Politikus PDIP Sebut Andika Perkasa akan Jadi Panglima TNI

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa  bersama Serda (K) Aprilia Santini Manganang saat mengikuti sidang penggantian jenis kelamin dan penggantian nama secara virtual yang berlangsung dari Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara, di Markas Besar TNI Angkatan Darat, di Jakarta, Jumat, 19 Maret 2021. Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara mengabulkan permohonan pergantian identitas Serda (K) Aprilia Manganang menjadi Serda Aprilio Perkasa Manganang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa bersama Serda (K) Aprilia Santini Manganang saat mengikuti sidang penggantian jenis kelamin dan penggantian nama secara virtual yang berlangsung dari Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara, di Markas Besar TNI Angkatan Darat, di Jakarta, Jumat, 19 Maret 2021. Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara mengabulkan permohonan pergantian identitas Serda (K) Aprilia Manganang menjadi Serda Aprilio Perkasa Manganang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Effendi Simbolon mengatakan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa akan mengisi jabatan sebagai Panglima TNI baru.

    "Insya Allah. Semua akan terjadi dalam waktu dekat Jenderal Dudung Abdurachman menjadi KASAD dan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI," kata Effendi dalam pesan singkatnya, Jumat, 3 September 2021.

    Meski begitu, Effendi tak menanggapi saat ditanya lebih lanjut terkait ucapannya ini. Masa jabatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memang diketahui akan habis pada November 2021 ini.

    Nama Andika bukan satu-satunya calon yang muncul. Ada pula nama Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono yang digadang-gadang menggantikan Hadi. Adapun Letnan Jenderal Dudung Abdurrahman saat ini masih menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

    Meski begitu, ucapan Efendi tak sepenuhnya diamini oleh koleganya di Partai Banteng. Anggota Komisi Pertahanan yang juga dari PDIP, TB Hasanuddin, mengatakan tidak mengetahui apakah Surat Presiden terkait calon Panglima TNI sudah masuk ke DPR. "Belum dengar saya," kata TB Hasanuddin dalam pesan singkatnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.