Menteri BUMN Erick Thohir Anggota Kehormatan Banser, Apa Fungsi Banser?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) setelah berhasil mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) sebagai syarat menjadi anggota Banser di Sekolah Citra Alam Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad, 28 November 2021. Foto: Banser

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) setelah berhasil mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) sebagai syarat menjadi anggota Banser di Sekolah Citra Alam Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad, 28 November 2021. Foto: Banser

    TEMPO.CO, Jakarta - Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), resmi dilantik menjadi anggota kehormatan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Erick resmi dilantik setelah berhasil melalui proses pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Banser di Sekolah Citra Alam Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu, 28 November 2021.

    "Ini suatu penghormatan luar biasa yang tidak terhingga buat saya karena saya bisa menjadi keluarga besar Banser,” ujar Erick Thohir, 28 November 2021.

    Banser merupakan satuan organisasi yang selama ini dikenal lekat dengan Nahdlatul Ulama (NU). Dilansir dari nu.or.id, Banser merupakan organisasi semi-otonom GP Ansor, organisasi pemuda NU yang berdiri pada 1930. Dalam berpenampilan, Banser dikenal sering mengenakan berbagai atribut yang mirip dengan militer. Pakaian, topi, hingga sepatu yang dipakai oleh Banser biasanya sama dengan yang dipakai oleh polisi atau tentara.

    Sesuai dengan namanya, Banser memiliki fungsi yang cenderung serba guna. Banser memiliki fungsi yang mirip dengan polisi, seperti menjaga keamanan dan menertibkan jalan. Di sisi lain, sebagaimana dilansir dari nu.or.id, Banser juga berfungsi sebagai tenaga relawan dalam evakuasi bencana, kegiatan sosial, dan sebagainya. Kini, Banser umumnya dikenal sebagai divisi keamanan utama dalam acara-acara yang digelar NU.

    Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa Banser juga membantu acara-acara di luar NU. Pada 2000, seorang anggota Banser bernama Riyanto pernah mengorbankan dirinya demi melindungi Gereja Eben Haezer di Mojokerto, Jawa Timur.  Riyanto yang kala itu bertugas menjaga Gereja Eben Haezer mendapati sebuah tas yang berisi bom. Ia pun berlari membawa bom tersebut untuk menjauhkannya dari gereja. Naas, bom tersebut meledak ketika masih berada di pelukannya, yang membuat ia tewas.

    Keterlibatan Banser dalam kegiatan dan acara di luar Nahdlatul Ulama menunjukkan bahwa Banser memiliki dua identitas. Dilansir dari nu.or.id, sebagai bagian dari NU, Banser menyatakan dirinya sebagai pelindung ulama NU. Sementara itu, sebagai bagian dari Indonesia, Banser menyatakan dirinya sebagai pelindung NKRI.

    BANGKIT ADHI WIGUNA 

    Baca: Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser, Bagaimana Mula Berdirinya Banser?

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

     


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.