LBH Banda Aceh Ungkap 3 Kejanggalan Vonis Bebas Terdakwa Pemerkosaan Anak

Reporter

M Rosseno Aji

Sabtu, 9 Oktober 2021 17:21 WIB

Ilustrasi Pemerkosaan. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh menemukan tiga kejanggalan dalam vonis bebas terdakwa pemerkosaan terhadap anak kandung oleh Mahkamah Syariah Aceh. LBH menyatakan telah mendiskusikan kejanggalan itu bersama pihak keluarga korban. Keluarga korban sepakat untuk didampingi oleh LBH Banda Aceh.

"Kejanggalan itu telah kami laporkan ke Komisi I DPR Aceh," kata Direktur LBH Banda Aceh Syahrul saat dihubungi, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Syahrul mengatakan kejanggalan pertama adalah Mahkamah menganggap keterangan anak tidak bisa menjadi alat bukti. Dia menilai penilaian itu tidak sesuai dengan sistem peradilan anak. Dalam sistem peradilan anak, kata dia, keterangan dari anak bisa dianggap sebagai bukti dengan diperkuat oleh pendampingan psikolog.

"Psikolog telah memberikan keterangan bahwa apa yang terjadi pada anak itu adalah benar," kata dia.

Keanehan kedua, kata Syahrul, pengadilan tingkat banding juga menyatakan secara sepihak bahwa cairan putih yang ada di alat vital korban bukanlah cairan sperma. Namun, pengadilan menduga bahwa itu merupakan flek.

Menurut Syahrul, kesimpulan itu janggal, sebab Mahkamah Syariah hanya memeriksa dokumen dan tidak mendengar keterangan langsung dari dokter. Kesaksian dari dokter, kata dia, telah dilakukan di tingkat pertama. "Dokter menyebutkan itu adalah akibat perkosaan," kata Syahrul.

Keanehan ketiga, Syahrul melanjutkan pengadilan juga menganggap ibu korban melaporkan kasus tersebut karena dendam kepada mantan suaminya itu. Itu aneh, karena keterangan dokter menyatakan bahwa pemerkosaan benar-benar terjadi. "Hasil visum si anak benar-benar terjadi," kata dia.

Sebelumnya, Hakim Mahkamah Syariah Aceh memvonis bebas pelaku pemerkosaan anak di bawah umur yang diduga dilakukan SU. Vonis di tingkat banding itu menggugurkan vonis di tingkat pertama yang menghukum 180 bulan penjara.

Baca: Mahkamah Syariah Aceh Vonis Bebas Terdakwa Pemerkosaan Anak Kandung






LBH DKI Sebut Polisi Pakai Pasal Karet Jerat 6 Pekerja Holywings

3 hari lalu

LBH DKI Sebut Polisi Pakai Pasal Karet Jerat 6 Pekerja Holywings

LBHDKI Jakarta mengkritik tindakan Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan enam pekerja Holywings sebagai sebagai tindakan reaktif dan prematur.


Korban Kekerasan Seksual WNA Cina Mengadu ke Kapolda Metro, Kasusnya Tak Kunjung Ditangani Polisi

3 hari lalu

Korban Kekerasan Seksual WNA Cina Mengadu ke Kapolda Metro, Kasusnya Tak Kunjung Ditangani Polisi

Korban kekerasan seksual WNA Cina mengadu ke Kapolda Metro Jaya karena kasusnya tak kunjung ditangani polisi. Sudah dilengkapi bukti visum.


Kasus Pemerkosaan Warga Pluit oleh WNA Asal Cina Naik ke Penyidikan

5 hari lalu

Kasus Pemerkosaan Warga Pluit oleh WNA Asal Cina Naik ke Penyidikan

Polda Metro Jaya telah menaikkan status ke penyidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan seorang perempuan warga Pluit oleh WNA asal Cina.


Pemerkosa Anak Kandung di Depok Dituntut 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

8 hari lalu

Pemerkosa Anak Kandung di Depok Dituntut 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Jaksa menuntut terdakwa pemerkosa anak kandung, Agus alias Ateng, hukuman 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.


Cerita Mendiang Adnan Buyung Nasution Mendirikan LBH

10 hari lalu

Cerita Mendiang Adnan Buyung Nasution Mendirikan LBH

Menurut Adnan Buyung Nasution penegakan hukum dan keadilan tak mungkin terjadi jika rakyat kalangan menengah ke bawah dalam posisi tidak seimbang.


Korban Kekerasan Seksual WNA Asal China Datangi PPA Polda Metro Minta Keadilan

10 hari lalu

Korban Kekerasan Seksual WNA Asal China Datangi PPA Polda Metro Minta Keadilan

Kasus dugaan tindakan kekerasan seksual ini terjadi setelah korban terus menerus dikontak oleh pelaku setelah mereka berkenalan lewat media sosial.


Kegigihan Adnan Buyung Nasution Mendirikan LBH, Soeharto pun Akhirnya Setuju

10 hari lalu

Kegigihan Adnan Buyung Nasution Mendirikan LBH, Soeharto pun Akhirnya Setuju

Hari ini, 88 tahun silam atau tepatnya 20 Juni 1934 merupakan hari kelahiran praktisi hukum Adnan Buyung Nasution. Ia membidani kelahiran LBH.


Mengenal 10 Fakta Penyakit PTSD

13 hari lalu

Mengenal 10 Fakta Penyakit PTSD

Penyakit PTSD adalah gangguan kejiwaan yang mungkin terjadi pada orang yang pernah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis.


LBHM Minta Polisi Cegah Penjualan Obat Keras di Marketplace

20 hari lalu

LBHM Minta Polisi Cegah Penjualan Obat Keras di Marketplace

Polisi bantah menciduk pembeli obat di marketplace seperti dikabarkan di media sosial atau medsos.


272 Nasabah Gugat Bumiputera karena Belum Bayar Klaim Asuransi Rp 6,48 Miliar

26 hari lalu

272 Nasabah Gugat Bumiputera karena Belum Bayar Klaim Asuransi Rp 6,48 Miliar

Sebanyak 272 pemegang polis telah mendaftarkan gugatan class action ke AJB Bumiputera 1912 di Pengadilan Negeri Ngawi pada 21 Maret 2022 silam.