Gelombang Tiga Covid-19 Varian Omicron Pekan Depan? Epidemiolog Bilang Begini

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ilustrasi virus Corona (Covid-19) varian MU. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta -Perkiraan puncak gelombang tiga Covid-19 varian Omicron diperkirakan bakal terjadi di akhir Februari 2022 alias pekan depan.

Begitulah pernyataan yang tertulis dalam lembar infografis yang di unggah di laman resmi pemerintah, covid19.go.id.

Berkaitan dengan hal ini, epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, menyampaikan beberapa poin terkait gelombang 3 varian Omicron di Indonesia pada Rabu, 2 Februari 2022.

  • Puncak Gelombang Tiga Covid-19 Diprediksi Sejak November

Bukti-bukti Indonesia sudah masuk gelombang ketiga penyebaran dapat diprediksi dengan jelas, indikator-indikator tersebut bisa sangat diukur dan dipantau secara berkala. Maka responsnya seharusnya lebih cepat dilakukan pemerintah.

  • Respon Cepat Harus Dilakukan

Adapun respon cepat mengenai perkiraan lonjakan kasus Covid-19, harus dilakukan cepat. Prediksi sejak November 2021 lalu, menurut Dicky bukanlah hal yang tidak bisa diprediksi. Alasan dilakukan responan yang cepat karna ini ancamannya serius terutama pada anak-anak dan lansia, kaum komorbid.

  • Kasus Selalu Meningkat

Menurut Dicky, bahwa tren peningkatan kasus satu minggu berturut-turut meningkat, terlebih peningkatan kasus signifikan dengan pola eksponensial.

Selain itu menurutnya, untuk  melihat adanya gelombang tiga, bisa lihat dari test positivity rate yang terus merangkak naik. “Jadi kita sudah bukan di awal lagi tapi sudah mulai bergerak agak tinggi lagi ke arah gelombang ketiga,"katanya.

  • Potensi Peningkatan Lebih Lanjut

Poin selanjutnya, Dicky mengatakan bahwa masih ada faktor-faktor mempertegas  potensi peningkatan lebih lanjut di Indonesia, di antaranya varian baru yang memiliki potensi seperti varion of concern Omicron.

  • Masyarakat Indonesia Miliki Kerawanan Imunitas

Menurutnya  ada populasi yang rawan tertular virus dalam jumlah besar, hal tersebut berarti masyarakat Indonesia memiliki kerawanan imunitas yang cukup signifikan. 

  • Kelangkaan Alat Pemeriksaan tes dan Minimnya Tenaga Medis

Kelangkaan alat pemeriksaan merupakan fenomena yang hampir terjadi di semua negara yang terdampak Omicron, hal ini juga berarti bahwa varian Omicron menjadi varian yang cepat penularannya ketimbang varian delta. 

Terkait minimnya tenaga medis, menurutnya karena sebagian tenaga kesehatan juga terinfeksi oleh Omicrom ini. 

Mengutip dari laman covid19.go.id, akan muncul puncak gelombang 3 varian Omicron bakal lebih besar dua sampai tiga kali daripada puncak gelombang varian Delta.  

Diinformasikan bagi yang merasakan gejala dari omicron seperti deman, batuk, pilek dan sakit tenggorokan,. Dapat  melakukan isolasi mandiri di rumah.

Adapun bagi yang melakukan isolasi di rumah, diimbau untuk menyediaan beberapa keperluan isolasi.

Dikutip dari laman covid19.go.id, keperluan selama isolasi mandiri di antaranya seperti  usia pasien maksimal 45 tahun tanpa ada riwayat penyakit komorbid. 

Kemudian dipantau oleh tenaga kesehatan (melalui telemedicine atau petugas keseahtan setempat).

Menghadapi kemungkinan puncak gelombang tiga varian Omicron, rumah untuk pasien isoman harus memiliki lantai dan ruang yang berbeda dengan anggota keluarga lain, dengan ventilasi dan pencahayaan baik. Kamar mandi juga harus terpisah dengan penghuni yang lain. Menyiapkan alat ukur kadar oksigen (pulse oximeter) mandiri, tetap pakai masker saat keluar kamar, berkomitmen isoman sampai selesai.

