Kepala BNPT Minta Maaf Soal Data 198 Pesantren Terafiliasi Teroris

Inspektur Jenderal (Irjen) Pol. Boy Rafli Amar seusai acara pelantikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu 6 Mei 2020. Presiden Joko Widodo melantik Irjen Pol. Boy Rafli Amar sebagai Kepala BNPT menggantikan Komisaris Jenderal (Komjen) Suhardi Alius yang dimutasi menjadi analis kebijakan utama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Foto : Edwin Dwi Putranto/Republika/Pool

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Pertemuan itu membahas terkait dengan data 198 pesantren yang terafiliasi dengan terorisme dari BNPT yang sempat ramai dibicarakan.

Boy menjelaskan bahwa BNPT dan MUI mengupayakan adanya persamaan persepsi di antara perbedaan pendapat.

"Saya menyampaikan permohonan maaf karena penyebutan nama pondok pesantren diyakini melukai perasaan pengelola pondok, umat islam yang tentunya bukan maksud untuk itu," ujar dia pada Kamis, 3 Februari 2022.

Menurut Boy, munculnya nama-nama pesantren tersebut tidak bermaksud mengeneralisir, demikian juga dengan yang terafiliasi. Dia menjelaskan bahwa terafikiasi yang BNPT sebutkan itu maksudnya berkaitan dengan individu bukan lembaga pondok pesantren secara keseluruhan.

"Jadi ada individu-individu yang terhubung dengan pihak yang terkena proses hukum terkait dengan teroriame," kata Boy setelah pertemuan yang berlangsung kurang kebih dua jam setengah itu.

Data BNPT itu, disebutnya merangkum dari proses hukum kasus terorisme. Menurutnya, data tersebut adalah hasil himpunan selama 20 tahun terakhir, dan digunakam untuk menunjukkan bagaimana pencegahan dilakukan agar tidak berdampak buruk bagi masyarakat.

Ketua MUI Bidang Organisasi, Noor Achmad, mengatakan bahwa permasalahan terkait  informasi data 198 pesantren yang terafiliasi paham terorisme sudah selesai. Menurut dia, diskusi yang dilakukan sangat dinamis dan ilmiah, yang menghasilkan pandangan yang sama terkait dengan isu terorisme. "Yaitu kita perlu mengantisipasi sekaligus terus mewaspadai adanya gerakan terorisme," tutur dia.







BPIP Populerkan Salam Pancasila saat Seminar di Yogyakarta

11 jam lalu

BPIP Populerkan Salam Pancasila saat Seminar di Yogyakarta

Survei menunjukkan terjadi penurunan kesadaran terhadap Pancasila. 85 persen milenial terpapar terorisme.


Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Kekerasan Seksual 11 Santriwati, Kuasa Hukum Korban: Kami Laporkan 5

1 hari lalu

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Kekerasan Seksual 11 Santriwati, Kuasa Hukum Korban: Kami Laporkan 5

Berdasarkan keterangan para korban, pelaku kekerasan seksual terhadap belasan santriwati di pesantren itu diduga berjumlah lima orang.


XL Axiata Donasi Laptop ke 39 Pesantren untuk Dukung Digitalisasi Pedesaan

1 hari lalu

XL Axiata Donasi Laptop ke 39 Pesantren untuk Dukung Digitalisasi Pedesaan

Donasi ini merupakan bagian dari Program Desa Digital Nusantara yang digelar XL Axiata guna mendorong digitalisasi di pedesaan.


Aneka Fungsi Radar Karya Josaphat, Bisa Lacak Teroris di Hutan

2 hari lalu

Aneka Fungsi Radar Karya Josaphat, Bisa Lacak Teroris di Hutan

Pemanfaatan teknologi radar Josaphat sangat luas, termasuk untuk melacak teroris.


ACT Bantah PPATK, Ngaku Tak Terlibat Pendanaan Teroris

2 hari lalu

ACT Bantah PPATK, Ngaku Tak Terlibat Pendanaan Teroris

PPATK mengindikasikan ada transaksi yang diduga berkaitan dengan aktivitas terorisme oleh lembaga ACT.


Penembakan di Denmark: Polisi Kopenhagen Tidak Temukan Indikasi Terorisme

2 hari lalu

Penembakan di Denmark: Polisi Kopenhagen Tidak Temukan Indikasi Terorisme

Kepolisian Kopenhagen menyatakan, serangan tembakan di sebuah mal di Minggu petang, tidak ada indikasi terkait dengan terorisme


Penembakan di Denmark, Polisi Laporkan Ada Korban Jiwa

2 hari lalu

Penembakan di Denmark, Polisi Laporkan Ada Korban Jiwa

Penembakan di tempat umum terjadi di Kota Kopenhagen, Denmark. Satu pelaku ditangkap.


Soal Ganja untuk Medis, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim: Tunggu Uji Klinis

6 hari lalu

Soal Ganja untuk Medis, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim: Tunggu Uji Klinis

Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim KH Ma'ruf Khozin mengatakan masih perlu menunggu hasil uji klinis untuk menemukan kandungan yang terdapat dalam Ganja yang sama sekali tidak ada obat alternatifnya.


MUI Kaji Fatwa Ganja Medis Usai Diminta Ma'ruf Amin

6 hari lalu

MUI Kaji Fatwa Ganja Medis Usai Diminta Ma'ruf Amin

Ma'ruf Amin meminta dikeluarkannya fatwa baru mengenai pengecualian larangan penggunaan ganja medis.


Mengenang Tragedi Runtuhnya Mall Sampoong 1995 yang Menewaskan Ratusan Orang

7 hari lalu

Mengenang Tragedi Runtuhnya Mall Sampoong 1995 yang Menewaskan Ratusan Orang

Hari ini, 27 tahun yang lalu, terjadi salah satu tragedi terbesar sepanjang sejarah Korea Selatan, yakni runtuhnya Mall Sampoong 1995.