Pemerintah Minta Masyarakat Lakukan Tes Covid-19 Bila Mengalami Gejala Flu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas kesehatan mendata warga penerima vaksin COVID-19 dosis ketiga saat vaksinasi booster COVID-19 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa 25 Januari 2022. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kebut program vaksinasi booster atau dosis ketiga di wilayah Jabodetabek setelah mendeteksi adanya lonjakan kasus Omicron di Indonesia. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Petugas kesehatan mendata warga penerima vaksin COVID-19 dosis ketiga saat vaksinasi booster COVID-19 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa 25 Januari 2022. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kebut program vaksinasi booster atau dosis ketiga di wilayah Jabodetabek setelah mendeteksi adanya lonjakan kasus Omicron di Indonesia. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat segera lakukan tes Covid-19 jika mengalami gejala flu seperti batuk dan pilek. Anjuran ini disebabkan lantaran gejala Covid-19 varian Omicron yang saat ini mulai merebak tak jauh berbeda dengan flu biasa.

    "Kalau masyarakat merasakan perubahan kesehatan bisa segera tes," kata Nadia saat dihubungi, Rabu, 26 Januari 2022.

    Nadia mengatakan gejala yang dialami pasien Covid-19 yang terinfeksi varian Omicron rata-rata lebih ringan dibanding dengan pasien Covid-19 yang terinfeksi varian Delta. Mayoritas pasien Omicron, kata dia, hanya menunjukkan gejala ringan, bahkan ada yang tanpa gejala.

    Per 26 Januari 2022, Nadia menyebut total kasus Omicron di Indonesia mencapai 1.766 orang. Sebanyak 1.066 pasien adalah pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan 449 pasien terinfeksi dari transmisi lokal. Sementara 251 orang lain masih dalam penelusuran epidemiologi.

    Pada Sabtu, 22 Januari 2022, dua pasien Omicron meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. Satu pasien memiliki penyakit komorbid diabetes tidak terkontrol dan hipertensi. Satu orang lainnya memiliki penyakit hipertensi dan sakit ginjal.

    Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan gejala pada Omicron memang tidak spesifik dan disinyalir lebih ringan pada kelompok yang memiliki kekebalan. Namun, Wiku mengatakan, masyarakat tetap harus waspada dan patuh menjalankan protokol kesehatan. "Sebab infeksi pada kelompok rentan masih bisa menyebabkan gejala yang parah bahkan kematian," ujar dia.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.