TPNPB-OPM Bantah Sandera Gerald Sokoy, Nakes yang Hilang di Kiwirok

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebby Sambom. phaul-heger.blogspot.com

    Sebby Sambom. phaul-heger.blogspot.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) membantah menyekap Gerald Sokoy, tenaga kesehatan yang hilang pasca konflik di Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.

    “Selama kurang lebih 10 hari, mantri Gerald Sokoy bersama pasukan TPNPB-OPM Kodap 15 Ngalum Kupel dalam kondisi sehat dan bukan disandera,” kata juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom dalam keterangannya, Kamis, 23 September 2021.

    Sebby mengatakan bahwa Gerald tersesat setelah insiden di Kiwirok, Papua lalu ditemukan pasukan TPNPB-OPM. Sebby memastikan, organsiasinya melindungi Gerald Sokoy sebagai warga sipil nonmiliter.

    Menurut Sebby, dari informasi yang disampaikan oleh Panglima Komando Pertahanan (Kodap) XV Ngalum Kupel Brigjen Lamek A Taplo, pihaknya akan menyerahkan Gerald Sokoy melalui gereja atau pemerintah daerah Kabupaten Pegunungan Bintang secara terhormat.

    Sebby menilai, informasi yang beredar mengenai Gerald Sokoy selama ini simpang siur. Setelah pemulangan, kata Sebby, Gerald Sokoy akan menjelaskan kepada publik mengenai dokter bersenjata dan nasib tenaga kesehatan yang menjadi korban dalam insiden di Kiwirok.

    TPNPB-OPM akan mengatur waktu penyerahan tenaga kesehatan Gerald Sokoy kepada pihak gereja atau pemda sesuai situasi dan kondisi. Sehingga, Sebby meminta agar TNI dan Polri tidak menghalangi proses tersebut. “Tetap ditangani oleh pemda kabupaten Pegunungan Bintang dan pihak gereja mana yang tepat kami akan atur,” ujarnya.

    FRISKI RIANA

    Baca: Tenaga Kesehatan Hilang di Kiwirok Disebut Masih Hidup, Ada di Markas TPNPB-OPM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.