Struktur Organisasi BEM Bagai Sebuah Negara, Ada Presiden Mahasiswa dan Menteri

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Massa demonstrasi dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia membawa foto lima orang yang menjadi korban tewas dalam kericuhan demonstrasi pada 24-30 September lalu saat menggelar aksi di depan Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin, 21 Oktober 2019. Tempo/Adam Prireza.

    Massa demonstrasi dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia membawa foto lima orang yang menjadi korban tewas dalam kericuhan demonstrasi pada 24-30 September lalu saat menggelar aksi di depan Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin, 21 Oktober 2019. Tempo/Adam Prireza.

    TEMPO.CO, JakartaSetiap organisasi memiliki struktur kepengurusan, tak terkecuali struktur dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Melihat Presiden Mahasiswa BEM sering menjadi representatif kampus dalam menyuarakan isu, membuat BEM sering disorot media. Lalu bagaimana struktur dalam BEM?

    BEM merupakan organisasi intra kampus berfungsi sebagai lembaga eksekutif. BEM berada di tingkat fakultas maupun universitas. Melansir laman unusia.ac.id, terdapat dua fungsi BEM yaitu fungsi perwakilan dan fungsi aspirasi. Pada pelaksanaan program-programnya, BEM memiliki jajaran kabinet. Struktur kabinet ini berbeda di setiap fakultas maupun universitas. 

    Terdapat universitas yang memiliki struktur kabinet dengan jabatan yaitu Presiden Mahasiswa, Sekretaris Jenderal, Menteri Koordinator, Menteri, dan Direktur Jenderal. Jabatan ini memiliki kedudukan, bertugas, dan wewenang yang berbeda.

    Presiden Mahasiswa atau disingkat dengan Presma merupakan pimpinan tertinggi BEM. Dalam melaksanakan program-programnya, Presma dibantu oleh Sekretaris Jenderal dan Menteri Koordinator. Sekretaris Jenderal (Sekjen) bergerak di bidang kesekretariatan. Sedangkan Menteri Koordinator (Menko) membantu Presma dengan membidangi urusan tertentu, baik hal internal maupun eksternal kampus.

    Menteri juga membantu Presma dengan berkedudukan di bawah Menko BEM. Setiap kementerian bergerak sesuai dengan bidang yang telah ditentukan. Selain itu, setiap menteri dibantu oleh Direktur Jenderal (Dirjen). Dirjen membantu pekerjaan para menteri untuk memenuhi tujuan yang sudah disusun sesuai dengan bidangnya.

    Biasanya Presma dipilih melalui Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa). Peserta pemilihan ini adalah seluruh mahasiswa aktif kampus tersebut. Sehingga, Pemilwa bisa dikatakan sebagai pesta demokrasi ditingkat fakultas maupun universitas. Namun, di setiap fakultas maupun universitas bisa saja memiliki kebijakan yang berbeda. Kemudian, Presma terpilih dapat mengangkat dan memberhentikan Sekjen, Menko, dan Menteri untuk melengkapi struktur dalam BEM.

    JACINDA NUURUN ADDUNYAA 

    Baca: Perkembangan BEM dari Masa ke Masa

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)