JK Yakin Taliban akan Lebih Terbuka Dibanding 25 Tahun Lalu

Reporter

Editor

Amirullah

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bersalaman dengan Wapres Jusuf Kalla sebelum berfoto bersama delegasi dari sejumlah negara dalam konferensi Kabul Peace Process di Kabul, Afganistan, 28 Februari 2018. Selama di Kabul, Wakil Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. REUTERS/Omar Sobhani

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla atau JK meyakini kepemimpinan Taliban di Afghanistan saat ini akan menggunakan sistem pemerintahan yang lebih terbuka. Ia menilai tak mungkin Taliban akan menerapkan sistem pemerintahan yang eksklusif seperti saat mereka memerintah 25 tahun lalu.

"Kalau mengulangi pemerintahan 25 tahun yang lalu, itu hanya 3 negara yang mengakui, yaitu Saudi, Irak, dan Pakistan. Akhirnya pemerintahnya tak mendapat respect, dan tak ada kerja sama, ekonominya susah," kata JK saat menjadi pembicara kunci di Center for Dialogue and Cooperation Among Civilization (CDCC), secara daring, Jumat, 3 September 2021.

Tak diakuinya pemerintahan oleh masyarakat internasional, diyakini JK akan membuat Afghanistan tak bisa mengembangkan ekonominya. Sedangkan ekonomi yang lemah akan berdampak pada ketidakstabilan pemerintahan. Jika dibiarkan, maka Afghanistan di bawah Taliban akan kembali menjadi negara yang otoriter.

JK mengakui sulit memastikan apakah Taliban akan menjadi negara yang lebih demokratis dan terbuka. Meski saat ini sejumlah pejabat pemerintahannya menjamin mereka akan lebih terbuka, namun nyatanya Gubernur Bank Sentral yang dipilih pemerintahan saat ini juga dinilai kurang berkompeten.

Namun, JK tetap meyakini harapan untuk menjadi negara yang lebih baik tetap terbuka bagi Afghanistan, selama Taliban mau menjalankan sistem yang terbuka.

"Berbagai risiko akan muncul. Tapi dengan harapan bahwa ke depannya selama dia terbuka. Jadi kita menunggu apa yang dikatakan itu dilakukan," kata JK.

Indonesia, menurut JK, telah mencoba membantu mengembangkan kualitas sumber daya manusia warga Afghanistan dengan mengundang 100 teknisi untuk belajar pertambangan di Indonesia. Tak hanya belajar teknik, mereka juga dikenalkan kultur Islam di Indonesia dengan pesantrennya.

"Saya juga undang ketua Taliban ke sini termasuk pemerintahnya untuk melihat Islam di Indonesia moderat," kata JK.






Taliban Larang Siswa Perempuan Afghanistan Ikuti Ujian Masuk Universitas

1 hari lalu

Taliban Larang Siswa Perempuan Afghanistan Ikuti Ujian Masuk Universitas

Kementerian Pendidikan Tinggi yang dikelola Taliban melarang universitas swasta di Afghanistan mengizinkan siswa perempuan mengikuti ujian masuk


Lebih dari 160 orang Afghanistan Meninggal Dunia karena Cuaca Dingin Ekstrem

4 hari lalu

Lebih dari 160 orang Afghanistan Meninggal Dunia karena Cuaca Dingin Ekstrem

Banyak warga Afghanistan tidak mampu membeli bahan bakar untuk menghangatkan rumah-rumah di suhu jauh di bawah titik beku.


PBB Berunding soal Hak Perempuan dengan Taliban

6 hari lalu

PBB Berunding soal Hak Perempuan dengan Taliban

Taliban masih membatasi hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan.


Viral Petugas Keamanan PBB Berfoto di Depan Bendera Taliban

9 hari lalu

Viral Petugas Keamanan PBB Berfoto di Depan Bendera Taliban

PBB meminta maaf atas beredarnya foto beberapa staf di depan bendera Taliban di Afghanistan.


Taliban Punya Supercar, Mesinnya Toyota Corolla 1.800cc

9 hari lalu

Taliban Punya Supercar, Mesinnya Toyota Corolla 1.800cc

Mesin bensin supercar Mada 9 buatan rezim Taliban Afganistan disebut dapat diganti dengan powertrain listrik pada versi produksi nanti.


78 Orang Tewas kedinginan di Afghanistan

10 hari lalu

78 Orang Tewas kedinginan di Afghanistan

Afghanistan sedang mengalami musim dingin terburuk lebih dari satu dekade. Dilaporkan sudah 78 orang meninggal kedinginan dan 77 ribu hewan ternak


Mantan Anggota Parlemen Perempuan di Afghanistan Ditembak

14 hari lalu

Mantan Anggota Parlemen Perempuan di Afghanistan Ditembak

Mantan Anggota Parlemen perempuan di Afghanistan periode 2018-21 tewas dalam serangan oleh laki-laki tak dikenal.


Recep Tayyip Erdogan : Aturan Taliban yang Larang Perempuan Sekolah Tidak Islami

16 hari lalu

Recep Tayyip Erdogan : Aturan Taliban yang Larang Perempuan Sekolah Tidak Islami

Recep Tayyip Erdogan mencela aturan Taliban yang melarang universitas dan sekolah dasar menerima murid perempuan.


Amerika Minta Taliban Revisi Aturan yang Serba Melarang Perempuan

16 hari lalu

Amerika Minta Taliban Revisi Aturan yang Serba Melarang Perempuan

Amerika Serikat melalui Dewan Keamanan PBB meminta agar lembaga itu meminta Taliban menghapus aturan soal larangan perempuan sekolah dan bekerja


Bom Bunuh Diri di Luar Kemlu Afghanistan, Lima Orang Tewas

18 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Luar Kemlu Afghanistan, Lima Orang Tewas

Bom bunuh diri di luar kantor Kementerian Luar Negeri Afghanistan menewaskan lima orang dengan ISIS mengklaim bertanggung jawab.