Jokowi: Santri Harus Bisa Buka Lapangan Kerja, Bukan Cari Kerja

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah warga, pelajar dan santri dayah antusias menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo saat meninjau vaksinasi COVID-19 di Pesantren Istiqamatuddin Darul Muarif Desa Lambro Bileu, Kuta Baro, Aceh Besar, Aceh, Kamis 16 September 2021. Dalam kunjungan tersebut Presiden Joko Widodo menyaksikan secara langsung pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan secara jemput bola atau dari rumah ke rumah sehingga dapat mempercepat vaksinasi COVID-19. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    Sejumlah warga, pelajar dan santri dayah antusias menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo saat meninjau vaksinasi COVID-19 di Pesantren Istiqamatuddin Darul Muarif Desa Lambro Bileu, Kuta Baro, Aceh Besar, Aceh, Kamis 16 September 2021. Dalam kunjungan tersebut Presiden Joko Widodo menyaksikan secara langsung pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan secara jemput bola atau dari rumah ke rumah sehingga dapat mempercepat vaksinasi COVID-19. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi turut mengucapkan selamat atas peringatan Hari Santri Nasional 2021 yang diperingati setiap 22 Oktober.

    Jokowi berharap lulusan-lulusan pesantren bisa berdaya secara ekonomi dan menjadi wirausahawan sukses serta turut menggawangi perkembangan ekonomi syariah.

    "Orientasi santri seharusnya bukan lagi mencari pekerjaan, tetapi sudah menciptakan kesempatan kerja bagi banyak orang menebar manfaat seluas-luasnya bagi umat," ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 22 Oktober 2021.

    Jokowi menyebut, peran pendidikan di pesantren, madrasah maupun pendidikan tinggi agama Islam sangat strategis dalam mencetak lulusan yang inovatif, mampu bersaing di pasar kerja dan menjadi wirausahawan sosial.

    "Saya berharap pesantren dan para santri dapat memanfaatkan berbagai program-program pembiayaan yang telah disiapkan pemerintah dengan baik, sehingga pesantren dan para santri dapat semakin berperan dalam memperkuat ekonomi umat," tuturnya.

    Lebih jauh, Jokowi berharap Indonesia harus menjadi pusat gravitasi ekonomi syariah dunia. Artinya, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim harus menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dan industri halal dunia.

    “Saya menaruh harapan besar kepada Masyarakat Ekonomi Syariah untuk menjadi jembatan seluruh pemangku kepentingan ekonomi syariah, untuk membangun ekosistem keuangan syariah di Indonesia, untuk membantu ekonomi inklusif yang memberdayakan dan mampu bertahan menghadapi berbagai macam krisis,” ujar Jokowi.

    Ia mengutip data The State of Global Islamic Economy Indicator Report, yang menyebutkan sektor ekonomi syariah Indonesia telah berada di peringkat empat dunia pada 2020, dari peringkat 10 besar dunia pada 2018, dan peringkat 15 pada 2019.

    "Di 2020, ekonomi syariah Indonesia sudah berada di peringkat empat dunia. Naik terus, namun kita tak boleh berpuas diri,” ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)