Jenazah Anggota TNI yang Tewas saat Penyerangan TPNPB - OPM Tiba di Bima

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI mengusung peti berisi jenazah Pratu Sul Ansyari Anwar saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat, 3 September 2021. ANTARA/Abriawan Abhe

    Anggota TNI mengusung peti berisi jenazah Pratu Sul Ansyari Anwar saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat, 3 September 2021. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Bima – Jenazah Kapten Chb Anumerta Dirman tiba di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu, 4 September 2021. Dirman merupakan salah satu anggota TNI yang tewas saat penyerangan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM).

    Upacara penerimaan secara militer dipimpin Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten maupun Kota Bima hadir dalam upacara ini.

    Usai upacara penerimaan, Ahmad Rizal bersama rombongan mengantar jenazah Kapten Chb Anumerta Dirman ke rumah duka di Jalan Lintas Tawali Dusun Mandala, Desa Tengga, Wera untuk dimakamkan dengan upacara militer.

    “Prosesi pemakaman dengan upacara militer merupakan wujud penghormatan kepada para pahlawan maupun anggota TNI yang telah mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara,” katanya.

    Ahmad Rizal menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa meninggalnya almarhum.

    “Semoga amal ibadah almarhum Kapten Chb Anumerta Dirman diterima dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” harap alumni Akmil 1993 itu.

    Sementara itu, perwakilan keluarga Kapten Chb Anumerta Dirman, Suriansyah, S.pd., mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak khususnya Danrem 162/WB yang telah sudi hadir untuk mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.

    “Saudara kami seorang prajurit tentunya pada saat melaksanakan tugas maupun sehari-harinya terdapat kesalahan baik secara dinas maupun pribadi, kami selaku pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya,” katanya.

    Sebelumnya, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) Sebby Sambom mengakui organisasinya melakukan penyerangan ke Pos Koramil di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. 

    Baca juga: Anggota TNI Tewas, Gubernur Papua Barat Dukung Aparat Tangkap OPM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.