JK: Ketidakadilan Jadi Mayoritas Penyebab Konflik di Indonesia

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, memperlihatkan piagang penghargaan donasi 9 ribu masker N95 dari Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia untuk membantu dalam menangani pandemi virus corona baru (Covid-19), 14 Mei 2020. (MMKSI)

    Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, memperlihatkan piagang penghargaan donasi 9 ribu masker N95 dari Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia untuk membantu dalam menangani pandemi virus corona baru (Covid-19), 14 Mei 2020. (MMKSI)

    TEMPO.CO, JakartaWakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla (JK) mengatakan ketidakadilan menjadi penyebab mayoritas konflik di Indonesia yang menelan korban. 

    "Dari pengalaman kita berbangsa selama 77 tahun, setidaknya ada 15 konflik besar melanda negeri ini yang menyebabkan munculnya korban seribu orang. Dari 15 konflik itu, 11 karena ketidakadilan, yakni ketidakadilan sosial, politik, dan ekonomi," ujar Kalla saat menjadi narasumber dalam diskusi Twitter Spaces Forum Ekonomi Politik Didik J Rachbini bertajuk "Cak Nur, Pancasila dan Indonesia yang Adil", Jumat, 14 Januari 2022.

    Jusuf Kalla mengatakan salah satunya adalah konflik Aceh. Ia menuturkan konflik ini terjadi karena munculnya rasa ketidakadilan ekonomi di masyarakatnya.

    "Aceh sebagai salah satu wilayah dengan sumber daya alam yang berlimpah, namun kekayaan itu belum bisa memberikan kemakmuran ekonomi secara merata kepada masyarakatnya," ucap Kalla.

    Sehingga, Kalla memandang persoalan ketidakadilan di Indonesia harus segera dituntaskan. Ia mengatakan kata adil dimuat dalam dua sila di Pancasila. Yaitu kedua dan kelima yang berbunyi "kemanusiaan yang adil dan beradab" serta "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."

    Dengan begitu, kata dia, dua sila itu memberikan nuansa bahwa keadilan adalah upaya yang harus diperjuangkan oleh segenap bangsa Indonesia untuk mencapai kemajuan. "Meskipun adil dan maju itu tidak mudah untuk diwujudkan, tetapi harus dilakukan," kata Jusuf Kalla.

    Dalam diskusi yang juga merupakan rangkaian Dies Natalis Ke-24 Universitas Paramadina itu, JK mengatakan upaya mewujudkan keadilan dan kemajuan perlu didukung manajemen pemerintahan yang baik serta perbaikan di bidang ekonomi dan sosial.

    Baca juga: Bedah Buku Yudian Wahdyudi, Pemikiran Komparatif antara 4 Tokoh Islam Indonesia


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Sepakati Travel Bubble dengan Singapura, Ini Penjelasannya...

    Indonesia membuka pintu pariwisata melalui Travel Bubble. Wisatawan yang memenuhi syarat dapat menyeberang ke Singapura melalui Batam dan Bintan.