Komnas HAM Gandeng KNPA untuk Pulihkan Trauma Warga Wadas

Anggota polisi berjaga saat warga yang sempat ditahan tiba di halaman masjid Desa Wadas, Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu, 9 Februari 2022. Mereka ditangkap polisi ketika Badan Pertanahan Nasional mengukur lahan rencana penambangan material Bendungan Bener di Wadas. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih mencari keterangan atas dugaan kekerasan terhadap warga Desa Wadas. Namun, lembaga tersebut sudah melakukan beberapa hal untuk menghilangkan rasa trauma warga.

“Saya sudah koordinasi dengan beberapa lembaga sosial, seperti Ansor. Ada juga pekerja kemanusiaan yang bisa membantu memulihkan trauma, mereka semua punya sumber daya,” ujar Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, saat dihubungi, Minggu, 13 Februari 2022.

Selain itu, Beka menambahkan, Komnas HAM sudah berkoordinasi dengan Komisi Nasional Perlindungan Anak. “Saat ini kami masih mencari keterangan, jadi belum ada kesimpulan,” katanya lagi.

Komnas HAM sudah mendatangi Desa Wadas dan meminta keterangan dari warga pada Sabtu, 12 Februari. Hasilnya, Beka menyatakan ada dugaan kekerasan yang dilakukan oleh aparat.

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan laporan masih ada beberapa warga yang belum berani pulang ke desa. Komnas HAM juga mencatat soal relasi sosial antara warga yang mendukung pembangunan Bendungan Bener dan warga yang menolak menjadi renggang. “Jadi sebelumnya sudah ada ke arah perbaikan relasi, tapi setelah insiden beberapa hari yang lalu itu renggang lagi,” katanya.

Sebelum berkunjung ke Desa Wadas, pada Jumat, 11 Februari, Beka menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam pertemuan tersebut, Beka mengatakan beberapa hal kepada Ganjar.

Pertama, Komnas HAM meminta agar pemerintah mengevaluasi total pendekatan yang dilakukan dalam penyelesaian di Desa Wadas. “tapi dengan tidak lagi menggunakan pendekatan keamanan dan mengedepankan musyawarah, pendekatan humanis persuasif begitu,” tutur dia.

Kedua, dia melanjutkan, Komnas HAM juga memberikan beberapa masukan terkait dengan isu penting yang berkembang. Misalnya, Beka mencontohkan soal perizinan, mekanisme pembebasan lahan. "Artinya kemarin kan pengukuran, terus bagaimana pembayarannya apa saja item-item yang harus dibayarkan begitu," tutur Beka.

Dan yang ketiga, Komnas HAM meminta agar Ganjar fokus pada pemulihan trauma bagi warga Desa Wadas, khususnya untuk perempuan dan anak-anak. "Juga soal jaminan keamanan, tidak lagi intimidasi, terus kemudian tidak ada ancaman atau pemaksaan," kata dia.

Menurut Beka, usulan-usulan tersebut diterima oleh Gubernur Ganjar Pranowo. "Dia (Ganjar) menyatakan bertanggung jawab atas kejadian kemarin dan akan menindaklanjuti saran Komnas HAM,” ujar Beka soal insiden di Desa Wadas.

Minggu kemarin, Komnas HAM melanjutkan penyelidikannya dengan mendatangi Polsek Purworejo. “Kami masih melanjutkan mencari keterangan dugaan kekerasan, hari ini akan bertemu dengan pihak kepolisian di Purworejo,” kata Beka soal insiden warga Wadas dengan kepolisian.

Baca: LBH Yogya Ungkap Sejarah Proyek Bendungan Bener yang Ditolak Warga Wadas






Panitia Musyawarah Rakyat di Semarang Menyayangkan Ganjar Pranowo Tak Hadir

1 hari lalu

Panitia Musyawarah Rakyat di Semarang Menyayangkan Ganjar Pranowo Tak Hadir

Namun Ketua Panitia Musyawarah Rakyat memaklumi bila ketidakhadiran Ganjar Pranowo itu karena alasan politik.


Komnas HAM Meminta Pemerintah Bertindak Cepat Tangani Penangkapan Pekerja Migran di Malaysia

1 hari lalu

Komnas HAM Meminta Pemerintah Bertindak Cepat Tangani Penangkapan Pekerja Migran di Malaysia

Komisioner Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan kuat dugaan proses razia dan karantina pekerja migran tersebut terdapat pelanggaran hak asasi.


Ganjar Pranowo, Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, hingga Jokowi Bersaing dalam Musra

2 hari lalu

Ganjar Pranowo, Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, hingga Jokowi Bersaing dalam Musra

Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto bersaing ketat dalam 16 Musra yang telah digelar. Keduanya disebut sama-sama menang di 4 provinsi.


Komnas HAM Tegaskan Tak Ikut Campur Urusan Proses Hukum Lukas Enembe di KPK

2 hari lalu

Komnas HAM Tegaskan Tak Ikut Campur Urusan Proses Hukum Lukas Enembe di KPK

Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro mengatakan, telah menerima tiga laporan soal penanganan KPK terhadap Lukas Enembe.


Ganjar Pranowo Bakal Buka Musyawarah Rakyat di Semarang Besok

2 hari lalu

Ganjar Pranowo Bakal Buka Musyawarah Rakyat di Semarang Besok

Musra Indonesia di Semarang akan dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ini adalah ajang menjaring calon presiden dan cawapres di Pemilu 2024.


Langkah Politik Suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi dari Gerindra ke PSI, Ini Profilnya

2 hari lalu

Langkah Politik Suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi dari Gerindra ke PSI, Ini Profilnya

PSI mengumumkan suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi berkontribusi dalam Pemilu 2024 sebagai Dewan Pengarah Pemenangan Pemilu 2024. Ini langkah politiknya


SMRC Prediksi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Bersaing Ketat di Putaran Kedua Pilpres 2024

3 hari lalu

SMRC Prediksi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Bersaing Ketat di Putaran Kedua Pilpres 2024

SMRC menilai Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan akan masuk ke putaran kedua jika Pilpres 2024 digelar dengan lebih dari dua pasangan.


Suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi, Langsung Dapat Jabatan Mentereng di PSI, Ini Kata Grace Natalie

3 hari lalu

Suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi, Langsung Dapat Jabatan Mentereng di PSI, Ini Kata Grace Natalie

Grace Natalie menjelaskan kenapa Dhohir Farisi, suami Yenny Wahid, langsung mendapatkan jabatan Dewan Pengarah Pemenangan Pemilu 2024 di PSI.


Soal Dukungan Terhadap Ganjar Pranowo, PSI Tepis Anggapan Ambil Kader Partai Lain

3 hari lalu

Soal Dukungan Terhadap Ganjar Pranowo, PSI Tepis Anggapan Ambil Kader Partai Lain

PSI menyatakan dukungan mereka terhadap Ganjar Pranowo murni aspirasi dari masyarakat.


Hanya Ada Satu Seismometer di Dieng, Ganjar Minta Ditambah

4 hari lalu

Hanya Ada Satu Seismometer di Dieng, Ganjar Minta Ditambah

Sebelumnya terjadi beberapa kali gempa tektonik hingga Gunung Dieng berstatus waspada.