Eks Penyidik KPK: Siapapun Penerima Aset Pencucian Uang Crazy Rich Harus Lapor

Reporter

Indra Kesuma dan Gilang Widaya Permana atau Indra Kenz dan Juragan 99. Foto: Instagram Indra Kenz.

TEMPO.CO, Jakarta - Eks penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap mengimbau kepada seluruh penerima aset pencucian uang oleh tersangka penipuan untuk segera melapor. Imbauan itu diungkapkan Yudi melalui akun YouTube miliknya. Ia mengatakan seluruh penerima aset dalam bentuk apapun harus mengembalikannya.

Hal itu disampaikannya lantaran melihat begitu banyak aset hasil pencucian uang oleh para aktor yang disebut-sebut sebagai crazy rich dadakan beberapa waktu belakangan.

“Kenapa aset hasil pencucian uang harus dikembalikan? karena untuk memulihkan kembali aset-aset yang didapatkan dari hasil kejahatan. kan penipuan ini ada korbannya, dan mereka meminnta uang mereka kembali,” katanya pada Senin, 14 Maret 2022.

Yudi berharap penyidik mampu bertindak keras. Kronologi terkait mekanisme penyerahan uang, properti, atau dalam wujud bisnis bersama dengan tersangka harus dengan cepat diusut. Hal itu disebutnya bisa membantu proses penyidikan berjalan lancar.

 “Misalnya kerugian 30 milyar, berarti aset yang harus dicari ya sebesar itu. Termasuk juga pihak-pihak yang berbisnis bersama, kalau bisa langsung proaktif melapor, daripada penyidik tau informasi dari pihak lain,” katanya.

Melapor sebelum dipanggil oleh tim penyidik menurut Yudi merupakan langkah pencegahan yang tepat untuk dilakukan para penerima aset. Penegak hukum justru akan menilai pelapor bersikap kooperatif. Maka, kekhawatiran yang tidak diinginkan para pelapor tidak akan terjadi.

 “Jadi jika pun harus mengembalikan ya kembalikan saja. Jangan sampai kita zalim kepada para korban, kita juga bisa lebih tenang menjalani hidup, ” ucapnya.

Menurut keterangan Yudi, langkah pertama yang dilakukan penyidik  untuk melakukan penyidikan adalah mengumpulkan hipotesis tindak pidana kejahatan termasuk menakar besarnya kerugian akibat dari penipuan. Selanjutnya, mencari objek dari pekerjaan yang ditekuni oleh tersangka.

“Nanti bisa dipilah apakah para tersangka ini penghasilannya hanya dari kejahatan atau tempat lain. kalau pun ada di tempat lain juga harus dibuktikan asal muasal bisnisnya,”

Langkah terakhir yaitu melakukan penelusuran. Dalam upaya penelusuran, peran penting dari berbagai pihak seperti lembaga perbankan maupun instansi pelapor lainnya juga diperlukan dalam langkah penelusuran. Hal itu dilaukan untuk mengetahui jejak mengalirnya aset tersangka.

“Karena yang dikejar ini kan hasil kejahatan yang nantinya bisa berubah menjadi aset-aset yang bermacam-macam bentuknya. Bahkan bisa sudah jadi properti, rumah, villa, apartemen, mobil, dan lain-lain,” sebutnya.

Mantan penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap itu juga menyebut uang-uang yang diterima oleh penerima aset tersangka penipuan bisa dalam bentuk aset berjalan. Sehingga, penelusuran menjadi langkah yang penting dan memakan waktu yang lebih lama.

RISMA DAMAYANTI 

Baca: Polisi Sebut Lord Adi Serahkan Duit Indra Kenz atas Inisiatif Pribadi

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

17 menit lalu

Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Lukas Enembe.


Ahmad Sahroni Bilang Dirinya Akan Dipanggil KPK Bila Ada Tersangka Kasus Formula E

2 jam lalu

Ahmad Sahroni Bilang Dirinya Akan Dipanggil KPK Bila Ada Tersangka Kasus Formula E

Politikus Nasdem Ahmad Sahroni mengatakan dirinya akan dipanggil KPK bila memang ada tersangka karena ia menjabat ketua pelaksana balapan.


Lukas Enembe Punya Tambang Emas, KPK: Sampaikan Langsung ke Penyidik!

4 jam lalu

Lukas Enembe Punya Tambang Emas, KPK: Sampaikan Langsung ke Penyidik!

Ali menyayangkan pihak Lukas Enembe justru menggelar konferensi pers ketimbang menghadiri pemeriksaan di KPK.


KPK Gandeng IDI untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe

4 jam lalu

KPK Gandeng IDI untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe

Pendapat dari IDI juga akan menjadi pertimbangan KPK untuk mengizinkan Lukas Enembe berobat ke luar negeri.


Ketua KY Sambangi KPK Bahas Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

6 jam lalu

Ketua KY Sambangi KPK Bahas Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Mahkamah Agung memberhentikan sementara Hakim Agung Kamar Perdata Sudrajad Dimyati dari jabatannya.


Kuasa Hukum Bilang Lukas Enembe Punya Tambang Emas

6 jam lalu

Kuasa Hukum Bilang Lukas Enembe Punya Tambang Emas

Roy tergelitik untuk bertanya langsung kepada Lukas Enembe soal tambang emas. Sedang dalam proses perizinan.


Cegah Korupsi Impor Pangan, KPK Minta Pemerintah Segera Kelarkan Neraca Komoditas

8 jam lalu

Cegah Korupsi Impor Pangan, KPK Minta Pemerintah Segera Kelarkan Neraca Komoditas

KPK meminta agar pemerintah membenahi tata-kelola pangan dengan membuat neraca komoditas.


Jubir Lukas Enembe Enggan Tanggapi Foto yang Dirilis MAKI

8 jam lalu

Jubir Lukas Enembe Enggan Tanggapi Foto yang Dirilis MAKI

Juru bicara Gubernur Papua Lukas Enembe, M Rifai Darus mengatakan pihaknya tak mau menanggapi soal foto yang dirilis oleh MAKI soal Lukas.


Kuasa Hukum Hormati Jokowi karena Beri Perhatian ke Kasus Lukas Enembe

9 jam lalu

Kuasa Hukum Hormati Jokowi karena Beri Perhatian ke Kasus Lukas Enembe

Jokowi meminta Lukas Enembe menghormati proses hukum di KPK. Dia meminta semua pihak untuk menghormati panggilan KPK.


Lukas Enembe Dipastikan Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

10 jam lalu

Lukas Enembe Dipastikan Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

Roy mengatakan Lukas Enembe sudah beberapa kali mengalami serangan stroke. Menurut dia, Lukas seharusnya sudah menjalani perawatan di Singapura.