Menteri Kesehatan Sebut Kasus Covid-19 Sudah Menurun Cukup Jauh

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mengikuti rapat dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Rapat tersebut membahas strategi vaksinasi Covid-19 dalam mencapai herd immunity di Indonesia, penjelasan terkait ketersediaan vaksin Covid-19 untuk vaksinasi program Pemerintah, penjelasan terkait kesiapan penyediaan vaksin Covid-19 untuk vaksinasi gotong royong beserta regulasinya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mengikuti rapat dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Rapat tersebut membahas strategi vaksinasi Covid-19 dalam mencapai herd immunity di Indonesia, penjelasan terkait ketersediaan vaksin Covid-19 untuk vaksinasi program Pemerintah, penjelasan terkait kesiapan penyediaan vaksin Covid-19 untuk vaksinasi gotong royong beserta regulasinya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus Covid-19 di Tanah Air sudah menurun cukup jauh. Budi mengatakan, dari sisi kasus konfirmasi, jumlahnya kini berada di kisaran 5.000 kasus per hari maupun rata-rata tujuh hari.

    "Sekarang sudah menurun cukup jauh kasus konfirmasinya sudah menyentuh angka lima ribu, insya Allah nanti bisa turun di bawah lima ribu per hari," kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 13 September 2021.

    Budi mengatakan angka kasus rawat inap harian juga sudah turun ke angka di bawah 20 ribu kasus, kendati rata-rata tujuh harinya masih lebih tinggi. Menurut Budi, angka ini sudah lebih rendah ketimbang angka rawat inap di rumah sakit sebelum Lebaran lalu.

    "Angka kematian juga sudah menurun cukup drastis," kata Budi.

    Ia mengatakan, angka kematian harian terakhir berada di angka 270 kasus, dengan rata-rata sekitar 460 kasus. Budi juga menyebut jumlah ini sudah jauh dibandingkan angka kematian yang mencapai 2.000 orang saat puncak kasus Covid-19.

    Dia melanjutkan, dari enam indikator Badan Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia sudah masuk ke level 1 untuk kategori kasus konfirmasi. Standarnya yakni angka kasus konfirmasi di bawah 20 kasus per 100 ribu penduduk per minggu.

    Adapun untuk rawat inap dan kematian secara nasional, kata dia, Indonesia kini berada di level 2. "Insya Allah ini bisa terus turun masuk ke level satu," ujar Budi.

    Selanjutnya, Budi mengatakan positivity rate juga turun ke bawah batas normal WHO atau di bawah 5 persen, tracing mulai membaik ke angka 15 orang per satu kasus, dan bed occupancy rate (BOR) kembali ke titik normal sebesar 17,14 persen.

    Budi melanjutkan, hampir semua provinsi sudah masuk kategori normal atau level 1 dalam hal kasus konfirmasi. Namun beberapa provinsi masih berada di level 3 atau relatif tinggi kasus konfirmasinya, yakni Bangka Belitung, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

    Sedangkan tren rawat inap, kata Budi, juga sudah banyak yang turun ke level 1. Beberapa provinsi yang masih relatif tinggi ialah Kepulauan Riau, Aceh, Kalimantan Utara, Bangka Belitung, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur.

    "Untuk tingkat kematian semuanya juga sudah, sebagian besar sudah masuk ke level normal. Yang masih agak tinggi adalah Aceh, Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Bali, Yogyakarta, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur," ujarnya.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca: Kemenkes Catat 41,73 Juta Warga Telah Dapat Vaksinasi Lengkap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.