Dukung Dialog di Papua, Pangdam Cendrawasih: Kami Juga Capek Baku Tembak Terus

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono (kiri) memberikan keterangan pers terkait penangkapan anggota Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) di Makodam Cenderawasih, Jayapura, Papua, Rabu, 8 September 2021. ANTARA/Indrayadi TH

    Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono (kiri) memberikan keterangan pers terkait penangkapan anggota Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) di Makodam Cenderawasih, Jayapura, Papua, Rabu, 8 September 2021. ANTARA/Indrayadi TH

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Komando Daerah Militer Cenderawasih Mayor Jenderal Ignatius Yogo Triyono mendukung pendekatan dialog mengatasi konflik di Papua. Selama ini, pemerintah diketahui masih menggunakan pendekatan militer di Tanah Papua.

    Eskalasi konflik di Papua terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Tak hanya di Intan Jaya, kekerasan juga menyebar ke distrik lain seperti Kiwirok, Pegunungan Bintang.

    "Saya setuju sekali. Akar masalah di Papua bukan persoalan keamanan, melainkan kesejahteraan," kata Yogo dalam wawancara dengan Majalah Tempo edisi Sabtu, 13 November 2021.

    Menurut Yogo, konflik semakin sering terjadi karena kelompok kriminal bersenjata ingin menunjukan eksistensi di Papua. Ia menyebut yang terjadi belakangan sudah bukan kerusuhan, namun gangguan keamanan.

    Yogo mengatakan pendekatan dialog bisa digunakan di Papua, sepanjang diletakan dalam bingkai perdamaian dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    "Kami juga capek baku tembak terus karena pasukan kami juga menjadi korban, bukan hanya dari kelompok kriminal bersenjata," kata Yogo.

    Wawancara lengkap dengan Pangdam Cenderawasih Mayjen Ignatius Yogo Triyono dapat dibaca di Majalah Tempo edisi 13 November 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)