Di Depan Erick Thohir, Jokowi: Hanya Ada Waktu 2 Tahun Untuk Reformasi BUMN

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (ketiga kanan), Mensesneg Pratikno (kedua kiri), Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) dan Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro melakukan pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Inggris yang juga Executive Chairman Institute for Global Change Tony Blair dan CEO SoftBank Masayoshi Son di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 28 Februari 2020. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (ketiga kanan), Mensesneg Pratikno (kedua kiri), Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) dan Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro melakukan pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Inggris yang juga Executive Chairman Institute for Global Change Tony Blair dan CEO SoftBank Masayoshi Son di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 28 Februari 2020. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hanya memiliki waktu dua tahun untuk reformasi.

    Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Kamis, 14 Oktober 2021. Dalam acara itu, hadir Menteri BUMN Erick Thohir.

    "Kita ini balapan. Kita hanya punya waktu dua tahun, bukan karena 2024, ndak. Memang kita hanya diberi waktu dua tahun, kalau mau negara ini mau melompat," ujar Jokowi seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu, 16 Oktober 2021.

    Tranformasi bisnis dan adaptasi teknologi, ujar Jokowi, menjadi keharusan dalam reformasi BUMN ini. "Bagaimana menyiapkan SDM-nya, ekosistemnya, masuk ke adaptasi teknologinya, baru negara kita bisa melompat. Dan kita harus pontang-panting untuk itu," ujar dia.

    Jokowi menginginkan Badan Usaha Milik Negara dapat bersaing di kancah internasional dan berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan global.

    "BUMN pangan misalnya, FAO sudah memprediksi akan terjadi krisis pangan. Ini kesempatan kita, tanah kita gede sekali, tapi yang merancang jangan-jangan kecil-kecilan. BUMN masak hanya buat kecil-kecilan. Udah kecil-kecil, enggak jadi lagi. Buat gede sekalian, cari partner," ujar Jokowi. "Tapi ingat, jangan orientasinya proyek".

    Menurut Jokowi, BUMN tidak bisa membangun sendirian karena memerlukan modal yang sangat besar dan teknologi yang canggih. "Sehingga dicari partner, tapi kita sendiri enggak pernah merespon sih. Saya udah bukain pintu, tapi enggak ada respon ya gimana. Saya sering malu, terus terang saja. Udah bukain pintu, bukain pintu, tapi enggak ada respon ke sana," tuturnya.

    Untuk BUMN Kesehatan misalnya, Jokowi mengaku sudah membuka pintu kerjasama dengan Bangladesh dan India. "Saya telepon sendiri Perdana Menteri Narendra Modi itu, tapi di sini enggak merespon gimana. Dia sampai udah nanya dua kali ke saya, sampai mengirim tim ke sini, enggak ada tindak lanjut. Ini ada apa?," tuturnya.

    Jokowi meminta BUMN bergerak cepat dan memiliki visi global. "Sehingga BUMN ini sebagai lokomotif bisa membawa usaha yang kecil-kecil dan menengah menjelajah masuk ke negara-negara lain," ujar dia.

    Baca juga: Jokowi Minta BUMN Tidak Ruwet Seperti Birokrasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)