KPU Usul Dana Pemilu 2024 Rp 86 Triliun, Mendagri: Terlalu Tinggi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (tengah), Plt Ketua KPU Ilham Saputra (kiri), dan Ketua Bawaslu Abhan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Rapat tersebut membahas persiapan Pemilu dan Pilkada serentak 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (tengah), Plt Ketua KPU Ilham Saputra (kiri), dan Ketua Bawaslu Abhan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Rapat tersebut membahas persiapan Pemilu dan Pilkada serentak 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai anggaran Pemilu 2024 sebesar Rp 86 triliun yang diusulkan Komisi Pemilihan Umum terlalu besar. Tito membandingkan dengan anggaran pemilihan umum di tahun-tahun sebelumnya.

    "Kemarin membaca di media pengajuan Rp 86 triliun, jujur saja kami perlu melakukan exercise dan betul-betul melihat detail satu per satu angka tersebut karena lompatannya terlalu tinggi," kata Tito dalam Rapat Kerja dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis, 16 September 2021.

    Tito menilai perlu efisiensi anggaran mengingat Indonesia kini masih dilanda pandemi Covid-19. Ia menyebut kondisi Covid-19 di Tanah Air memang sudah melandai hingga Indonesia dipuji banyak pemimpin dunia dan para ahli.

    Namun, dia melanjutkan, pemerintah masih memiliki tugas penting untuk memulihkan perekonomian nasional yang sempat minus. "Ini yang mungkin berbeda dengan pemilu tahun sebelumnya, sehingga efisiensi dalam penganggaran pemilu betul-betul kami pertimbangkan," ujar Tito Karnavian.

    Dia membeberkan, total anggaran Pemilu 2014 sebesar lebih dari Rp 16 triliun. Sedangkan pada Pemilu 2019, kata dia, anggarannya sebesar Rp 27,479 triliun. Menurut Tito, penambahan besaran anggaran dari pemilu ke pemilu tersebut terlalu besar.

    "Dari 16 (triliun) ke 27 (triliun), ke 86 (triliun), di saat kita sedang memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk memulihkan ekonomi nasional," ucapnya. Apalagi, imbuhnya, tahapan Pemilu 2024 kemungkinan akan dimulai dari awal 2022.

    KPU sebelumnya menyatakan keperluan anggaran Pemilu 2024 sebesar Rp 86 triliun. Ketua KPU Ilham Saputra sempat merinci, anggaran KPU tahun 2021 sebesar Rp 8,4 triliun.

    Selanjutnya, KPU mengusulkan pagu anggaran sebesar Rp 13,2 triliun untuk 2022; Rp 24,9 triliun untuk 2023; Rp 36,5 triliun untuk 2024; dan Rp 3 triliun untuk 2025. Total keseluruhan usulan anggaran ini yakni Rp 86 triliun.

    Dalam rapat hari ini, Ilham menyatakan Kementerian Keuangan baru menyetujui anggaran Pemilu 2024 sebesar Rp 2 triliun untuk tahun 2022. "Jadi usulan kekurangannya adalah sepuluh triliun sekian," ujar Ilham.

    Baca juga: Tak Setuju KPU, Mendagri Minta Pemilu 2024 Digelar April atau Mei

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.