Kekayaan 6 Menteri Jokowi Berkurang, Sandiaga Kehilangan Harta Rp 1,2 Triliun!

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sarapan nasi gemuk di Kepulauan Bangka Belitung. Foto: Kementerian Pariwisata

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sarapan nasi gemuk di Kepulauan Bangka Belitung. Foto: Kementerian Pariwisata

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK melaporkan, tingkat kepatuhan pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN eksekutif mencapai 96,81 persen pada 2020. Menilik data LHKPN yang dimuat laman KPK, sejumlah menteri Jokowi mengalami penurunan harta kekayaan selama kurun waktu pandemi Covid-19 tersebut.

    Tempo merangkum sejumlah menteri Jokowi yang hartanya anjlok berdasarkan laporan terakhir periode 2020. Berikut di antaranya;

    1. Sandiaga Uno

    Sandiaga Uno mengalami penurunan harta kekayaan selama menjabat di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ia melaporkan hartanya per 30 Desember 2020 senilai Rp 3.815.767.386.190.

    Padahal saat mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden, harta Sandiaga Uno mencapai Rp. 5.099.960.524.965. Itu artinya harta Sandiaga Uno anjlok hingga Rp. 1.284.193.138.775. Kendati mengalami penurunan hingga 1 triliun, Sandiaga Uno tetap menduduki posisi menteri Jokowi yang hartanya paling banyak.

    2. Nadiem Makariem

    Harta kekayaan Nadiem Makariem sebelum menjabat sebagai menteri di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tercatat per 11 November 2019 lalu mencapai Rp 1.225.006.640.485. Nadiem Makariem masuk ke dalam daftar menteri yang mengalami penurunan harta kekayaan selama kurun waktu 2020.

    Harta Nadiem Makariem anjlok menjadi Rp. 1.192.425.517.883 per 31 Desember 2020. Pendiri Gojek ini mengalami penurunan harta kekayaan sebanyak Rp. 32.581.122.602.

    3. Muhadjir Effendy

    Saat mulai menjabat sebagai menteri di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia atau Kemenko PMK, Muhadjir Effendy melaporkan harta kekayaannya per 14 November 2019 senilai Rp, 81.007.102.992.

    Muhadjir Effendy melaporkan hartanya per 30 Desember 2020 senilai Rp 72.624.257.063. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak Rp. 8.382.845.859.

    4. Agus Gumiwang Kartasasmita

    Agus Gumiwang Kartasasmita juga mengalami penurunan harta kekayaan saat menjabat sebagai menteri di Kementerian Perindustrian menjadi Rp. 198.559.515.509 per 31 Desember 2020, dari sebelumnya Rp 216.730.175.508 per 31 Desember 2019. Agus Gumiwang mengalami penurunan harta kekayaan dengan selisih sebesar Rp. 18.170.659.999

    5. Erick Thohir

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir juga mengalami penurunan harta kekayaan selama menjabat dalam kurun waktu 2020. Erick Thohir melaporkan hartanya per 31 Desember 2019 lalu senilai Rp 2.316.600.097.385.

    Dalam LHKPN, per 31 Desember 2020 Erick Thohir mencatatkan hartanya menjadi Rp. 2.312.936.263.854, itu artinya harta Erick Thohir berkurang sebanyak Rp. 3.663.833.531 selama menjabat di Kementerian BUMN.

    6. Basuki Hadimuljono

    Basuki Hadimuljono masuk ke dalam daftar menteri Jokowi yang hartanya anjlok berdasarkan laporan terakhir LHKPN. Semenjak menjabat sebagai menteri di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono melaporkan harta kekayaannya sebanyak Rp. 19.428.894.300 per 31 Desember 2019.

    Kemudian per 31 Desember 2020, Basuki Hadimuljono melaporkan hartanya sebesar Rp. 18.616.735.217. Harta Basuki dalam kurun waktu tersebut mengalami penurunan sebanyak Rp. 812.159.083.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID

    Baca juga: 5 Menteri Jokowi yang Hartanya Paling Sedikit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.