Dewan Pengawas Vonis Tiga Petugas Rutan KPK Langgar Kode Etik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, memberikan keterangan kepada awak media secara daring, di gedung ACLC KPK, Jakarta, Jumat, 23 Juli 2021. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, memberikan keterangan kepada awak media secara daring, di gedung ACLC KPK, Jakarta, Jumat, 23 Juli 2021. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi memutuskan tiga petugas rumah tahanan KPK melanggar kode etik. Dewas KPK menghukum ketiganya dengan sanski ringan berupa teguran tertulis yang berlaku tiga bulan.

    “Menghukum para terperiksa dengan sanksi ringan” kata Ketua Majelis Sidang Etik, Harjono, saat sidang pembacaan putusan, Rabu, 22 September 2021.

    Ketiga petugas Rutan itu bernama Ristanta, Hengky, dan Eri Angga Permana. Mereka dihukum karena mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang saat pandemi Covid-19. Padahal, kunjungan selama pandemi dilarang kecuali untuk aparat penegak hukum.

    Harjono mengatakan ketiganya mengunjungi Lapas pada 4 Mei 2021 tanpa dilengakapi surat tugas dan izin atasan. Mereka mengunjungi penjara itu untuk mengembalikan barang sitaan Rutan KPK kepada Leonardo Jusminarta Prasetyo. Leonardo adalah terpidana pemberi suap kepada mantan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil yang kasusnya pernah ditangani KPK.

    Dewas KPK menyatakan ketiganya terbukti menyalahgunakan pengaruh dan kapasitasnya sebagai pegawai KPK untuk memperoleh fasilitas kunjungan ke Lapas pada masa pandemi. Namun, pertimbangan yang meringankan ketiganya dianggap mengakui dan menyesali perbuatannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rapor 2 Tahun Jokowi - Ma'ruf Amin, Beda Lembaga Beda Pula Hasilnya

    Pada 20 Oktober 2021, masa kerja Jokowi - Ma'ruf Amin tepat 2 tahun. Ada sejumlah lembaga mencatat ketidaksesuaian realisasi dengan janji kampanye.