Hati-hati Aksi Mafia Tanah, Begini Modus yang Biasa Mereka Mainkan

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban mafia tanah yang tergabung dalam Fotum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) menunjukkan bukti sertifikat tanah saat tiba di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 28 Mei 2021. Kedatangan mereka ke Mabes Polri bertujuan untuk menyerahkan dan membacakan surat terbuka kepada Kapolri terkait kasus perampasan tanah SHM milik mereka yang terdapat diberbagai wilayah di Indonesia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Korban mafia tanah yang tergabung dalam Fotum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) menunjukkan bukti sertifikat tanah saat tiba di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 28 Mei 2021. Kedatangan mereka ke Mabes Polri bertujuan untuk menyerahkan dan membacakan surat terbuka kepada Kapolri terkait kasus perampasan tanah SHM milik mereka yang terdapat diberbagai wilayah di Indonesia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Mafia tanah sering meresahkan masyarakat. Apalagi, sudah menjadi rahasia umum bahwa mafia tanah bekerja secara sistematis hingga ke birokrasi pemerintah. Presiden RI, Joko Widodo, meminta aparat untuk memberantas mafia tanah. 

    "Kepada jajaran Polri, saya minta jangan ragu-ragu mengusut mafia tanah. Jangan sampai juga ada aparat penegak hukum yang membekingi mafia tanah tersebut," kata Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah kepada perwakilan masyarakat di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 22 September 2021.

    Apakah yang dimaksud mafia tanah ini?

    Mafia tanah merupakan dua orang atau lebih yang saling bekerja sama untuk merebut tanah orang lain. Melansir laman ekonomi.bisnis.com, modus yang biasa dilakukan oleh mafia tanah seperti pemalsuan dokumen (untuk hak), mencari legalitas di pengadilan, penduduk legal/tanpa hak (wilde occupatie), rekayasa perkara, kolusi dengan oknum aparat untuk mendapatkan legalitas, kejahatan korporasi seperti penggelapan dan penipuan, pemalsuan kuasa pengurusan hak atas tanah, serta hilangnya warkah tanah. 

    Aksi para mafia tanah tidak jauh dari persoalan sengketa dan konflik. Karakteristik yang dilakukan mafia tanah biasanya sistematis dan terencana. Selain itu, tindakan mereka melanggar hukum serta dilakukan secara bersama-sama. Bahkan operasi mafia tanah tidak berhenti pada pemalsuan administrasi. Terdapat mafia tanah lanjutan yang melakukan pengubahan tata ruang hingga proyek infrastruktur.

    Kehadiran mafia tanah bukan tanpa sebab. Melansir laman kpa.or.id, mafia tanah hadir karena tiga alasan yaitu rendahnya pengawasan, minimnya penegakan hukum, dan tertutup. Terlebih, tanah menjadi bentuk investasi dan komoditas ekonomi yang menggiurkan. Apalagi, keberadaan tanah yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat.

    Salah satu kasus mafia tanah adalah notaris fiktif pada Februari 2020. Kasus ini menyebabkan penukaran sertifikat asli dan sertifikat palsu. Mafia tanah ini memalsukan KTP, KK, dan NPWP dengan identitas palsu. Mafia tanah lainnya juga ada yang menargetkan petani. Para mafia tanah ini memprovokasi masyarakat untuk menggarap tanah secara ilegal di perkebunan HGU. 

    Pemerintah berusaha  memberantas mafia tanah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) khususnya bagian Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan. 

    JACINDA NUURUN ADDUNYAA 

    Baca: Jadi Korban Mafia Tanah? Mabes Polru Minta Warga Melapor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.