TIKA AYU
Baca juga: Ridwan Kamil Bilang Jawa Barat Sudah Masuk Gelombang Tiga Covid-19

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Wisata Normal, Kasus Covid-19 Harian Yogyakarta Nyaris Nol

14 jam lalu

Wisata Normal, Kasus Covid-19 Harian Yogyakarta Nyaris Nol

Kasus harian yang muncul tak pernah melebihi tiga kasus dari seluruh temuan lima kabupaten/kota di DI Yogyakarta.


Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

22 jam lalu

Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

WHO menilai risiko terbaru tentang Omicron XBB.1.5 atau Kraken sebagai subvarian yang sangat menular sehingga protokol kesehatan perlu dijaga.


Jokowi Kembali Cerita Soal Kebijakan di Awal Pandemi Ekonomi RI Bisa Minus 17 Persen Kalau Lockdown

2 hari lalu

Jokowi Kembali Cerita Soal Kebijakan di Awal Pandemi Ekonomi RI Bisa Minus 17 Persen Kalau Lockdown

Untuk ketiga kalinya, Presiden Jokowi bercerita soal kebijakan yang dia ambil di awal pandemi Covid-19 dengan tidak menerapkan lockdown.


Ancaman Ketahanan Pangan Meningkat di Perkotaan Akibat Percepatan Urbanisasi di Asia-Pasifik

4 hari lalu

Ancaman Ketahanan Pangan Meningkat di Perkotaan Akibat Percepatan Urbanisasi di Asia-Pasifik

Ketahanan pangan mengancam masa depan di perkotaan telah terjadi saat ini akibat pertumbuhan urbanisasi signifikan di Asia-Pasifik. Ini penjelasannya.


Bos Samsung Indonesia: Pencabutan PPKM Beri Angin Segar Bagi Pengusaha

4 hari lalu

Bos Samsung Indonesia: Pencabutan PPKM Beri Angin Segar Bagi Pengusaha

Presiden Jokowi secara resmi menghentikan PPKM pada Jumat, 30 Desember 2022.


Usia 28 Tahun Jadi Doktor, Arif Nur Muhammad dari Unair Ciptakan Vaksin Covid-19 Halal dan Bebas Efek Samping

4 hari lalu

Usia 28 Tahun Jadi Doktor, Arif Nur Muhammad dari Unair Ciptakan Vaksin Covid-19 Halal dan Bebas Efek Samping

Arif Nur Muhammad mahasiswa Unair meraih gelar doktor di usia 28 tahun dengan disertasi mengenai Vaksin Covid-19 bebas efek samping dan halal.


PPKM Dihentikan, Airlangga: Satgas Covid-19 Tetap Jalan

5 hari lalu

PPKM Dihentikan, Airlangga: Satgas Covid-19 Tetap Jalan

Airlangga Hartarto mengatakan vaksinasi booster tetap berjalan dan diberikan secara gratis.


Jokowi Cerita Tolak Lockdown di Awal Pandemi Covid-19: Saya Semedi 3 Hari

5 hari lalu

Jokowi Cerita Tolak Lockdown di Awal Pandemi Covid-19: Saya Semedi 3 Hari

Jokowi kembali bercerita soal keputusannya di awal pandemi Covid-19, di mana dia memutuskan Indonesia tidak menerapkan kebijakan lockdown.


Polda Metro Sebut Kemacetan Lalu Lintas Jakarta Telah Seperti sebelum Pandemi Covid-19, Tak Nyaman

7 hari lalu

Polda Metro Sebut Kemacetan Lalu Lintas Jakarta Telah Seperti sebelum Pandemi Covid-19, Tak Nyaman

Latif Usman mengatakan mobilitas kendaraan di DKI Jakarta sudah seperti sebelum pandemi Covid-19. Angka ini berdasarkan persentase indeks kemacetan.


PBB: Pandemi Covid-19 Menurunkan Kasus Perdagangan Manusia

7 hari lalu

PBB: Pandemi Covid-19 Menurunkan Kasus Perdagangan Manusia

Menurut UNODC, perang Ukraina berisiko meningkatkan jumlah korban perdagangan manusia.