Buru Sisa Anak Buah Ali Kalora, Operasi Madago Raya Diperpanjang Hingga Desember

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah barang bukti hasil kontak tembak antara Satgas Madago Raya dengan kelompok teroris MIT Poso di Mapolres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Ahad, 19 September 2021. Kontak tembak yang terjadi pada Sabtu (18/9) tersebut menewaskan pimpinan kelompok teroris MIT Poso Ali Kalora serta salah satu anggotanya. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Sejumlah barang bukti hasil kontak tembak antara Satgas Madago Raya dengan kelompok teroris MIT Poso di Mapolres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Ahad, 19 September 2021. Kontak tembak yang terjadi pada Sabtu (18/9) tersebut menewaskan pimpinan kelompok teroris MIT Poso Ali Kalora serta salah satu anggotanya. ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan gabungan polisi dan TNI memperpanjang Operasi Madago Raya hingga Desember 2021. Madago merupakan sandi untuk operasi pengejaran kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Poso, Sulawesi Tengah.

    "Sebagaimana diketahui operasi dilaksanakan setiap tiga bulan," kata Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Madago Raya Komisaris Besar Didik Supranoto, Jumat, 1 Oktober 2021.

    Menurut Didik, perpanjangan operasi ini telah dimulai sejak 1 Oktober hingga akhir Desember 2021. Dalam operasi ini tidak ada penambahan personel dari TNI maupun Polri. Saat ini, Didik mengatakan ada 1.500 personel gabungan yang terlibat dalam operasi ini.

    Didik mengatakan personel ini kemudian dibagi menjadi tiga tim. Yaitu tim kejar yang memburu para kelompok MIT. Lalu ada tim sekat yang mencegah agar mereka tak turun gunung, bertemu simpatisan, atau menerima bantuan. Kemudian ada juga tim yang mendekati masyarakat agar tidak terpengaruh dengan ajakan untuk melakukan tindak radikalisme.

    Hingga kini, masih ada 4 orang sisa DPO Mujahidin Indonesia Timur ( MIT) Poso setelah Ali Kalora dan Jaka Ramadhan tewas. Mereka adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Muhklas alias Galuh alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

    Baca juga: Ali Kalora, Pimpinan Teroris Poso, Tewas dalam Baku Tembak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.