian dari restorative justice tertuang di dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020


Jadi Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak Punya Harta Rp 8,9 Miliar

16 jam lalu

Jadi Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak Punya Harta Rp 8,9 Miliar

Johanis Tanak terakhir kali melaporkan hartanya pada 14 April 2022. Kala itu jabatannya adalah jaksa fungsional menjelang pensiun.


Mabes Polri Bilang Bareskrim Tak Temukan Adanya Konsorsium 303

18 jam lalu

Mabes Polri Bilang Bareskrim Tak Temukan Adanya Konsorsium 303

Konsorsium 303 disebut-sebut sebagai jaringan judi online yang diduga melibatkan Ferdy Sambo serta pejabat tinggi Polri.


Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

19 jam lalu

Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

Lukas Enembe dua kali mangkir dari pemeriksaan KPK. Beralasan sakit.


Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

1 hari lalu

Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

Paulus Waterpauw meminta Lukas Enembe untuk melepaskan jabatannya sebagai Gubernur Papua.