Satgas Covid-19 Bilang Micro Lockdown Bagian dari PPKM Mikro yang Sudah Berjalan

Reporter

Editor

Amirullah

Warga berjalan melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 7 Desember 2021. Pemerintah resmi membatalkan kebijakan penerapan PPKM level 3 yang rencananya diterapkan di masa Natal dan Tahun Baru dan akan mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku dengan tambahan pengetatan. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyebut kebijakan micro lockdown akan diberlakukan guna mengantisipasi penyebaran varian Omicron di Indonesia. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan kebijakan baru, melainkan bagian dari PPKM Mikro berbasis level yang selama ini telah berjalan.

"Konsep micro lockdown merupakan bagian dari kebijakan PPKM Mikro di tingkat RT yang telah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri untuk membatasi kegiatan masyarakat secara ketat. Hanya implementasinya yang perlu kembali dievaluasi," ujar Wiku dalam konferensi pers, Selasa, 28 Desember 2021.

Pemerintah melalui Satgas Covid-19 sebelumnya telah mengembangkan pos komando di daerah yang fungsinya adalah membantu pemerintah daerah melakukan pengawasan dan pelaksanaan PPKM Mikro. Petugas di setiap posko bertugas melakukan pengawasan, utamanya pengawasan implementasi protokol kesehatan.

"Kinerja posko di masing-masing desa dan kelurahan, termasuk pencatatan dan pelaporan yang perlu dievaluasi," ujar Wiku.

Posko desa/kelurahan ini dibagi berdasarkan zona risiko tingkat RT seperti ditetapkan sejak 6 April 2021. Pembagian zona risiko tersebut seperti, zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

Skenario micro lockdown hanya berlaku pada RT dalam zona merah. Lalu, apabila kasus Covid-19 di wilayah tesebut sudah menurun, dan zonasinya berpindah ke zona kuning atau hijau, maka skenario micro lockdown tidak berlaku lagi. Pada aturan sebelumnya, zona merah ini berlaku jika pada satu RT ditemukan lebih dari lima rumah yang memiliki kasus konfirmasi positif.

Upaya pengendalian yang dilakukan di antaranya, isolasi mandiri dengan pengawasan ketat, menemukan suspek, melacak kontak erat, serta menutup tempat umum termasuk tempat ibadah kecuali sektor esensial, melarang perkumpulan lebih dari 3 orang, meniadakan kegiatan sosial dan menetapkan peraturan keluar masuk wilayah maksimal pukul 20.00 waktu setempat.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal mengatakan, dengan adanya varian Omicron, monitoring akan diperketat, tracing dan testing diperkuat. "Sehingga sejauh mungkin kita waspada. Jika pada level tertentu di wilayah mikro, maka akan berlaku PPKM mikro sesuai level," ujarnya saat dihubungi Tempo pada Selasa, 28 Desember 2021.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pengawasan terutama akan dilakukan di lima daerah tujuan berlibur yakni, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, dan Lombok.

"Ini lima daerah prioritas kita akan turunkan tim. Apakah PPKK Mikrobini jalan apa enggak. Sebab kalau PPKM mikro ini jalan, ada kebijakan lockdown tetap bisa dilakukan. Yang jalan kita akan memberikan penghargaan. Yang tak jalan tentunya nanti akan kita tegur," kata Tito, kemarin.






Covid-19 Terkini: 300 Subvarian Omicron dan Batuk Kronis

5 hari lalu

Covid-19 Terkini: 300 Subvarian Omicron dan Batuk Kronis

Kasus-kasus Covid-19 telah benar-benar berubah sejak Omicron terdeteksi setahun yang lalu.


Peta Kasus Covid-19: Mengenal Varian Omicron Baru BQ.1 dan BQ.1.1

13 hari lalu

Peta Kasus Covid-19: Mengenal Varian Omicron Baru BQ.1 dan BQ.1.1

Kasus Covid-19 naik lagi di Amerika Serikat dengan munculnya varian Omicron baru yaitu BQ.1, BQ.1.1. Varian ini menyumbang lebih dari 24 persen kasus.


Belum Usai Omicron XBB, Kini Muncul Subvarian Omicron BN.1

13 hari lalu

Belum Usai Omicron XBB, Kini Muncul Subvarian Omicron BN.1

Para ahli menduga Omicron BN.1 dapat menghindari sistem kekebalan tubuh manusia sehingga menyebabkan penyebaran lebih mudah terjadi.


Satgas Covid-19 Menyebut Kasus Terkonfirmasi Positif Harian Bertambah 4.887 pada Ahad Ini

18 hari lalu

Satgas Covid-19 Menyebut Kasus Terkonfirmasi Positif Harian Bertambah 4.887 pada Ahad Ini

Satgas Covid-19 melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi positif harian pada Minggu, 13 Nopember 2022, bertambah 4.877.


Covid-19 Masih Ada: Kasus Positif, Aktif, dan Kematian Seluruhnya Meningkat

21 hari lalu

Covid-19 Masih Ada: Kasus Positif, Aktif, dan Kematian Seluruhnya Meningkat

Karena XBB atau bukan, Satgas mengingatkan semua pihak untuk tidak menunggu pengumuman penyebab pasti dari lonjakan kasus baru Covid-19.


Cegah Penularan XBB Kian Meluas dengan Galakkan Lagi Tes COVID-19

24 hari lalu

Cegah Penularan XBB Kian Meluas dengan Galakkan Lagi Tes COVID-19

Pemerintah diminta kembali menggalakkan tes COVID-19 untuk mencegah penularan COVID-19 subvarian XBB semakin meluas.


Kasus Covid-19 di Jakarta Naik Lagi, Heru Budi Hartono Minta Warga Terapkan Prokes

27 hari lalu

Kasus Covid-19 di Jakarta Naik Lagi, Heru Budi Hartono Minta Warga Terapkan Prokes

Kasus Covid-19 kembali tinggi sejalan dengan ditemukannya subvarian Omicron XBB..


Ingatkan Puncak Gelombang Varian Baru Covid Dua Bulan Lagi, Luhut: Lebih Rendah dari Omicron

27 hari lalu

Ingatkan Puncak Gelombang Varian Baru Covid Dua Bulan Lagi, Luhut: Lebih Rendah dari Omicron

Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan puncak gelombang varian baru COVID-19 akan terjadi dalam satu hingga dua bulan ke depan.


UGM Perkirakan Omicron XBB Sudah Masuk DIY Sejak Oktober

27 hari lalu

UGM Perkirakan Omicron XBB Sudah Masuk DIY Sejak Oktober

Prediksi UGM tersebut berdasar pada tren kasus harian Covid-19 di DIY yang meningkat beberapa waktu terakhir.


Covid-19 Melonjak Drastis di Daerah Istimewa Yogyakarta, Hampir 1.000 Kasus Aktif

30 hari lalu

Covid-19 Melonjak Drastis di Daerah Istimewa Yogyakarta, Hampir 1.000 Kasus Aktif

Temuan kasus baru Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali naik menembus 100 kasus sehari persis memasuki bulan November 2022 ini.