Kasus Penendang Sesajen: Sesajen sebagai Wujud Keharmonisan Manusia-Alam

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Pelaku penendang sesajen Gunung Semeru (bertopi) yang juga eks mahasiswa UIN Yogya saat diinterogasi di Yogya Kamis petang, 13 Januari 2022. (Dok. Polda DIY)

Bagi sebagian orang Jawa, menurut Suwardi Endraswara, sesajen dipandang sebagai bentuk “slametan”, agar dirinya terhindar dari mara bahaya. “Oleh sebab itu, dalam setiap kehidupan masyarakat tradisional Jawa, sebisa mungkin mempertahankan tradisi ini,” tulis Endraswara dikutip dari bukunya yang berjudul Agama Jawa, Ajaran, Amalan, dan Asal-usul Kejawen (2015).

Begitu pula dengan masyarakat Hindu di Bali. Ritus persembahan sesajen menjadi praktik keagamaan yang paling penting dalam kehidupan di sana. Menurut I Ketut Keriana, sesajen sebagai simbol perwujudan yadnya untuk dapat diserap isi jagat yang dirangkai dalam satu kesatuan sesaji untuk kemudian dipersembahkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Fungsi memberikan sesajen, dalam tradisi Hindu Bali, di antaranya sebagai alat pengendali atau pengawas norma-norma masyarakat, dan sebagai pranata lembaga-lembaga kebudayaan.

“Di sisi lain, juga sebagai sarana kerukunan hidup antar anggota masyarakat, menumbuhkan sifat dan sikap kebersamaan dan kegotong-royongan,” terang I Ketut Keriana dalam bukunya yang berjudul Prosesi Upakara & Yadnya (2007).

Salah satu contoh penerapannya, misalnya pemberian sesajen dalam bentuk menyembelih hewan tertentu dan menyajikan darahnya kepada para dewa, leluhur, arwah penjaga bumi, dan makhluk-makhluk lain. Hal ini, sebenarnya dimaksudkan untuk menjalin hubungan dan komunikasi antara manusia dengan makhluk-makhluk tersebut. Atau dengan kata lain, sebagai bentuk solidaritas manusia kepada alam-alam lainnya.

Hal ini selaras dengan pandangan Clifford Geertz (1992), menguraikan bahwa setiap orang, dalam arti keagamaan, membutuhkan media atau sarana untuk berkomunikasi.

Media ini, yakni dalam wujud simbolis yang berperan sebagai komunikator pesan. Sebab, menurutnya, kekuatan sebuah doa dalam ritual keagamaan terletak pada kemampuan simbol-simbolnya. Agama melukiskan kekuatan imajinasi manusia untuk membangun gambaran di realitas yang ada.

Berdasarkan konsep ini, Geertz menegaskan kembali bahwa suatu proses ritual yang bersifat religius harus memiliki keyakinan untuk menjaga hubungan yang harmonis, antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam. Menjaga keharmonisan antara manusia dengan alam dapat diwujudkan, salah satunya melalui wujud sesajen.

HARIS SETYAWAN

Baca juga : UIN Yogyakarta: Penendang Sesajen Semeru DO Sejak 2014

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.







Viral Konten Mandi Lumpur, Sandiaga: Jangan Eksploitasi Kedermawanan Masyarakat Indonesia

13 jam lalu

Viral Konten Mandi Lumpur, Sandiaga: Jangan Eksploitasi Kedermawanan Masyarakat Indonesia

Sandiaga mengatakan konten mandi lumpur menjadi viral karena orang Indonesia terkenal dermawan.


Terpopuler Bisnis: Erick Thohir Sebut Islamic Finance RI Terbesar di Dunia, Bulog Jual Beras ke Ritel

15 jam lalu

Terpopuler Bisnis: Erick Thohir Sebut Islamic Finance RI Terbesar di Dunia, Bulog Jual Beras ke Ritel

Berita terpopuler sepanjang Minggu kemarin, dimulai dengan Erick Thohir mengatakan Indonesia memiliki jaringan Islam terbesar di dunia.


Terkini Bisnis: Mobile Banking Dibobol Via Undangan Nikah , Bulog Jual Beras ke Ritel Modern

1 hari lalu

Terkini Bisnis: Mobile Banking Dibobol Via Undangan Nikah , Bulog Jual Beras ke Ritel Modern

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Minggu sore, 29 Januari 2022 dimulai dengan modus baru pembobol mobile banking.


Terkini Bisnis: Modus Baru Pembobol Mobile Banking, Fakta Baru Promo Holland Bakery

1 hari lalu

Terkini Bisnis: Modus Baru Pembobol Mobile Banking, Fakta Baru Promo Holland Bakery

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Minggu siang, 29 Januari 2022, modus baru pembobol mobile banking atau m-banking lewat undangan nikah online.


Videonya Viral, Pekerja Migran di Arab yang Minta Pulang Diamankan Pemerintah

1 hari lalu

Videonya Viral, Pekerja Migran di Arab yang Minta Pulang Diamankan Pemerintah

Kemnaker dan KBRI Riyadh mengamankan pekerja migran Indonesia (PMI) Siti Kurmeisa yang videonya minta dipulangkan viral di media sosial.


Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan Jelaskan Hasil Evaluasinya

1 hari lalu

Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan Jelaskan Hasil Evaluasinya

Di tayangan video viral, tampak petani membuang hasil panennya lantaran harga jual tomat anjlok hingga menyentuh Rp 600 per kilogram.


Rekening Nasabah Rp 320 Juta Dibobol, Bos BCA: KTP, ATM, Buku Tabungan, PIN Itu Nyawa Kedua

2 hari lalu

Rekening Nasabah Rp 320 Juta Dibobol, Bos BCA: KTP, ATM, Buku Tabungan, PIN Itu Nyawa Kedua

Bos BCA mengibaratkan KTP, Kartu ATM, buku tabungan, serta nomor PIN sebagai nyawa kedua yang harus dijaga dengan baik.


Holland Bakery Jadi Trending Topic di Twitter karena Diserbu Warga yang Berburu Diskon 45 Persen

2 hari lalu

Holland Bakery Jadi Trending Topic di Twitter karena Diserbu Warga yang Berburu Diskon 45 Persen

Holland Bakery diserbu warga karena memberikan promo 45 persen untuk semua item pada hari ulang tahunnya yang ke-45 hari ini.


Viral Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset oleh Ibunya, Ini Bahayanya

3 hari lalu

Viral Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset oleh Ibunya, Ini Bahayanya

Media sosial dihebohkan dengan aksi ibu yang memaksa bayinya meminum kopi saset. Bisa mengundang bahaya bagi bayi 7 bulan itu.


Siapa Sosok Jhon LBF yang Viral Bantu Tiko, Kini Dituding Sering Potong Gaji Karyawan

3 hari lalu

Siapa Sosok Jhon LBF yang Viral Bantu Tiko, Kini Dituding Sering Potong Gaji Karyawan

Jhon LBF juga sempat menawarkan pekerjaan kepada Sultan Akhyar, kreator konten yang mengajak lansia mandi lumpur di TikTok.